SISTEM PENYIHIR TERTINGGI

SISTEM PENYIHIR TERTINGGI
006 - SEKOLAH SIHIR MILITER


__ADS_3

Tiga hari yang Dimitri tak sadari. Ternyata memiliki kekuatan sebesar itu juga berakibat pada tubuh manusianya.


Wajar saja. Ia menggunakan kekuatan sistem yang tidak masuk akal itu secara berlebihan.


Ia tak memikirkan dampak apa yang terjadi pada tubuhnya, ia pikir menyatunya tubuhnya sistem itu menunjukkan bahwa ia kuat dan hebat.


Sebenarnya jika hal itu, memang ia memiliki kekuatan hebat, tetapi tubuhnya yang mungkin belum terbiasa.


Alhasil ia pun tak sadarkan diri, atau lebih tepatnya ia tertidur. Hal yang mungkin sangat langka terjadi.


Karena biasanya penyihir yang mengeluarkan mana sebesar itu bisa tidak menggunakan sihir dalam waktu yang lama.


Sementara dirinya hanya tiga hari saja.


Dulu Igor juga pernah mengalami hal itu. Saat ada misi melawan monster di hutan, setelah kembali Igor tak bisa menggunakan sihir selama seminggu.


Dan sekarang sepertinya Igor tak lagi seperti itu, karena Rachel pasti sudah membekalinya ramuan penguat serta ia pun belajar bagaimana caranya memanfaatkan mana dengan tepat.


"Apa tubuhku belum terbiasa menggunakan sihir sistem?" tanya Dimitri pada sistem miliknya.


[Tubuhmu harus beradaptasi, supaya mampu menggunakan sihir sekuat ini]


"Bagaimana caranya?"


[Yang kau lakukan hanya banyak-banyak menjalankan misi, setelah itu level sihirmu akan bertambah dan tubuhmu pasti terbiasa]


Apa yang dikatakan sistem sama saja dengan latihan yang selama ini ia jalani. Mungkin jika ia menjalani hal itu ia bukan hanya bisa bertambah kuat, tetapi juga tangguh.


Namun, ia akan menjalani hal itu nanti. Karena sekarang ia tengah dibebas tugaskan selama satu minggu, mengingat apa yang terjadi padanya.


Sesuatu yang sangat sulit ia dapatkan sebenarnya, karena pemimpinnya orang yang sedikit kaku dan sangat menyebalkan.


Dia adalah Jenderal Thaser Shura salah satu petinggi prajurit yang entah kenapa selalu mempersulit dirinya, Igor dan Rachel. Bahkan cenderung benci.


Dimitri menyadari hal itu sejak awal, meskipun sampai saat ini ia pikir mungkin atasannya itu hanya menunjukkan sikap bahwa ia atasan.


Tidak masalah bagi Dimitri, meskipun kadang Igor sedikit kesal dengan perlakuan atasannya itu bisa di luar batas akal manusia, apalagi jika mereka sedang dalam masalah.


"Masih melamun aja, ada apa? Manamu masih belum pulih?" tanya Rachel yang saat ini sudah berada di samping Dimitri sambil membawakan makanan untuknya.


Dimitri menggeleng perlahan, lalu mengulas senyum.


"Tidak. Manaku sudah pulih sepenuhnya, lihat ini." Dimitri mengeluarkan api kecil dari tangannya.


"Sudah matikan, kau bisa membakar tempat ini. Ini makan dulu."


Rachel memberikan makanan pada yang dibawanya tadi pada Dimitri.


Dimitri cepat-cepat mengibas tangannya untuk mematikan api itu. Lalu menyambut makanan yang sudah diberikan Rachel.

__ADS_1


"Kemana Igor pergi?" tanya Rachel.


"Keluar. Sepertinya Jenderal memanggilnya, mungkin ada misi," jawab Dimitri sambil mengunyah makanannya.


"Begitu ternyata."


"Bagaimana hubunganmu dengan Igor, apa baik-baik saja?" tanya Dimitri kemudian.


Rachel mengerutkan keningnya dengan pertanyaan Dimitri.


"Hubungan apa? Kami bahkan tidak pernah mengatakan memiliki hubungan. Aku sudah menganggap dirimu dan Igor saudara, tidak lebih."


"Tapi sepertinya Igor tidak begitu."


"Dia harus begitu ... Sudah selesaikan makanmu, aku akan pergi dulu, para Jenderal akan mengomel jika aku terus di sini."


"Tapi kau kan Kapten Penyihir Medis. Mereka tak akan marah jika kau tidak ada. Karena mereka tahu latihanmu cukup berat."


"Tetap saja aku harus ada di tempat."


Setelah mengatakan hal itu Rachel lalu bergegas pergi dari ruangan Dimitri.


Sedangkan Dimitri kembali menikmati makannya. Ia sebenarnya bisa bangun dari tempat tidur dan mengambil makanannya sendiri.


Tubuhnya sudah sehat dan tak mengalami masalah apapun.


"Kekuatanku sudah sangat pulih, sepertinya aku sudah siap untuk bekerja kembali. Bosan juga lama-lama di atas tempat tidur."


Setelah mengatakan hal itu Dimitri pun bangkit berdiri, ia harus membersihkan dirinya. Karena selama tiga hari pasti ia tak mandi, tercium bau tidak sedap dari tubuhnya.


