
Mereka cukup senang bisa masuk dalam Militer Sihir ini. Bisa bertukar pendapat dan juga mendapatkan pengalaman baru apalagi mereka adalah orang-orang biasa yang kemudian sekarang memiliki kemampuan dan juga teknik yang begitu sangat banyak setelah belajar beberapa lamanya, mereka akhirnya lulus dari militer itu.
Dimitri, bisa menguasai kekuatan dan juga bisa mengendalikannya terlebih Rachel dan juga Igor yang juga semakin dekat karena setiap harinya mereka bertemu bahkan, Igor tidak ingin perempuan itu menjadi milik orang lain.
Tetapi ia juga tahu diri karena ia tidak ingin merusak pertemanan yang sudah mereka bangun bahkan sejak pertama mereka saling berkenalan. Hal itulah yang membuat Igor terlalu takut mengatakan perasaan dirinya yang sebenarnya.
Igor terlalu takut bila perasaan itu menjadi kebencian dan kemudian semuanya berubah menjadi canggung dan tidak seperti sehat ia tidak mengungkapkan perasaannya sehingga saat Igor, sudah mulai sadar akan perasaannya yang selama ini dianggapnya sebagai hal yang aneh kemudian ia mulai berhati-hati dalam berbicara dengan Rachel.
Tetapi, namanya cinta pasti ada hal yang menyakitkan terjadi.
Bertahun-tahun mereka belajar di sekolah militer sihir ini tentu saja Igor selalu mendengar bahwa Rachel menyukai Dimitri seperti saat sore kala itu, Igor mendengar Rachel berkata
"Dimitri itu… suka gak ya sama aku?"
Igor yang kala itu menyimpan perasaan pada perempuan itu juga tidak bisa berkutik lagi. Dia diam seribu bahasa dan juga ya bingung harus mengatakan apa karena sekarang bahkan ia dibuat patah hati dalam satu kalimat itu. Semua rasa itu, seketika berubah menjadi hal yang menyakitinya.
"Igor? Apa pertanyaanku salah? Maaf kalau begitu, aku hanya ingin bertanya saja. Dimitri sangat baik padaku dan dia bahkan selalu menanyakan apakah aku baik-baik saja.
Sorot matanya…sorot matanya seakan memberiku pertanda bahwa dia menginginkan sesuatu namun, aku masih takut jujur bahwa aku menyukainya Igor. Aku memberitahumu karena kamu adalah saudaranya… yah! Walaupun bukan saudara kandung tapi kulihat, kalian cukup dekat."
Penjelasan panjang dari perempuan itu langsung membuat hati pria yang sedang duduk itu langsung redam seketika bahkan ia sama sekali tidak harus berkata apa setelah mendengar penjelasan perempuan itu.
Yang bisa ia lakukan hanyalah terus menahan air matanya agar tidak jatuh walaupun ia adalah seorang laki-laki tetapi ia sudah menjatuhkan rasa cinta dan juga sukanya pada perempuan tetapi bahkan ia mendengar sendiri bagaimana perempuan itu menyukai orang lain. Dan orang itu adalah saudaranya sendiri.
Igor tidak heran kenapa Rachel menyukai Dimitri karena Dimitri adalah pria gagah yang begitu sangat hebat. Bahkan Igor bisa jujur dan juga mengakui bahwa jika tidak ada Dimitri saat itu maka peperangan yang terjadi antara kelompok kerajaan dan juga organisasi pasti kerajaan akan kalah telak.
__ADS_1
Jika bukan karena Dimitri, kerajaan sudah musnah dan organisasi itu akan sangat senang.
"Igor?"
Rupanya Igor melamun sendirian dan hal itu membuat pria itu masih belum sadar bahwa tadi mereka bahkan sedang membicarakan tentang perasaan Rachel.
***
Setelah kelulusan mereka dari sekolah militer sihir itu, semuanya berbicara semua anak-anak yang bersekolah di situ ada yang menjadi penyihir yang baik dan juga menolong sesama ada juga penyihir yang memilih untuk menjadi penyihir hitam.
Walaupun penyihir hitam Fyodor sudah menghilang entah ke mana bahkan dikatakan sudah punah dan juga mati tetap saja masih ada yang mendewakan Fyodor karena kekuatan hebatnya.
Pemimpin dari sekolah militer sihir Tidak bisa melarang murid-murid yang lulus dari sekolah ini untuk tidak masuk dalam kelompok penyihir hitam karena itu adalah pilihan mereka dan juga tidak ada yang bisa dihentikan.
Rachel dan juga Igor juga mencari masa depan mereka dan juga mencari takdir mereka masing-masing bahkan mereka kemudian berpisah sedangkan, Dimitri kemudian dipromosikan menjadi calon kepala sekolah tetapi dengan berani dan juga tanpa takut ia menolak hal itu.
