SISTEM PENYIHIR TERTINGGI

SISTEM PENYIHIR TERTINGGI
009 - KEMENANGAN ATAS KERAJAAN BLACKBEAR


__ADS_3

Tambang kristal mana yang membuat kedua kerajaan itu terus saja bersitegang. 


Kerajaan Redhat tak ingin memberikan hak tanah tambang itu kepada Blackbear, meksipun sebagai besar tambang itu berada di perbatasan Kerajaan Blackbear. 


Kerajaan Redhat tak mau mengalah apalagi membagi tambang kristal dengan tumbuh mana luar biasa itu. 


Maka dari itu mereka tak ingin berdiskusi dan mencari jalan tengah, mereka hanya ingin tambang itu menjadi milik mereka, tidak perlu dibagi. 


Jika pun mau, menurut mereka kerjaan Blackbear mengalah dan meninggalkan peperangan itu. 


"Itu jalan satu-satunya yang kami mau, jika tidak perang ini akan terus berlanjut." Begitu kata salah satu Jenderal dari kerjaan Blackbear.


Saat itu lah mereka tengah melakukan diskusi yang diminta Dimitri. 


"Jika kita terus berperang, maka akan banyak orang yang menjadi korban," kata Dimitri. 


"Mereka siap mati dan berkorban demi tanah air mereka. Apapun itu mereka akan siap." Jenderal itu terus saja bersikeras tak ingin mengalah. 


Dimitri tak tahu harus melakukan apa lagi, karena sepertinya aksi damai yang ia minta tak berjalan dengan lancar. 


Perselisihan yang terjadi selama bertahun-tahun itu, sepertinya memang akan  diakhiri dengan sebuah perang. 


Dalam perang tak peduli siapa dirimu, jika kau sudah masuk ke dalamnya maka kau harus siap untuk mati. 


Mungkin itu yang dipikirkan para prajurit dari Kerajaan Redhat, begitu juga yang mungkin dipikirkan para Jenderal Kerajaan Blackbear. 


Salah satunya Jenderal Thaser yang memimpin pasukan sebagai Jenderal tertinggi, meskipun Dimitri yang mempimpin garis depan sebagai kapten. 


Segala keputusan ada di tangan Dimitri, dan saat ia tak bisa melakukan aksi dalam, maka mau tak mau perang harus berlanjut. 


Genderang dan terompet perang sudah berbunyi, suaranya menyakiti telinga dan membuat semangat menggebu. 


Kedua belah pihak saling serang satu sama lain, menegaskan pedang, tombak, disambut rentetan anak panah. 


Mana sihir dari para penyihir dengan kekuatan hebat ikut nampak berkejar-kejaran.


Tak ada uang ingin mengalah satu sama lain. 


Dimitri yang melihat hal itu langsung mengerahkan seluruh pasukannya, untuk terus menyerang. 


Ia melawan dengan sihirnya, kekuatan dari sistem yang luar biasa itu ia tahan sedikit karena jika gegabah. Bukan hanya musuh yang kalah, tetapi juga pasukannya yang ada di garis depan. 


Maka dari itu ia butuh rencana untuk mengalahkan kerajaan Redhat. 


Benar apa yang dikatakan Igor, bahwa menjadi seorang kapten garis depan bukanlah hal yang mudah. 


Ia harus mengurus pasukannya, melihat situasi dan memantau setiap hal. 


Maka dari itu ia bangga dengan Igor, karena sudah berkali-kali ia menjadi kapten garis depan dalam peperangan. 


Igor selalu terlihat hebat dan luar biasa, ia juga dikagumi banyak orang hingga kini. 

__ADS_1


Maka dari itu Dimitri, yakin Igor pasti akan dipromosikan nantinya jadi seorang Jenderal. 


Namun, entah mengapa keadaan itu berubah dengan cepat saat malah dirinya yang dipaksa menjadi kapten garis depan. 


Ia merasa tak enak dengan Igor, dan pasti sangat mengecewakannya. 


"Apa kira-kira kau masih merasa marah padaku, karena Jenderal Thaser memilih ku sebagai kapten garis depan?" Begitu tanya Dimitri pada suatu hari saat mereka tengah berlatih sebelum peperangan dimulai. 


"Sedikit marah dan kecewa, tapi aku ingat apa yang sudah kau katakan sebelumnya. Aku yakin mungkin itu baik untukmu," jawab Igor. 


"Lalu, apa itu tidak baik untukmu? Kau kakakku harusnya aku yang mengalah padamu."


"Kau terlalu mendrama, justru aku yang harusnya mengalah padamu, karena kau adikku. Kakak harus membela dan menjaga adiknya."


Setelah itu mereka kembali berlatih bersama hingga akhirnya peperangan terjadi. 


Di perang inilah Dimitri harus memperlihatkan bahwa apa yang sudah dipilih Igor itu benar. 


Begitu juga pilihan orang-orang yang ada di depan dan belakang sana. 


Mereka menaruh harapan pada dirinya, maka dari itu Dimitri tak boleh kalah dalam peperangan ini. 


Jika ia dan pasukannya kalah maka bisa dipastikan banyak orang yang akan kecewa dengan hal itu padanya. 


"Aku butuh kekuatan untuk menghancurkan mereka sistem," kata Dimitri pada sistem. 


