SISTEM PENYIHIR TERTINGGI

SISTEM PENYIHIR TERTINGGI
022 - RAMALAN KEHANCURAN DUNIA!


__ADS_3

Siang itu saat orang-orang dari organisasi sedang rapat, mendadak salah satu pemimpin kejang-kejang hingga tudung jubahnya terbuka. Tampaklah seorang wanita dengan mutiara di keningnya. Jika pemimpin satu ini sudah mulai seperti ini biasanya ada ramalan lainnya akan datang.


“Pembantaian..., Pertumpahan darah..., Kehancuran di mana-mana!! Hancurkan!! Kalian harus menghancurkan Dimitri!!” gumam wanita itu dengan bola mata yang berwarna putih.


Pemimpin yang lain mencoba menahan tubuh wanita itu agar tidak terjatuh dari kursi. Mereka semua mendengarkan dengan seksama setiap kata yang diucapkannya. Sebab itu adalah adalah ramalan yang turun langsung dari sang pencipta agung. Keempat pemimpin lain saling menata. Ini adalah kesekian kalinya ramalan itu datang minggu ini. Yang berarti, semakin dekat pula waktu Dimitri untuk mencapai puncak dari kekuatannya.


Inilah alasan lain orang-orang ini ingin membunuh Dimitri. Karena salah satu dari anggota tertinggi mereka adalah seorang peramal yang begitu handal. Ramalan wanita itu jarang sekali meleset sebab dia adalah keturunan terakhir dari para penyihir. Selama ini mereka menyembunyikan sosok wanita ini demi menjaga kedamaian dunia.


Sementara itu di tempat lain, Dimitri sibuk berlatih dan menyusun rencana berikutnya. Saat kelelahan yang begitu kuat menyerang pikirannya, Dimitri jatuh tertidur di bawah pohon yang rindang. Dalam tidurnya Dimitri mendengar keluarganya berteriak meminta tolong.


“Dimitri!!! Lari, nak!! Lari!!!” Begitulah teriakan kedua orang tua Dimitri yang kini sudah menua.


Di belakang kedua orang tua Dimitri api berkobar membakar satu daerah. Tempat itu luluh-lantah, bangunan-bangunan hancur, dan teriakan-teriakan kesakitan menggema di mana-mana. Seakan kehancuran dunia sedang terjadi tepat di depan matanya. Kedua orang tuanya, dan beberapa anggota keluarga meminta Dimitri untuk lari, menyelamatkan diri. Meski tubuh mereka penuh luka, mereka tetap mementingkan keselamatan Dimitri.


“Tidak!! Aku tidak akan lari lagi!!! Aku akan menyelamatkan kalian!!” teriak Dimitri dengan lantang.

__ADS_1


Pemuda itu pun melewati keluarganya, kemudian berdiri di depan api yang berkobar. Entah insting dari mana Dimitri mengangkat kedua tangan hingga membuat bumi bergetar. Kemudian tubuhnya terasa begitu ringan, hingga dia mampu terbang dan menyaksikan sendiri tanah yang begitu besar membelah dan menciptakan jurang yang membentang. Mencegah api itu untuk menghanguskan hutan, dan bangunan yang lain. Kemudian dengan sekali tarikan Dimitri membawa banyak gumpalan awan di atas daerah tersebut. Lalu telapak tangannya menggulung dengan kuat seakan dia sedang memeras awan itu, sehingga hujan pun turun dengan lebat. Air hujan yang begitu deras menciprat ke wajah Dimitri hingga akhirnya dia sadar dari mimpi.


“Akhirnya kau bangun juga!” kata Igor. Di tangan pria kekar itu ada air yang dituang dari botol minumnya sendiri. “Aku terpaksa melakukan ini, karena kamu tidak mau bangun sejak tadi,” lanjut Igor menjelaskan perbuatannya.


“Kau menyiram wajahku?!” Dimitri bertanya dengan wajah kesal. Dia mengusap wajah tampannya yang sedikit basah.


“Maaf. Aku terpaksa melakukan itu. Karena kau tidak mau bangun juga meski sudah aku panggil sejak tadi,” jawab Igor sembari menutup kembali botol minumnya. “Kau terlihat sangat gelisah di dalam tidurmu. Aku jadi khawatir, makanya aku berusaha membangunkanmu dengan cara apapun. Memangnya apa, sih, yang kamu mimpi ‘kan? Sehingga tidurmu tidak tenang.” Igor duduk di sisi Dimitri yang masih sibuk mengusap wajah.


