SISTEM PENYIHIR TERTINGGI

SISTEM PENYIHIR TERTINGGI
020 - TIM KHUSUS TELAH DIBENTUK


__ADS_3

"Jadi perlu rekomendasi untuk orang-orang yang ingin kau masukan tim khusus ini?" tanya Raja saat keduanya terlibat obrolan penting tanpa orang lain.


"Bersama saya sudah ada empat orang, sisa enam orang lagi. Sepertinya saya perlu rekomendasi militer Kerajaan yang hebat dalam hal ini," jawab Dimitri.


"Aku akan memanggil kan mereka untukmu," kata Raja.


Kemudian sang raja meminta para prajurit memanggil beberapa orang untuk masuk ke dalam sana.


Tak lama kemudian orang-orang itu datang, Raja memperkenalkan tiga Jenderal, dua komandan, dan satu kapten yang menurut sang raja sangat pas untuk masuk menjadi bagian dari tim khusus itu.


Mereka adalah orang-orang hebat dalam bidangnya, maka dari sang raja yakin bahwa mereka bisa membantu untuk menyelesaikan misi ini.


"Mereka memiliki elemen sihir yang berbeda, ada tanah, air dan juga angin, dan hanya ada satu yang memiliki elemen api, yakni Jendela Torah."


Dimitri melihat Jenderal yang dipanggil raja dengan nama Torah tadi. Jenderal berbadan tinggi-besar dengan wajah garangnya itu sepertinya terlihat memang seperti api yang diselimuti rasa amarah.


Kemudian sang raja mengatakan kepada mereka berenam bahwa mereka ditugaskan untuk ikut membantu Dimitri menjalankan misi yakni mencari informasi tentang organisasi Holy Mount.


"Cari informasi paling aktual dan penting lainnya, kalau bisa langsung temukan di mana mereka berada saat ini." Begitu kata sang raja.


Setelah itu Igor Rachel dan Jendral taser juga dipanggil ke sana untuk membicarakan rencana selanjutnya sebagai bagian dari misi yang akan mereka jalankan nantinya.


Pembicaraan itu cukup panjang dan lama karena harus menyambungkan satu pikiran dengan pikiran yang lain apalagi malah Jenderal, komandan, dan Kapten yang sebelumnya tak pernah bergabung dengan mereka kadang memiliki pemikiran yang berbeda.


"Karena ini misi yang sebelumnya dipegang oleh Dimitri, sampai saat ini ketua dari misi ini tetap Dimitri," ucap sang raja.


Enam orang tadi saling pandang dengan apa yang dikatakan sang raja, mereka seolah tak Terima bahwa Dimitri yang menjadi pemimpin di sana.


Dimitri memang dikenal sebagai pahlawan baru yang memimpin pasukan dan mengalahkan kerajaan Redhat, tetapi bukan berarti ia bisa memimpin banyak hal.


Apalagi menurut mereka Dimitri masih terlalu muda meskipun ia berpangkat Jenderal.


"Aku tahu apa yang kalian pikirkan, tetapi aku yakin Dimitri bisa mengatasi ini semua. Makanya aku memilih dia untuk mengurus semua ini," sambung sang raja karena melihat bahwa militernya seperti ragu dengan terpilihnya Dimitri sebagai ketua.


Namun, meskipun apa yang dikatakan sang raja itu benar mereka sebenarnya masih ragu dengan semua itu, tetapi mau bagaimana lagi mereka tak mungkin menentang apa yang sang raja katakan.


Karena jika menentang sang raja maka juga menentang perintah negara dan mereka dianggap sebagai seorang yang berkhianat dan kurang ajar.


Sama seperti apa yang dipikirkan Jenderal Thaser tempo hari saat Dimitri datang kepadanya dan meminta ia menjadi bagian dari tim khusus yang dibentuk sang raja.

__ADS_1


"Aku cukupkan pembicaraan kali ini, sekarang kalian boleh pergi."


Setelah sengaja mengatakan hal itu mereka bersepuluh pun keluar dari ruangan istana.


Satu rombongan Dimitri termasuk Jenderal Thaser lebih dulu keluar lalu disusul dengan keenam militer lainnya yang mengikuti Dimitri.


"Tunggu dulu kalian," kata seseorang yang tak lain Jenderal Torah.


Keempatnya terdiam, menghentikan langkah.


"Sejak awal kalian tahu kan kalau aku tak menyukai keputusan sang raja yang memilih anak-anak menjadi pemimpin?" sambung Jenderal Torah.


"Lalu Jenderal mau apa?" tanya balik Igor.


"Aku ingin bertarung satu lawan satu dengan Dimitri, jika aku menang maka aku yang akan menjadi pemimpin, jika kau yang menang kau yang akan memimpin. Aku tahu sihirmu juga sama-sama elemen api kan."


Mendengar tantangan dari Jenderal Torah itu Igor, Rachel, dan Jenderal Thaser hanya berdiam.