Dimitri jelas tidak memikirkan apapun bahkan ia tidak ingin memikirkan tentang kekuasaan sekolah sihir ataupun yang lainnya karena pikirannya hanyalah untuk kembali menghidupkan keluarganya akibat dari ulah Holy Mount yang menjadikan keluarga Damien sebagai tumbal atas ritual itu.
Bukannya Dimitri ingin bertindak kurang ajar tetapi ia benar-benar tidak bisa menerima tawaran itu yaitu ia dicalonkan sebagai kepala sekolah ia hanya ingin fokus untuk keluarganya dan juga ia hanya ingin fokus untuk membangkitkan kembali keluarganya agar ia bisa hidup untuk bersama keluarganya.
Dimitri adalah anak yang tidak ingin menguasai segalanya bahkan ia tidak ingin agar bertarung dengan siapapun karena ia sudah lulus dari sekolah militer sihir.
Karena dia ingin menjalani hidupnya sendiri ia ingin menggali lagi apa kata juga hal yang ada dalam dirinya terlebih ia ingin membuat keluarganya nanti bangga dan juga ia tidak ingin ada masalah lagi dengan orang lain.
Tetapi sepertinya orang lain yang selalu berusaha mencari masalah dengannya dan membuat pria itu hanya bisa diam dan tidak punya pilihan untuk melawan.
__ADS_1
Dimitri memang memiliki sejarah di sekolah militer sihir yang begitu sangat menakjubkan bahkan ia di kadang-kadang sebagai murid yang paling pintar dan juga aset berharga kerajaan itu.
Tetapi, Dimitri tetaplah Dimitri, putra keluarga Damien itu sudah bersumpah untuk hidup hanya untuk keluarganya bahkan ia hanya ingin bertemu kembali dengan keluarga yang sudah sangat lama tidak ia temui.
Dimitri tidak ingin menimbulkan masalah sehingga dia menolak tawaran itu dan kemudian memberikan alasan bahwa ia ingin fokus pada keluarganya dan juga ia tidak ingin mengambil alih kekuasaan di sekolah ini yaitu menjadi kepala sekolah bahkan tidak pernah terpikirkan oleh Dimitri melakukan hal seperti ini.
Dimitri melangkah keluar dari istana ini tetapi kemudian, para pengawal tidak memberikan jalan untuknya malah memblokir jalan di depannya sehingga Dimitri kemudian berteriak
"MINGGIR!"
Sayangnya, jendela Thaser sudah cukup merasa malu atas penolakan dari Dimitri karena dianggap sebagai pencemaran nama baik dan juga pencemaran atas dirinya sendiri membuat Jendela merasa tidak bisa melepaskan Dimitri begitu saja dan kemudian mengajak untuk berduel bersama.
Dimitri jelas tidak ingin mempunyai masalah bahkan ia sama sekali tidak ingin ada masalah apapun yang terjadi sehingga ia kemudian hanya terus berusaha untuk membuat suasana kembali tidak seperti ini tetapi malah ia tidak bisa keluar dari hal ini.
Tidak ada jalan keluar dan juga jika Iya menggunakan kekuatan tentu saja malah akan berdampak lebih buruk lagi dan juga akan menciptakan kemarahan di berbagai pihak. Disaat seperti ini, Igor dan Rachel malah sedang tidak ada.
Dimitri tidak pilihan lain walaupun ia bisa saja menggunakan kekuatan yang tetapi ia justru tidak ingin membuat keributan apalagi kerajaan ini sudah menerimanya sangat lama bahkan menjaga dan juga dari sinilah ia juga belajar banyak hal sehingga pria itu tidak bisa menorehkan dan juga mengkhianati apa yang telah diterima.
Dimitri mengangkat wajahnya dan kemudian berkata "Baiklah, akan aku terima"
Dimitri menerima berduel dengan Jendela Thaser. Ia ingin segera keluar dari tempat ini karena ia ingin segera bertemu dengan keluarganya apalagi Iya masih harus fokus untuk menghidupkan kembali keluarganya yang telah diambil oleh para iblis itu.
Tentu saja, Dimitri akan membiarkan dirinya kalah dan ia bisa membiarkan orang itu tetap menjadi kepala sekolah.
Dimitri tidak tertarik untuk untuk menjadi kepala sekolah karena itu bukanlah hal yang dia inginkan. Tetapi, Dimitri juga tidak bisa melarikan diri begitu saja karena ini juga bukan hal yang mudah.
__ADS_1
Dimitri kemudian, masih menatap ke arah depan dengan kosong setelah itu, dia kemudian mengingat mungkin ini juga jalan dari takdir kehidupannya.
Dimitri mulai mengenang lagi. Tentang semuanya dan juga peperangan bersama Igor, Rachel, dan juga para penyihir dari kerajaan.