
"Jadi, bisa dipastikan dengan benar jika memang bubuk putih inilah yang membuat orang-orang kota menjadi bertingkah aneh seperti ini?" tanya Dimitri setelah beberapa saat mereka tampak terdiam, memikirkan perihal kertas kecil yang masih tertempel butiran-butiran bubuk berwarna putih itu.
Rachel pun kembali mengangguk. Tentu saja, Rachel bisa dengan cepat mengetahui apakah bubuk putih itu mengandung racun atau tidak.
Pasalnya, selama beberapa tahun ini Rachel tentu telah belajar banyak hal perihal bubuk-bubuk mengandung racun maupun obat-obatan untuk menyembuhkan.
Ia sudah mengabdikan hidupnya untuk menjadi seorang penyihir yang memiliki kemampuan medis.
"Aku sudah mengenal banyak obat-obatan dan juga berbagai macam jenis bubuk-bubuk yang mengandung racun atau pun tidak. Jika dilihat dengan lebih teliti dan baik-baik, bubuk ini jelas sekali telah mengandung racun yang mampu membuat syaraf yang mengonsumsinya akan terganggu.
Bisa kita lihat dari perubahan warga kota di sini. Bukan suatu hal yang mustahil jika bubuk racun ini yang telah membuat mereka semua menjadi seperti mayat hidup seperti ini.
Aku sangat yakin, bubuk ini adalah penyebab dari semua perubahan yang terjadi pada warga-warga di kota ini," kata Rachel dengan memaparkan penjelasan singkat kepada kedua pemuda yang menatap dirinya dengan begitu jeli itu.
"Baiklah, jika memang kau sudah seyakin itu Rachel. Aku percaya kepada apa yang kau katakan. Jadi, tentu saja untuk masalah yang serius seperti ini, kau pasti mengatakan semua kebenaran bukan kebohongan," ujar Dimitri yang tentu percaya sepenuhnya kepada Rachel.
Dimitri pun lalu kembali mencoba menelisik bubuk-bubuk putih yang masih membekas pada kertas kecil itu.
Sepertinya, bubuk-bubuk putih itu sudah disiapkan dan diproduksi oleh satu orang yang sama.
Mungkin saja bisa sebuah organisasi atau komunitas besar yang memang sengaja membuat bubuk-bubuk putih yang mengandung racun itu.
Bukan tanpa alasan, Dimitri memiliki pemikiran yang seperti itu.
Pasalnya, terlihat jelas dari bentuk kertas itu yang memiliki ukuran yang sama serta bekas lipatan yang sama semua.
Ditambah kertas itu juga memiliki warna yang sama seperti beberapa kertas yang lainnya.
Mungkin, ada seseorang yang telah menjadi pengedar bubuk-bubuk putih itu.
Seseorang itu sengaja mengedarkan dan memberikan atau mungkin menjual kepada para warga kota Sweethoney dengan embel-embel jika bubuk itu adalah obat untuk kesehatan.
Tentu, sudah banyak sekali beragam cara yang dapat dilakukan oleh para ahli dalam berjualan untuk menarik minat para warga kota untuk membelinya.
Ditambah lagi, warga kota saat itu memiliki mayoritas penduduk yang sudah memasuki usia renta.
__ADS_1
Usia dimana seseorang mungkin akan dengan mudah tertipu. Membeli sesuatu atau menerima sesuatu tanpa memikirkan hal yang tidak-tidak.
"Bagaimanapun juga, kita harus bisa menyelidiki kertas-kertas berisi bubuk-bubuk putih ini. Aku sangat yakin, seseorang pasti akan meninggalkan jejak berupa hal apapun.
Mustahil, jika seseorang melakukan sesuatu dengan sangat bersih. Pasti, ada sesuatu yang sengaja tertinggal atau tertinggal karena ketidaksengajaan. Itu sudah pasti sekali," ucap Dimitri setelah beberapa saat mereka tampak saling berpencar untuk mencari sesuatu.
Mereka pun terdiam, seolah memikirkan sesuatu yang mungkin saja tidak pernah terbesit sekalipun di dalam ingatan mereka.
"Apakah ada sudut kota yang masih belum kita periksa? Sepertinya tidak mungkin pelaku di balik kejahatan ini akan pergi begitu saja setelah membuat kota ini dipenuhi dengan manusia-manusia yang penuh keputusasaan.
Pasti ada rencana dan tujuan lain, selain membuat orang-orang di dalam kota ini menjadi mati. Pasti ada sesuatu lain yang berusaha untuk mereka rampas atau sengaja rusakkan," kata Igor ketika menyadari masih tak ada juga tanda-tanda keberadaan dari sang penjahat kota itu.
Mendengar hal itu, Dimitri dan Rachel pun tentu sangat setuju dengan pemaparan yang disampaikan oleh Igor itu.
Hingga saat Rachel tengah mengalihkan pandangannya pada tumpukan kertas bekas tempat bubuk-bubuk putih itu, barulah gadis itu menyadari satu hal.
Bungkus kertas itu terlihat berada di mana-mana, namun yang aneh adalah ada beberapa bagian bubuk yang berserakan di tanah.
