
Tatanan Baru Dunia. Tiba-tiba saja Dimitri teringat akan hal itu.
Kata-kata yang keluar dari mulut seorang pencuri yang berusaha mengambil buku mantra sihirnya.
Pencuri itu mengatakannya sebelum ia mati bunuh diri.
Dimitri masih sangat mengingatnya dan sampai saat ini masih belum mengerti apa maksudnya.
Apa hubungan mereka dengan dirinya dan keluarganya?
Sebelumnya mereka membahas bahwa ia pewaris keluarga Damien, lalu akhirnya mengatakan tentang Tatanan Baru Dunia.
Apa semua itu saling berkaitan? Jika benar mengapa ia tak mengerti sama sekali.
Apa itu juga tentang keluarganya yang sampai saat ini telah tiada?
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Dimitri pada sistem.
[Bukankah itu yang ingin kau cari tahu? Mengapa bertanya?]
"Kau bergabung denganku untuk mencari tahu kebenaran itu bukan? Untuk membantuku?"
[Benar. Namun, sekarang aku belum mendapatkan informasi tentang itu]
Tiba-tiba saja ucapan sistem begitu lembut, padahal sebelumnya sedikit menyebalkan.
Lagi pula memang tugas sistem adalah membantunya mencari tahu alasan sebenarnya dirinya berada di tempat itu.
Ia bahkan selama ini tak mengerti mengapa dirinya berada di sana yang memang secara mendadak dan sedikit membingungkan.
Beberapa tahun lalu memang ia bersekolah di sana sebagai seorang siswa, lalu setelah lulus ia kembali ke rumahnya.
Namun, dalam sekejap keluarganya hancur dan ia pun berpindah tempat kembali ke sekolah militer itu, yang membuat dirinya menjadi cukup bingung.
Hidup tenang, nyaman, dan segala hal terpenuhi, hancur seketika.
Ia bukan siapa-siapa lagi, bukan anak dari seorang penyihir yang bergelar bangsawan.
Namun, meskipun begitu ia ingin kembali membangun keluarganya Damien, karena memang itu tujuannya selama ini.
Sebelumnya orang tuanya seorang Marques tingkat satu dan seharus sudah menjadi Duke, tetapi keadaan itu pupus karena orang tuanya telah tiada.
Meskipun seharusnya ia yang bisa menggantikannya, tetapi ia lebih memilih untuk mencari tahu kebenaran kematian keluarganya.
Sampai sekarang belum ada informasi untuk itu. sedangkan rumahnya saja hancur tak tersisa, meskipun jasad orang tuanya tak ditemukan tetapi ia sudah pasrah jika mereka mati.
Buktinya sampai lebih dari sepuluh tahun mereka tak pernah muncul.
Padahal pastinya mereka akan tahu bahwa dirinya di sekolah militer sihir itu, karena memang mereka yang memasukkan dirinya ke sana.
Hal itulah yang ingin Dimitri tahu, apalagi saat ini pikirannya pecah tentang apa yang dikatakan pencuri beberapa waktu lalu.
__ADS_1
Para pencuri itu seolah tahu bahwa dirinya adalah seorang penerus atau pewaris dari keluarga Damien.
Padahal tak semua orang tahu bahwa dirinya masih hidup, bahkan mungkin mereka pikir dirinya juga ikut mati di sana.
Wajar saja, karena memang seharusnya tak ada satupun yang tersisa dari keluarga Damien.
Selain itu ia juga yakin bahwa para pencuri itu ada yang memerintah mereka, dan tujuan sebenarnya bukan mencuri buku mantra sihir keluarga.
Namun, lebih kepada ingin memancing dan membunuhnya.
Seharusnya rencana itu berhasil jika tidak dibantu oleh sistem yang memiliki kekuatan luar biasa itu.
Jika tanpa bantuan sistem, mungkin dirinya sudah benar-benar mati mengenaskan dan tak ada lagi penerus keluar Damien.
Lalu jika tujuan mereka itu untuk apa sebenarnya? Apa untungnya membunuhnya? Apa karena ia penerus keluarga Damien ia juga harus mati?
Mengapa tidak sejak awal saja ia dibunuh?
Memikirkan semua itu membuat kepalanya putih ternyata, apalagi sejak tadi ia sambil memandangi buku mantra sihir yang berada di perpustakaan sekolah.
Padahal buku itu sangat berharga, tetapi pihak sekolah melarang Dimitri menyimpannya seorang diri.
Dimitri tak mungkin menolak, karena dirinya harus memberikan semua pada sekolah itu, bahkan jika harus tubuhnya pun ia berikan.
Sumpah itu ia sudah ikrarkan saat ia masih menjadi anggota militer tanpa pangkat, kini ia sudah menjadi Kapten dan lebih lagi untuk menyerahkan seluruhnya pada kemiliteran.
"Aku mencarimu sejak tadi, ternyata kau di sini. Apa yang kau lakukan?" tanya Igor yang melihat Dimitri berada di dalam perpustakaan itu.
"Ada pertemuan mendadak. Jenderal meminta kita untuk berkumpul."
Dimitri mengerti, lalu ia pun menaruh buku mantra sihir kembali ke raknya dan berjalan mendekati Igor.