[Bisa dilakukan]


[Pengisian daya penghancur sudah selesai dilakukan. Bawa pasukanmu mundur]


Dimitri mengerti apa maksud dari perkataan sistem tadi. 


"Pasukan mundur!" perintah Dimitri pada pasukan garis depannya. 


Dimitri lalu memimpin semua pasukannya untuk mundur dari medan pertempuran dan sengaja mengungkapkan kekalahannya.


Beberapa orang yang melihat hal itu bingung dengan apa yang dilakukan Dimitri. 


Igor pun bahkan tak percaya bahwa Dimitri meminta pasukannya dan mengatakan bahwa mereka mengalah. 


Lalu ketika Dimitri sampai di dekat Igor, ia menanyakan apa maksud dari ucapan Dimitri tadi. 


"Ikuti saja saranku, persiapan pasukanmu, ini rencana yang aku buat." Begitu kata Dimitri. 


Sementara itu pasukan Kerajaan Redhat yang menganggap bahwa mereka sudah menang ikut mundur dari medan perang. 


Hingga akhirnya Dimitri dan pasukannya semua naik ke atas bukit dan memberikan tanda persiapan serangan jarak jauh dalam jumlah besar dari sana.


"Persiapan panahan!" perintah Dimitri lagi dengan seruannya. Puluhan bahkan ratusan pahanan dipersiapkan. Lalu kemudian. "Lepaskan!"


Ratusan anak panah mulai terbang menuju arah pasukan Kerajaan Redhat. 

__ADS_1


Kemudian Dimitri mengeluarkan sihir elemen apinya yang sangat besar yang membalut ribuan anak panah itu. 


Pasukan Kerajaan Redhat terkejut dengan hal itu, mereka tak ada persiapan hingga akhirnya beberapa prajurit tewas terkena panah api itu. 


Medan peperangan penuh api, mayat-mayat terbakar berjatuh di sana. 


Kemudian pasukan Dimitri dan Igor bersatu untuk malakukan serangan pada Kerajaan Redhat yang sudah kehilangan banyak sekali pasukannya.


Lalu pembantaian besar-besaran terjadi oleh Pasukan Kerajaan Blackbear pada Kerajaan Redhat.


Di sini juga Dimitri untuk pertama kalinya mendapatkan banyak Poin Pengalaman dan Poin Sistem yang menyebabkannya bisa naik tingkat kekuatan dengan cepat.


Dia langsung menerjang musuh dengan ganas dan membunuh pasukan musuh, dia bukan lagi pasukan jarak jauh dan garis belakang, dia adalah pasukan garis depan yang sangat ganas pada musuh.


Bahkan para Jenderal Kerajaan Redhat tak luput dari serangannya yang mengerikan itu. Tak ada yang tersisa dari pasukan musuh. 


Kehancuran Pasukan Redhat di perbatasan itu memberikan pukulan telak bagi mereka. 


Karena pada dasarnya mereka semua sudah memberikan pasukan terbaiknya untuk pergi ke perbatasan, tetapi sekarang malah hancur lebur dan mati mengenaskan.


Jika saja musuh mereka bukan Dimitri yang memiliki kekuatan sistem layaknya dewa. Mungkin mereka pasti bisa menang.


Sialnya mereka malah berhadapan dengan Dimitri yang kekuatannya tak masuk akal itulah, dan mereka pun kalah dengan telak. 


Tak ada yang tersisa dari mereka, jangankan diri mereka, kuda yang mereka tunggangi pun mati mengenaskan. 


Kemenangan atas Kerajaan Blackbear yang dipimpin Dimitri menjadi kemenangan baginya dalam memimpin pasukan di garis depan. 


Dimitri tak menyangka hal itu akan terjadi, karena ia pikir tak akan mendapatkannya, karena selama ini ia tak pernah melakukannya. 


Biasanya ia hanya di belakang, menunggu pasukan depan meminta bantuan. 


Mengurus para pemanah dan memerintahkan mereka untuk melawan. 


Kemenangan pertama itu, sekaligus menunjukkan bahwa ia mampu memimpin. 


"Luar biasa, kau memang hebat sekali." Begitu kata Igor mendekati Dimitri. 


"Ini semua atas bantuanmu. Kau yang memberiku arahan bagaimana aku harus melangkah."


"Tidak. Jika bukan kau, arahanku juga belum tentu berhasil."


"Tapi, jika bukan kau yang mengarahkanku, belum tentu aku berhasil."


Setelah keduanya mengobrol sedikit itu, mereka membantu para korban perang, beberapa yang terluka langsung dibawa kepada para medis. 


sedangkan mereka yang tewas, akan segera dimakamkan tak jauh dari sana dengan pemakaman masal. 


Prajurit yang gugur dalam medan perang tak akan pernah kembali ke kota, karena sudah sumpahnya. Begitu juga para keluarga yang harus merelakan mereka yang ikut berperang itu. 


Namun, mereka yakin bahwa siapapun yang gugur dalam perang, dalam kepercayaan yang mereka anut selama ini, mereka akan hidup tenang tanpa siklus kematian di Lehwan (surga) dan tanpa melewati Porgatram. 

__ADS_1


Sebab, mereka sudah dianggap sebagai manusia yang tak memiliki dosa lagi. 


__ADS_2