SISTEM PENYIHIR TERTINGGI

SISTEM PENYIHIR TERTINGGI
011 - GELAR BARU, MISI BARU!


__ADS_3

[Bangunlah! Sebentar lagi orang-orang akan menyambut dirimu. Apa kau pikir, mereka akan menerima begitu saja jika sosok yang akan mereka agungkan ternyata hanyalah pemalas seperti dirimu?]


Dimitri pun lalu menguap. Menutup mulutnya yang tampak ingin terbuka lebar itu dengan menggunakan telapak tangannya.


Suara yang sangat dikenalnya berasal dari sistem itu pun membuat Dimitri tak merasa heran jika selalu berucap sinis kepada dirinya.


"Pemalas? Tidak ada pemalas yang dapat membuat kemenangan dalam suatu peperangan. Apakah kau tidak mengerti dengan konsep pemikiran itu?" kesal Dimitri membalas ucapan sistem yang selalu saja mengomelinya.


Padahal mereka juga tahu bahwa sistem yang menawarkan diri bergabung dengannya. Meskipun ia juga harusnya berterima kasih karena sistem menolongnya dari kematian.


Tak lama setelah itu, terdengar suara hembusan nafas yang keluar dari mulut Dimitri. Lagi-lagi, selalu saja sistem tidak pernah bisa bersikap ramah tamah kepada dirinya.


Tanpa mengucapkan maaf karena telah melukai dirinya atau mengobrol sejenak kepada dirinya, sistem langsung diam begitu saja seolah telah lenyap ditelan bumi.


Dimitri pun lalu mendudukkan dirinya di atas tempat tidurnya itu. Suara kicauan burung-burung yang terdengar begitu merdu itu pun menyambut dirinya.


Matahari yang saat ini sepertinya sudah ingin menunjukkan sinarnya pun menandakan jika sekarang sudah tidak pagi lagi.


Udara yang semakin sejuk dan aura lingkungan itu yang sudah aman serta tentram itu pun seketika menambah suasana angin baru batin Dimitri.


"Hei! Apa-apaan kau ini? Masihkah belum bersiap? Raja telah memanggil dirimu, Dimitri. Bahkan beberapa warga sudah banyak yang berkumpul di lingkungan istana. Mereka tak sabar menunggu kehadiran dirimu!" tegas Igor dengan sedikit amarah yang terdengar terbalut di dalam kalimat ucapannya itu.


Tentu saja, Igor merasa kesal dengan tingkah adik angkatnya itu. Bagaimana tidak? Sedari pagi sekali, Igor sudah berusaha membangunkan Dimitri.


Namun, yang Igor dapatkan hanyalah angkatan jempol olehnya. Igor kira setelah itu adiknya akan langsung bersiap, tetapi ternyata justru sebaliknya.


Dimitri malah kembali melanjutkan tidurnya, seolah tak memperdulikan perintah yang telah dikatakan oleh Raja.


"Aku merasa kelelahan. Tubuhku terasa seperti sudah tidak berasa lagi. Jadi, jangan salahkan aku jika masih terus tertidur. Tapi, salahkan lah tubuhku yang tak ingin bangkit dari alam mimpiku," balas Dimitri yang membuat Igor seketika membuka telapak tangan kanannya, hendak mengeluarkan sihirnya.


Namun, Dimitri lebih dulu bangkit dan berlalu menuju kamar mandi.


Buru-buru, Dimitri pun menutup pintu kamar mandinya sebelum tumpukan tanah itu dilemparkan ke arah dirinya.

__ADS_1


"Nakal sekali. Lihat saja, suatu saat pasti akan ku balas kelakuan dirimu, Dimitri," ungkap Igor yang menaruh perasaan dendam kepada Dimitri


Saat ini sebenarnya mereka sudah berada di istana kerajaan karena sang raja memanggil mereka untuk memberikan menyambut mereka yang telah memenangkan perang perbatasan.


Kemarin mereka datang dan menginap satu malam di istana.


Di lain sisi, tampak orang-orang yang mulai berjalan begitu riuh. Memadati seluruh jalanan menuju istana.


Kicauan burung-burung yang banyak itu pun sampai-sampai tak lagi terdengar akibat saking ramainya orang-orang yang berkerumun.


"Sungguh! Jika bukan karena Dimitri, mungkin sampai sekarang ini kita tentu akan berada dalam kecemasan yang besar. Bingung dan tidak lagi mengerti akan nasib hidup kita kedepannya. Sungguh, suatu keberuntungan bagi kita karena telah mendapatkan kapten Medan perang seperti Dimitri," ungkap salah seorang pria yang kebetulan merupakan salah seorang prajurit yang mengabdi dalam peperangan tempo hari.


Tak jauh dari lokasinya saat itu, terlihat Jendral Thaser yang sedang berpatroli, berkeliling sekitar pasar yang sedikit padat itu.


Terdengar jelas kata-kata yang keluar dari mulut salah seorang warga yang ikut andil dalam medan perang tempo waktu.


"Apakah kau merasa keberatan, Jenderal? Sepertinya bahkan namamu sudah tidak terdengar lagi sekarang. Seolah lenyap seperti dedaunan kering yang telah tertiup angin," tutur salah seorang jenderal lain yang membuat Jendral lantas mengepalkan tangannya kuat-kuat. Bahkan ruas jari-jemarinya pun menjadi terlihat jelas sekarang ini.


