
Karena Dimitri terus menolak pada akhirnya mereka harus berduel. Jenderal Thaser tentu tidak bisa menerima semua itu begitu saja karena ini juga membuat dirinya merasa dijatuhkan.
Kepala sekolah haruslah orang yang tepat. Hal itulah yang membuat ia bersikap keras untuk menjadikan Dimitri sebagai kepala sekolah karena ia tahu bagaimana pria itu. Bagaimana sikap dan juga sifatnya. Hal itulah yang membuat Jenderal Thaser tentu tidak ingin mendengar kata penolakan dari mulut pria itu.
Hingga di adakanlah duel antara Jenderal Thaser dan juga Dimitri. Dimitri punya alasan mengapa dia tidak bisa menjadi Kepala sekolah tetapi alasan itu tidak bisa diterima.
***
Igor sedang membantu seorang ibu yang diganggu oleh beberapa orang jahat dengan wajah yang terlihat sangar.
"Mau kalian apakah ibu ini? Lepaskan dia dan kembalikan semua yang kalian ambil!"
Mereka tertawa. Sepertinya mereka merasa bahwa Igor hanyalah pria asing yang mencampuri urusan mereka sehingga yang mereka lakukan hanyalah mereka tertawa dan kemudian berkata.
"Jangan ikut campur! Kalo gak mau…"
Pria itu, mengeluarkan sebilah pisau yang terlihat begitu tajam tetapi justru Igor tidak takut sama sekali bahkan ia kemudian kembali tertawa dan berkata.
"Jangan menakuti orang lain dengan pisau itu lagi karena itu memalukan"
Perkataan itu jelas terdengar terdengar di telinga pria-pria sangar itu.
"Ibu tunggu disana ya"
"Hati-hati nak"
"Tidak apa-apa, serahkan saja semuanya pada saya ya"
"Jangan menjadi pahlawan kesiangan deh!" ucap salah satu pria.
"Serahkan semua barang ibu…"
BRUKK!
Suara terdengar dan betapa terkejutnya Igor saat melihat bahwa yang menendang kepala pria itu adalah perempuan yang sudah cukup lama tidak ia temui bahkan sudah cukup lama ia menyimpan semua yang ia rasakan dan sekarang malah perempuan itu ada di hadapannya.
"Sudah lama menghilang ternyata tuan Igor sudah berpindah profesi menjadi pahlawan kesiangan ya?"
__ADS_1
Suara perempuan itu masih sama dan masih menghanyutkan Igor. Rasanya pria itu tidak ingin pergi dari tempat itu tetapi ia kemudian berhasil dengan cepat sadar dan berkata.
"Aku hanya ingin berbuat baik Rachel, bagaimana kehidupanmu?"
Belum sempat Rachel menjadi, salah satu pria di belakang Rachel menusuk belakang tubuh Rachel dengan sebuah pisau kecil.
Rachel kemudian tidak terlalu terkejut dan kemudian segera berbalik menatap pria yang menusuknya dengan pisau itu dan kemudian berkata.
"Kalo mau menyuntikku, jangan seperti itu"
Rachel menarik pisau di belakang tubuhnya dan kemudian menatap kembali pria itu.
"Oh! Bukan suntik, bagaimana aku melakukan ini padamu juga?"
Mendengar perkataan itu membuat tidak hanya satu orang saja yang mendadak pergi semuanya kemudian mendadak pergi meninggalkan Rachel.
"Dasar penakut!"
Rachel kemudian berbalik menghadap ke arah Igor setelah memunguti beberapa barang yang berada di tanah.
"Apa kabar Igor?"
***
"Kedua?"
"Tidak menyerang bagian tubuh yang dilarang dan sensitif"
Pertarungan antara Jenderal Thaser dan Dimitri dimulai saat itu juga dan tentu saja Dimitri tidak menginginkan status sebagai kepala sekolah karena ia hanya ingin fokus dan juga ia telah memberi alasan bahwa ia benar-benar tidak ingin menjadi kepala sekolah sekolah militer penyihir.
Hal itu jelas Dimitri katakan tadi sebelum pertarungan ini berlangsung tetapi bahkan para ketua-ketua penyihir di situ juga menyetujui apa dikatakan oleh jenderal Thaser. Sehingga di sinilah Dimitri berada harus melawan Jenderal itu dan kemudian harus mengeluarkan tenaga lagi.
Limitry sengaja tidak bertarung dengan sengit dan juga membiarkan jadwal itu menang pada akhirnya. Dimitri tidak banyak melawan dan juga bahkan ia sengaja mengayunkan pedangnya ke lain tempat sedangkan jenderal malah terus membawa buta menyerang Dimitri menggunakan pedang itu bahkan jika sampai salah gerakan ia nyaris menusuk tubuh Dimitri.
"Semudah itu dan tidak semenarik itukah jabatan kepala sekolah?"
Jenderal Thaser berbicara dan bertanya pada Dimitri yang terlihat begitu sangat tidak menyukai pertarungan ini bahkan Dimitri kemudian membuka bajunya dan membuang pedangnya ke sembarang arah dan kemudian berkata
__ADS_1
"Lukai saja aku dimana saja dan kemudian menanglah! Aku tidak ada niat untuk menjadi kepala sekolah!"