“Aku bermimpi orang tuaku, dan orang tuamu masih hidup,” tutur Dimitri dengan sorot mata sendu. Kesedihan tergambar jelas di wajah pemuda yang kini berpangkat jenderal tersebut. Dimitri berubah menjadi sosok yang begitu lembut jika menyangkut keluarga.


Mereka berdua tidak menyadari bahwa mimpi Dimitri kali ini adalah isyarat dari yang maha kuasa. Bahwa kedua orang tua mereka masih hidup, dan saat ini sedang memperingatkan mereka untuk lari dari para pemimpin organisasi yang kejam.


Sebab di tempat lain para pemimpin organisasi itu semakin gencar menyiksa mereka untuk mencari batasan, maupun kelemahan Dimitri.


“Sungguh mengerikan!! Ramalan yang datang padaku sungguh semakin mengerikan!!” kata sang peramal sekaligus salah satu pemimpin organisasi tersebut. Mereka semua nampak panik setelah mendengar ramalan terbaru dari Lord Vaye.

__ADS_1


“Apalagi yang kau lihat, lord vaye?” tanya sang pemimpin tertinggi.


“Aku melihat kemajuan dari sihir pemuda itu. Jika terus dibiarkan seperti ini dia bisa mencapai puncak tertinggi dari ilmu sihir. Saat itu terjadi dia bisa menjadi penyihir terkuat di dunia ini. Bahkan jangankan kita, dia bisa menjatuhkan satu benua hanya dengan sekali jentikan saja!” ujar Pemimpin Vaye dengan sorot mata tajam. Nada panik terdengar jelas dari suaranya. Hal ini jelas membuat pemimpin lain semakin gentar.


“Berarti kita harus segera melancarkan rencana untuk menghabisinya!!” kata salah satu pemimpin organisasi. Wajah pemimpin itu nampak pucat, ketakutan. Mereka semua berpikir ancaman kini berubah menjadi semakin besar sebab ramalan dari pemimpin Vaye.


“Sialan! Pemuda itu begitu beruntung!! Selain dianugerahi keluarga yang begitu melindunginya, dia juga memiliki kekuatan yang demikian dahsyat,” ucap sang pemimpin tertinggi organisasi. Dia memijat pelipis yang mendadak pening. Pria dewasa itu menunduk, mencoba memikirkan cara tercepat untuk menjatuhkan Dimitri.


Para pemimpin organisasi itu mulai sibuk menyusun ulang rencana mereka. Mereka sibuk berdebat memilih rencana satu dan yang lainnya. Sebab mereka harus menemukan cara paling cepat, sekaligus paling praktis untuk membunuh Dimitri.


Penelitian yang mereka lakukan selama ini pun, sejauh ini hanya sedikit menghasilkan sesuatu. Entah bagaimana lagi mereka harus melakukan uji coba untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Mereka merasa, waktu mereka sudah tidak banyak lagi. Karena meneliti dari ramalan pemimpin Vaye, bahwa Dimitri semakin mendekati puncak kekuatannya.


Mereka tidak bisa kalah dari Dimitri. Sebab mereka telah memiliki rencana agung untuk menata ulang dunia ini dengan penuh kedamaian, versi mereka. Selama ini Dimitri lah sosok yang digadang-gadang akan menghalangi rencana agung mereka tersebut. Jadi selama ini mereka membuat beragam rencana sekaligus pengalihan agar Dimitri tidak bisa menemukan mereka, dan mengganggu rencana besar mereka.


“Kita lakukan uji coba lagi. Kemarin, ingatan mereka hilang hanya untuk sementara. Kali ini kita lakukan uji coba yang lebih mengerikan. Bila perlu sampai nyawa mereka sirna. Sebab waktu kita tidak banyak lagi. Jika perlu, kita buat mereka mencapai titik akhir hidupnya. Dengan demikian, kita dapat mengetahui sampai mana titik kekuatan bocah itu,” ucap sang pemimpin tertinggi di organisasi. Terlihat jelas kekhawatiran di wajah tua pria itu. Keringat berjatuhan begitu deras dari pelipisnya begitu mendengar ramalan pemimpin Vaye.

__ADS_1


Dia semakin mendesak para pemimpin lain untuk menemukan jalan keluar bagi misi mereka. Ramalan yang datang dari pemimpin Vaye semakin membuatnya ketakutan. Dia bertekad untuk segera menghabisi Dimitri apapun caranya.


__ADS_2