Meski sudah terbalut dengan tanah namun bubuk-bubuk yang memang cenderung berwarna putih pekat itu pun membuat mata Rachel mampu menangkap keberadaannya dengan sangat baik.
Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Rachel lalu melangkahkan kakinya.
"Apa yang sedang berusaha Rachel ikuti?" gumam Dimitri yang sudah semakin bingung kemana perginya gadis itu.
[Sebuah tempat yang akan menunjukkan di mana pelaku itu berada]
Tak pernah ada di bayangan Dimitri jika sistem yang cuek kepada dirinya tiba-tiba malah menjawab kalimat yang terucap di dalam hatinya itu.
"Rachel?! Kau mau kemana? Mengapa harus membawa kami pergi denganmu yang tak jelas akan kemana ini," keluh Igor yang merasa perjalanan mereka sudah cukup panjang, tetapi istirahat pun tak mereka lakukan sedari tadi.
"Diam lah! Rachel sedang berusaha untuk menunjukkan keberadaan pelaku kejahatan pada kota ini, Igor," balas Dimitri yang langsung membuat Igor menjadi lebih tegar. Tidak lagi loyo seperti sebelumnya.
Rachel pun terus berjalan dengan menggunakan atensi penglihatannya yang cukup tajam dan jeli. Mereka pun terus berjalan hingga petunjuk itu memberikan arah untuk mereka pergi ke saluran air bawah tanah di kota itu.
Tak jauh dari lorong itu, seseorang tampak berjalan dengan santai hingga ke kedalaman yang Dimitri dan dua saudaranya itu juga tidak ketahui.
__ADS_1
Seseorang yang Dimitri duga sebagai pria itu pun lantas bertemu dengan beberapa demon yang menggunakan tudung hitam menyeramkan. Aura-aura berbahaya dan mencekam seketika menyelimuti mereka semua.
Semua itu karena seseorang yang dibuntuti Dimitri itu tampak bercengkrama beberapa saat kepada demon-demon yang memakai tudung hitam itu.
Tak jauh dari lokasi seseorang yang dipantau oleh Dimitri itu, ada salah satu ruangan dengan mantra sihir yang bisa dibilang sangat aneh. Bahkan sepertinya mantra itu sangat jarang sekali digunakan oleh para manusia di dunia ini.
"Apakah kau tau soal mantra ini, Dimitri?" tanya Rachel yang merasa mungkin saja di antara mereka bertiga hanya Dimitri yang mengetahui mantra itu.
Namun, dengan cepat Dimitri lantas menggeleng pertanda jika pria itu tidak mengetahui mantra itu.
"Aku bahkan sama sekali belum pernah melihat mantra sihir yang seperti ini. Mungkin saja ini adalah mantra kuno yang sangat jarang digunakan di dunia manusia kita ini.
Aku juga tidak mengetahui untuk apa mantra ini dan apa hubungannya dengan semua ini. Namun yang pasti, aku sangat yakin jika seseorang yang tengah berbincang di sana itu adalah penjahat dari semua kekacauan yang terjadi di kota.
Mereka ada bedebah-bedebah yang tidak bertanggung jawab itu," tutur Dimitri yang langsung di angguki setuju oleh Igor maupun Rachel.
Terlintas di benak Dimitri saat itu untuk menangkap begitu saja sosok yang mereka duga sebagai penjahat itu. Mungkin, ini memang solusi yang tepat dari semua yang dipikirkan oleh Dimitri.
"Tidak ada pilihan lain. Kita harus menangkap mereka semua," ucap Dimitri yang langsung dianggukki oleh Rachel dan Igor.
Dimitri pun lalu berusaha mengendalikan sihir tumbuhannya, tetapi karena masih belum terbiasa. Dimitri justru menjadi mengacaukan segalanya.
Para penjahat itu berhasil sadar akan kehadiran Dimitri dan teman-temannya. Buru-buru mereka pun berlari sekencang mungkin untuk menghindari Dimitri.
Namun, Dimitri dan kedua temannya pun tentu tidak akan pernah menyerah begitu saja. Ia lalu kembali berlari kencang untuk menyusul para penjahat itu.
Sebuah senyuman puas tanda kemenangan pun seketika terbit di wajah Dimitri. Saat matanya dengan jeli mampu melihat tanda-tanda buntu pada lorong bawah tanahnya itu.
"Apa kau bisa melarikan diri lagi?" tanya Dimitri yang membuat para penjahat itu saling bersitatap.
Sebelum penjahat itu menjadi kabur, Dimitri pun memerintahkan untuk Rachel dan Igor menangkap para penjahat itu bersama dirinya secara bersamaan.
Namun, tidak seperti ekspektasinya. Rachel maupun Igor dan Dimitri justru malah terbentur dengan dinding lorong itu.
Ternyata para penjahat itu memiliki sihir yang hebat, yang berhasil menyelamatkan nyawa mereka.
__ADS_1
"Sial! Harusnya kita bisa mencegah yang mereka lakukan!" geram Igor atas kegagalan penangkapan itu.
Sebab penjahat itu menggunakan sihir perpindahan.