"Berhentilah berbicara. Raja pasti membutuhkan kita sekarang ini. Tampaknya juga warga telah berkumpul di halaman istana," tutur Jendral Thaser yang langsung melangkah, meninggalkan Jendral yang membuat telinganya panas itu.


Dengan sangat ramah, prajurit Raja pun lantas menggiring Dimitri dan kedua saudaranya untuk pergi menemui raja di dalam istana.


"Kau sudah datang, Dimitri?" tanya Raja ketika menyadari langkah kaki yang berbeda di antara para prajurit dan anggota istana pada umumnya.


Dimitri pun mengangguk tanda-iya. Ia lalu mendekat dan berdiri tepat di samping Raja. Tepat setelah itu, terdengar suara ramai-ramai orang yang mulai berteriak, menyebut namanya.


"Tenang, wahai rakyat-rakyatku! Suatu kehormatan bagiku untuk bisa menyampaikan pidato atas kemenangan yang berhasil kita raih."


"Sekarang, lingkungan kita sudah aman dan damai. Tidak ada yang perlu kita cemaskan kembali. Semua itu terjadi berkat usaha dan kerja keras kalian semua. Termasuk Jenderal baru kita, Dimitri Damien," tutur Raja yang membuat Dimitri langsung menerbitkan senyuman penuh artinya.


Tentu, tak pernah ada dalam benak Dimitri sebelumnya jika ia akan menjadi seseorang yang berdiri tepat di samping Raja seperti sekarang ini. Suatu kebanggaan terbesar dalam hidupnya atas kejadian yang luar biasa ini.


"Sekarang, kalian semua. Bisa memanggil Dimitri sebagai pahlawan yang telah menyelamatkan kerajaan kita. Dimitri adalah pahlawan, Jenderal baru kita!" tutur Raja mengakhiri sesi pidatonya.

__ADS_1


Tak berselang lama setelah itu, suara hiruk-pikuk orang-orang yang meneriaki Dimitri adalah pahlawan pun menggema keras hingga ke pelosok daerah.


Sungguh, Dimitri sangat senang ketika mendengar ucapan penuh bangga diucapkan semua orang untuk dirinya.


"Mari, ikutlah bersamaku. Ada sesuatu yang harus kita bicarakan," tutur Raja yang kemudian meninggalkan puncak istana itu.


Sedangkan Dimitri dan kedua saudaranya pun lantas langsung mengikuti Raja di belakang.


"Duduklah," titah Raja saat mereka sudah berada di ruang khusus istana.


"Harus kukatakan jika aku sangat bangga atas apa yang sudah kau lakukan, Dimitri. Berkat kau, lingkungan istana kita menjadi aman. Kau mampu membuat semuanya menjadi aman dan tentram. Sungguh, aku tidak pernah menyangka jika seseorang sepertimu mampu menyelamatkan dunia kerajaan kita," ujar Raja kembali yang membuat senyuman pun kembali terulas di wajah Dimitri.


Setelah itu, Raja pun lalu memberikan kode kepada salah seorang prajurit pengawalnya untuk mengambilkan ia sesuatu yang Dimitri maupun kedua saudaranya tak tau juga apa sesuatu itu.


"Minumlah terlebih dahulu. Ada beberapa hal yang harus aku katakan kepadamu dan juga teman-temanmu ini, Dimitri," tutur Raja ketika menyadari tanda tanya besar tercipta di wajah ketiga anak muda itu.


Tak membutuhkan waktu yang lama, pengawal Raja pun lalu kembali menghadap Raja dengan membawakan sebuah kertas yang entah berisikan perihal apa itu.


"Baru-baru ini, kerajaan kita mendapatkan informasi baru. Ada sekelompok orang dengan telah menjadi penjahat yang berbahaya dan mampu meresahkan warga sekitar. Bahkan ada yang jauh lebih parah lagi, ada sebuah rumor mengenai 'Tatanan Dunia Baru' yang masih tidak diketahui apa tujuan dari itu," ucap raja lagi yang membuat Dimitri dan kedua saudaranya menjadi saling bersitatap.


Kemudian sang raja menceritakan tentang orang-orang dan apa yang mereka katakan itu.


Apa yang dikatakan sang raja mengingat dirinya, di saat dirinya hampir saja kehilangan nyawanya akibat sekelompok orang yang ingin melenyapkan dirinya.


Jadi, apakah mungkin sekelompok orang yang dimaksud oleh Raja adalah orang yang sama seperti pencuri yang menyerang Dimitri kala itu?


"Untuk memecahkan kasus ini, aku memerintahkan kepada dirimu dan kedua temanmu untuk menyelidiki kebenaran dan tujuan dari 'Tatanan Dunia Baru' ini," tambah Raja sembari menatap bergantian kepada Dimitri dan teman-temannya.


"Apa itu 'Tatanan Dunia Baru', sistem?" tanya Dimitri yang jujur saja sangat bingung dengan maksud kasus yang dikatakan oleh Raja itu.


[ Temukan jawabannya di kota Sweethoney]


"Sweethoney? Akankah kami pergi ke sana?" gumam Dimitri yang ternyata terdengar ditelinga Raja.

__ADS_1


"Benar. Kalian akan pergi ke kota Sweethoney," tutur Raja pada akhirnya.


Setelah itu pembicaraan selesai dan mereka pun keluar dari ruangan itu.


__ADS_2