Mereka pun berjalan beriringan menuju ruang pertemuan.
Tak berapa lama mereka pun sampai di ruangan pertemuan, yang sudah dihadiri banyak prajurit militer.
Saat itu, mereka membicarakan mengenai peperangan antara Kerajaan Blackbear dengan Kerajaan Redhat.
Jenderal Tasher lalu memberi perintah pada Dimitri untuk menjadi pemimpin garis depan, yang bukan merupakan keahliannya sama sekali.
Mendengar hal itu Dimitri terkejut, karena biasanya ia menjadi seorang pelindung di bagian belakang.
Ia dan pasukannya berada di belakang untuk memastikan semua baik-baik saja, dan melakukan serangan jarak jauh.
"Mengapa harus saya, Pak?" Begitu tanya Dimitri yang bingung dengan perintah Jenderal Tasher.
"Ini sudah keputusan dari para Jenderal dan kesepakatan bersama," jawab Jenderal Tasher dingin.
Keputusan bersama, tetapi tidak mendiskusikannya lebih dulu bersama dengan para kapten.
Padahal mereka bagian terpenting dari sebuah peperangan.
__ADS_1
Dimitri lalu menatap Igor, untuk memastikan bahwa Igor tidak kecewa dengan apa yang dikatakan Jenderal Tasher itu.
Dimitri juga tak ingin Igor berpikir bahwa dirinya yang meminta mereka untuk memberikan posisi itu padanya.
Padahal ia tak butuh sama sekali. Dengan menjadi Kapten Jarak Jauh ia sudah merasa diuntungkan.
Sebab bisa melindungi dari kedua belah pihak, pihak penyerangan dan penyembuh sekaligus.
Ketiga melihat ke arah Igor, tentu saja Igor dan tidak terima dengan hal itu begitu juga Rachel.
Namun, bagaimanapun Jenderal Tasher menggunakan Hak Militernya yang mana adalah seorang Jenderal untuk memaksa Dimitri, mau tidak mau ia harus melakukannya.
Lalu kemudian Jenderal Tasher mengubah posisi Rachel dan Igor juga. Hingga membuat mereka kebingungan.
Namun, disini, Dimitri sama sekali tidak mau gentar dan mau mengambil tugas berat itu dengan terpaksa.
Dimitri mengatakan bahwa ia sanggup melakukan tugas itu, meskipun itu untuk pertama kalinya
Semua orang yang ada di sana cukup terkejut, tetapi Dimitri tidak keberatan dengan hal tidak adil semacam ini.
Bagaimana lagi, menolak pun ia yakin pasti tidak akan berhasil. Sebab menolak tugas yang diberikan atasan sama saja bunuh diri di dalam kemiliteran.
***
"Aku tidak pernah minta ini pada mereka atau bahkan Jenderal Thaser," ucap Dimitri pada Igor dan Rachel begitu mereka sudah keluar dari ruangan pertemuan itu, karena memang sudah selesai.
"Lalu kenapa kau menerimanya jika bukan kau yang menginginkan? Kau lihat semua orang yang ada di dalam tadi terkejut dengan keputusanmu," kata Igor sambil terus berjalan.
"Kau bisa mendebat dan mengajukan keberatan, kau tahu kan menjadi seorang kapten bagian depan sangat sulit." Kini Rachel yang berbicara.
"Aku tahu itu. Aku menerimanya, bukan berarti aku. Tapi kalian tahu sendiri bukan, ini perintah atasan yang tidak mampu dihindari."
Kata-kata dari Dimitri itu langsung membuat Igor berhenti dan begitu juga Rachel.
Igor menarik napas beratnya.
"Aku tahu sebenarnya kau tidak bisa menolak. Aku yang harusnya mengerti bahwa selama ini aku yang berada di garis depan jarang sekali membuahkan hasil yang baik. Rencanaku kurang bagus," kata Igor kemudian sambil menyentuh pundak Dimitri. "Aku yakin kau bisa."
"Aku akan mengupayakan untuk hal itu. Aku akan membuktikan bahwa aku layak di tempat yang baru, tetapi bukan berarti akan berada di sana seterusnya. Bimbing aku jika aku salah." Begitu kata Dimitri.
"Malam ini kau datang ke kamarku, kita berdiskusi tentang ini."
Dimitri mengangguk sambil tersenyum.
Meskipun dengan sedikit perdebatan tadi, tetapi akhirnya semuanya berjalan dengan baik. Tak ada lagi permasalahan yang nampak jelas.
Di satu sisi memang Igor harus menerima bahwa posisinya diambil Dimitri dan posisi diganti, tetapi di satu sisi itu juga memang baik untuk Dimitri belajar tentang menjadi pemimpin.
Kapten garis depan adalah tugas yang berat, maka dari itu dibutuhkan kekuatan. Dan Dimitri memiliki hal itu meskipun belum terlihat di medan perang.
Dimitri pasti bisa, mengalahkan para pencuri yang berjumlah seratus orang lebih saja bisa sendiri. Apalagi jika harus melawan kerajaan lain dengan seluruh pasukan yang ia miliki.
__ADS_1