Meskipun ia memiliki kekuatan sistem yang hebat sepertinya tidak ada sihir untuk menghilangkan bau badan berlebih.


***


"Kau sudah sehat?" tanya Jenderal Tasher Shura begitu melihat Dimitri berjalan di lorong.


Dimitri langsung bersikap tegas dan hormat di depan atasannya itu. Lalu ia pun mengangguk, dan mengatakan, "Sudah, Pak."


"Baguslah. Pasukanmu dalam masalah jika kau terus bersikap manja dengan berbaring di tempat tidur. Harusnya aku menyeretmu sejak awal, tetapi kau dibebastugaskan," kata Jenderal Tasher yang begitu dingin.


"Maaf, Pak. Ini kesalahan saya."


"Besok aku mau, kau kembali bekerja. Awasi pasukanmu, karena dalam waktu dekat kita akan berperang."


"Baik, Pak. Saya mengerti."


Kemudian Jenderal Thaser berlalu pergi dari sana, sedangkan Dimitri masih di tempat yang sama.


Setelah Jenderal Thaser tak terlihat, Dimitri melangkahkan kakinya kembali.

__ADS_1


Kata-kata yang keluar dari mulut Jenderalnya itulah yang kadang menyakiti hati para bawahannya.


Di lain sisi Jenderal memang keras, tetapi ia lakukan mungkin supaya bawahannya tak manja dan lemah.


Sebab jika sampai para pasukan militer itu lemah maka mereka pasti tak bisa menjalankan misi. Karena seorang militer harus kuat dan tanggung, menghadapi banyak hal.


Jika digertak sedikit saja cengeng, bagaimana dengan misinya nanti?


Saat ini Dimitri keluar dari gedung sekolah, ia berada di lapangan, banyak siswa sekolahan yang masih ada di sana, beberapa Komandan, Kapten dan juga Jenderal lainnya.


Dimitri sendiri merupakan Kapten Penyihir Jarak Jauh dari keluarga Damien, sedangkan Igor adalah Kapten Penyihir Kelas Berat atau bisa dibilang pasukan garis depan.


Keduanya memang memiliki posisi yang berbeda, karena jika dalam pertempuran Dimitri di belakang melindungi sementara Igor dan pasukannya berada di sebagai penyerang.


Rachel sendiri merupakan Kapten Penyihir Medis dengan bakat mana sihir yang sangat besar.


Diantara Ketiganya sebelumnya Rachel memiliki mana sihir paling besar dengan elemen air, karena seorang penyihir medis selalu menggunakan mananya.


Meskipun kadang penyihir medis tidak maju langsung di medan peperangan.


Ketiga memiliki bakat masing-masing ini yang ternyata memiliki potensi ancaman untuk Jenderal Tasher Shura.


Apalagi mengingat level kekuatan mereka yang sekarang, tak akan lama lagi mereka akan mendapatkan promosi kenaikan tingkat ke jabatan Jenderal dan posisi Kepala Sekolah Militer bisa digantikan salah satu tiga orang itu. Inilah yang kemudian menjadi pemicu konflik tiga orang itu dengan Tasher Shura.


Meskipun sebenarnya ketiganya belum menyadari hal itu, tetapi sikap dingin Jenderal Tasher juga menjadi alasan yang sebenarnya.


"Kau sudah bangun, apa kau ingin kembali bekerja?" tanya Igor saat melihat Dimitri yang ada di depannya.


"Aku sudah bangun dan sehat. Hanya saja aku belum ingin bekerja, tapi tadi aku bertemu Jenderal Tasher, dia bilang aku harus bekerja besok," jawab Dimitri.


"Orang itu. Harusnya ia patuh pada peraturan bahwa kau dibebas tugaskan selama satu minggu, mengapa harus dipaksa bekerja?"


Igor mengatakan hal itu dengan sedikit kesal. Sejak dulu Igor memang tak begitu menyukai Jenderal Tasher yang menurutnya berlebihan, tidak seperti Jenderal lainnya.


Kadang sikap Jenderal Tasher menurut Igor cukup berlebihan, bahkan kadang tak masuk akal.


"Sudahlah. Aku juga tidak masalah, lagipula badanku juga lelah jika terus berada di tempat tidur. Aku ingin bergerak."


"Ya sudah kalau begitu, tapi pastikan kau besok saja bekerja. Untuk sekarang pasukan dan kelasmu aku yang mengurus."


Dimitri mengangguk mendengar apa yang dikatakan Igor.


Sejak mereka menjadi saudara angkat, Igor kadang begitu baik padanya, kadang juga mereka seperti anjing dan kucing yang sering bertengkar, tetapi bukan berarti mereka musuhan.


Namun, mungkin itu caranya mereka mengatakan bahwa mereka saudara meskipun bukan kandung.


Kemudian Igor berlalu pergi dari sana dan kembali bekerja, karena ia tak mungkin banyak mengobrol di saat seperti itu.


Sedangkan Dimitri kemudian masih berkeliling melihat keadaan sekitar, yang sebenarnya tidak ada perubahan sama sekali. Ia hanya tertidur tiga hari bukan tiga tahun.

__ADS_1


__ADS_2