"Jika kamu tidak melawan maka kamu tidak akan keluar dari sini Dimitri dan jangan harap kamu bertemu dengan keluargamu"
Perkataan itu nyaris menggores hati milik Dimitri karena satu-satunya tujuan hidupnya adalah bertemu dengan keluarganya dan juga menghidupkan kembali mereka. Jika ia tidak bisa keluar dari kerajaan ini maka semuanya sia-sia saja.
Setelah berpikir keras dan juga berpikir beberapa lama Dimitri akhirnya memakai kembali bajunya dan mengambil pedang yang tadi dibuangnya kemudian melangkah maju ke hadapan jendral Thaser dan kemudian berkata.
"Baiklah, aku akan bertarung denganmu"
Mendengar perkataan dimetri tentu saja Jenderal itu merasa cukup senang karena sekarang lawannya sudah fokus pada dirinya dan kemudian yang sekarang mereka mulai menyerang satu sama lain bahkan teknik dan juga cara mereka mengenakan pedang begitu sangat hebat tidak hanya Dimitri tetapi Jenderal juga tidak kalah hebatnya.
Hingga Dimitri yang sudah fokus pada satu titik fokus aja ini membuat dia memahami Putra dan juga menyerang dengan begitu tidak berperasaan sehingga Jenderal kemudian tersungkur ke lantai saat itu dan kemudian ia tidak bisa berbuat apapun tetapi karena ia memiliki banyak pasukan dan juga ia memiliki bantuan yang ada ia kemudian memanggil semuanya.
Tentu saja diperhadapkan pada lawan yang begitu banyak membuat Dimitri begitu tidak bisa menyelesaikan semuanya dan ia tidak bisa menggunakan kekuatannya dan juga ia hanya bisa menggunakan senjata yang dipegangnya ini sehingga ia hanya bisa terus menerus melawan para musuh di depannya yaitu anak buah dari jenderal Thaser.
Dimitri memang kalah tetapi saat ini ia tidak kalah karena ia memang benar-benar merelakan kekalahannya tetapi ia benar-benar tidak bisa melawan banyaknya musuh yang terus berdatangan bahkan hanya dengan sebuah pedang.
Hal itulah yang membuat Dimitri kemudian sadar mengapa selama ini ketika bertarung bersama Rachel dan juga Igor, dia selalu melihat mereka terlalu lamban dan juga bahkan sering terluka dan hal inilah yang membuat dimetri sadar bahwa dia berbeda dari yang lainnya.
Dimitri kemudian dilumpuhkan oleh anak buah dan juga Jenderal berdiri dan menaruh pedang di leher Dimitri dan kemudian berkata.
"Aku menqng seperti keinginanmu"
"Sekarang, lepaskan aku!"
Memenuhi janji yang tadi Jenderal kemudian segera memerintahkan agar pengawal tidak menutup dan memblokir jalan keluar sementara itu Dimitri kemudian segera mengucapkan terima kasih atas semuanya dan mengatakan begitu banyak kata maaf jika ada melakukan kesalahan di kerajaan ini bahkan terutama di sekolah militer penyihir.
Begitu sangat menyedihkan tetapi itulah akhirnya Dimitri kemudian keluar dari kerajaan itu sama seperti Rachel dan juga Igor mereka tidak menetap di kerajaan membantu di kerajaan tetapi mereka keluar dan membantu para ras manusia.
Dimitri terus bermediasi dan juga bermeditasi di atas gunung bahkan ia terus berdoa dan meminta agar keluarganya dikembalikan bahkan ia terus berfokus untuk menggunakan kepedulian alam dan juga kemurahan hati dari sang pencipta hingga pada akhirnya kemudian keluarganya benar-benar dibangkitkan kembali dan Dimitri akhirnya bisa berkumpul bersama keluarganya.
Jika ditanya Apakah Dimitri senang bahagia maupun merasa baik tentu saja ia karena sekarang ia berkumpul bersama keluarganya yaitu keluarga Damien.
Tentu saja kami terima merasa begitu bahagia walaupun tawaran menjadi kepala sekolah menjadi masa depan yang bagus untuknya tetapi Dimitri tidak ingin merasa terkekang dan juga harus terus berada di balik meja dan kemudian hanya duduk berhari-hari di dalam kantor sebagai seorang kepala sekolah.
Tentu saja itu bukanlah diri Dimitri dan sejak awal dimetri memang sudah tahu bahwa ia sangat tidak cocok menjadi kepala sekolah dan kini ia pulang bertemu dengan keluarganya dengan banyak cerita yang ingin ia sampaikan pada keluarganya.
__ADS_1
Setelah Dimitri pergi jenderal Thaser kemudian terus saja membayangkan bagaimana anak itu sejak ia masuk ke dalam sekolah militer penyihir bahkan sejak ia tidak tahu apa kekuatan yang dimiliki dirinya membuat Jenderal merasa begitu sangat bahagia karena mengenal mereka.