Sepertinya Jenderal Torah tidak tahu ia sedang berhadapan dengan siapa ia pikir Dimitri hanya seorang anak kecil yang hanya beruntung karena ia memenangkan sebuah perang.


"Baik aku layani itu," kata Dimitri.


"Mengapa harus menunggu siang nanti."


[Sihir perpindahan dilakukan, tujuan hutan]


"Aku memilih hutan supaya bebas bertarung."


Semua orang yang ada di sana terkejut karena tiba-tiba saja berpindah Sebab mereka tak biasa menggunakan sihir teleportasi.


Dimitri sengaja melakukan hal itu agar tak membuat kekacauan di istana karena jika mereka sampai bertarung benar-benar mereka akan membuat hancur banyak tempat.


[Dinding sihir dibuat]


Dinding otomatis yang dibuat oleh sistem itu langsung memisahkan jenderal Torah, Dimitri, antara yang lainnya.


"Di dalam pelindung dinding sihir tak akan ada yang bisa mengganggu kita, tak akan juga menyakiti orang lain." Begitu ucap Dimitri yang langsung membuat Jenderal Torah kebingungan.


Karena menurut Jenderal Torah selama ini ia tidak pernah melihat orang dengan kekuatan yang begitu luar biasa ia bisa berpindah tempat, serta membuat dinding pembatas antara satu tempat ke tempat yang lainnya.

__ADS_1


Lalu kemudian Andreas menunjuk satu jarinya ke atas langit yang langsung mengeluarkan bola api raksasa saking besarnya bahkan mungkin akan terlihat dari jarak yang cukup jauh.


Jenderal Torah yang melihat hal itu langsung kebingungan ia tak mungkin bisa mengalahkan orang dengan elemen sihir yang begitu luar biasa dan akhirnya Sang Jenderal pun mengaku kalah dalam pertempuran yang bahkan belum saja dimulai.


"Aku mengakuimu sebagai seorang pemimpin tim khusus ini," kata sang Jenderal.


Setelah mengatakan hal itu, sang Jenderal dan kelima orang lainnya berlalu pergi dari sana, dan tak peduli jawaban apa yang akan dikatakan Dimitri dan yang lainnya.


Dimitri memang langsung menunjukkan kekuatannya supaya tak membuang waktu untuk bertarung dengan orang lain Bahkan ia tak merasa bermusuhan dengan orang itu.


Dengan begitu pertarungan itu berakhir dengan damai dan sangat singkat tak ada yang dirugikan, tak ada tempat yang rusak atau hal yang lainnya.


Setelah paramiliter itu berlalu pergi dari sana Jenderal Thaser tanpa mengucapkan sepatah kata pun ia jika pergi.


"Kau hebat sekali langsung membuat Jenderal itu menyerah," kata Igor.


"Aku tak mau ngurusin orang dengan membuang waktu, dari pada aku menghancurkan tempat ini mending aku menggertaknya."


"Benar sekali, jika tidak begitu, mereka pasti akan semena-mena dan banyak omong." Begitu kata Rachel.


Setelah itu mereka pun memutuskan untuk berlatih sebelum melakukan misi nantinya latihan sederhana dan singkat.


Latihan itu juga untuk melihat sejauh mana kekuatan yang mereka miliki karena mungkin nanti musuh mereka adalah orang-orang yang paling kuat dari organisasi tersebut.


Sedangkan Dimitri hanya membantu melatih kedua temannya itu karena ia yakin bisa mengalahkan mereka dengan kekuatannya memiliki meskipun mereka begitu licik dengan kekuatan-kekuatan yang aneh lainnya.


Tak lama kemudian sesi latihan pun berakhir mereka bertiga kembali ke kamar masing-masing untuk mengisyaratkan diri begitu juga dengan Dimitri.


Dua hari dari sekarang mereka akan menjalankan misi pertama secara berkelompok untuk mencari tahu tentang organisasi yang dimaksud.


Dengan begitu ia harus menyusun rencana untuk dirinya sendiri terlebih dahulu Setelah semua rencana itu berakhir dengan baik maka ia akan memberitahu rencananya kepada para anggota dari tim khusus yang telah dibentuk.


Meskipun ia saat ini memimpin bukan para prajurit ataupun militer biasa, tetapi mengurusi para militer dengan tingkat yang tinggi adalah hal yang cukup sulit karena pikiran mereka berbeda mereka memiliki rencana tersendiri dan tahu harus melakukan apa.


Meskipun begitu ia yakin akan mampu memimpin mereka dan akhirnya mendapatkan informasi banyak tentang organisasi tersebut.


Karena ia harus mendapatkannya, sebab sebelumnya ia sudah gagal dan kembali ke istana dengan tangan yang kosong. Padahal seharusnya ia menyelamatkan orang-orang di kota tersebut dan mencari tahu kebenaran dari bubuk putih yang buat mereka seperti layaknya Zombie atau bahkan mencari tahu tentang organisasi Holy Mount.


Dimitri tak ingin gagal lagi untuk menjalankan misi selanjutnya setelah ini.

__ADS_1


__ADS_2