SISTEM PENYIHIR TERTINGGI

SISTEM PENYIHIR TERTINGGI
023 - ANGGOTA KELOMPOK BARU


__ADS_3

“Hey! Kita mau ke mana?” tanya Igor sembari mengekori Dimitri dari belakang.


“Ke pasar budak,” jawab Dimitri singkat.


Mereka bertiga saat ini sudah menuruni kereta kuda, dan sedang menyusuri jalan setapak menuju pusat pasar.


‘sistem, aku ingin membeli skill mata dewa untuk membantuku melihat potensi tersembunyi dari calon-calon anggota baru dari tim khusus yang ingin aku buat.’ Pinta Dimitri mengucapkan keinginan dari pikirannya yang langsung disanggupi oleh sistem.


[Transfer skill Mata Dewa sedang diproses. Transfer selesai. Mata Dewa akan berfungsi otomatis saat kau menginginkan ia aktif]


Dimitri tersenyum kecil mendengar hal itu dari sistem. Dia segera menggunakan skill barunya untuk meneliti tiap wajah di depannya. Di pasar budak ini banyak orang menawarkan dagangan mereka berupa manusia beragam usia. Ada orang-orang yang menawarkan bayi yang baru lahir hingga pemuda-pemudi dewasa yang siap bekerja.


Dengan bantuan skill mata dewa, Dimitri akhirnya memilih sepuluh orang budak yatim-piatu dari pasar tersebut. Dia mengajak mereka ke area pelatihan, memberikan pakaian yang layak, kemudian makanan yang enak. Barulah mereka dilatih dengan begitu keras. Mulai dari latihan fisik, hingga ilmu sihir yang begitu rumit.


“Huft! Aku lelah sekali,” kata Dimitri sembari duduk di kursi istirahat di tepi arena latihan.


Saat ini Dimitri, Igor, dan Rachel sedang membantu anggota baru tim khusus bentukan Dimitri sendiri. Mereka adalah pemuda-pemudi yang diambil Dimitri dari pinggir jalan. Mereka semua adalah orang-orang istimewa yang dilihat Dimitri memiliki kemampuan meski status mereka yatim-piatu.


“Meski melelahkan, Mereka cukup cepat belajar,” ujar Igor saat menyusul Dimitri duduk di bangku istirahat. Pemuda itu mengambil botol minuman di sisi Dimitri, dan langsung menenggak isinya dengan rakus.


“Pilihanmu tidak pernah salah, jendral,” puji Igor pada Dimitri yang sedang mengusap keringat di kening.

__ADS_1


“Jadi, apa nama kelompok ini?” tanya Rachel yang baru datang.


“Emm, bagaimana kalau Supreme Wizard?” tanya Dimitri sembari membuat gesture berpikir keras.


“Itu nama yang cukup bagus,” kata Igor menimpali.


“Iya. Aku juga setuju dengan nama itu,” sahut Rachel.


Mereka bertiga menoleh kepada sepuluh pemuda yang saat ini berlatih di tengah arena. Selama beberapa hari mereka bertiga sendiri yang akan mengajari kesepuluh anggota baru itu. Di bahu kesepuluh pemuda itu, mereka bertiga menitipkan harapan demi masa depan yang lebih baik bagi kerajaan.


“Apakah sudah saatnya melatih mereka menggunakan Mana?” tanya Igor suatu hari saat melatih mereka.


“Hemm. Aku rasa fisik mereka sudah cukup kuat. Kita bisa mulai melatih mereka untuk menggunakan Mana yang suci,” jawab Dimitri sembari memeriksa ketahanan fisik, dan ilmu dalam kesepuluh muridnya.


“Baiklah semuanya, saya akan mencoba mentransfer Mana pada kalian. Persiapkan tubuh kalian, dan jangan menolaknya!” ucapan Dimitri bergema di telinga para muridnya.


Kemudian, dengan konsentrasi penuh, Dimitri mencoba menyalurkan Mana yang dimilikinya untuk pertama kalinya. Awalnya sepuluh pemuda sedikit terkejut. Tetapi mereka tetap memasang konsentrasi penuh untuk menerima energi Mana yang begitu dahsyat. Meski begitu, ada beberapa anak nyaris terbatuk. Melihat gelagat itu, Dimitri langsung menghampirinya, dan membantu tubuhnya menerima Mana dengan sekali sentuhan di bahu.


Kesepuluh pemuda-pemudi itu masih terus berkonsentrasi mengatur aliran Mana agar menyatu pada tubuh. Selama sisa hari itu Mereka terus duduk berkonsentrasi di satu tempat yang sama untuk mengendalikan energi yang baru masuk ke dalam tubuh mereka. Meski baru pertama kali menerima Mana, tubuh mereka bisa menerima dengan cukup baik.


Sejak hari itu Mereka mendapat pelatihan yang lebih berat. Yaitu mencoba menghapuskan energi negatif. Kesepuluh orang itu awalnya dilatih untuk menyingkirkan energi negatif dari satu benda kecil. Kemudian mereka ditugaskan menyingkirkan energi negatif dari salah satu hewan yang cukup besar seperti kambing yang sedang mengamuk.

__ADS_1


“Wihh!! Makin ekstrim aja, nih, tugas kita!” keluh salah seorang murid kepada rekannya saat melihat kambing dengan tanduk besar yang terus mencoba mengamuk, dan ingin mengganggu mereka semua.


“Namanya juga berlatih. Jika ingin maju, kita harus berusaha semakin keras setiap harinya. Tapi, Bukankah ini menyenangkan bisa berlatih bersama tuan Dimitri yang terkenal?” sahut yang lainnya.


“Iya, benar! Semoga kelak aku bisa mencontoh perjuangannya, dan juga mencontoh sikap rendah hatinya,” jawab anak yang pertama bertanya.


Pelatihan ini bukanlah hal ringan. Namun karena Dimitri sendiri dan teman-temannya yang melatih, anak-anak ini jadi bersemangat. Mereka semua berusaha keras untuk memenuhi ekspektasi Dimitri. Mereka berlomba-lomba untuk membuat sang jenderal yang begitu terkenal mengakui kemampuan mereka meski mereka bukan dari kalangan prajurit elit. Beberapa Minggu ini mereka semua melakukan banyak penelitian sihir yang berguna untuk bisa menghancurkan Mana Hitam. Kini tiba saatnya mereka mencoba menghancurkan Mana Hitam yang ada di kota Sweethoney.


Jika biasanya mereka berlatih dengan media sederhana yang diambil dari kota itu, kali ini mereka akan langsung masuk ke kota yang berbahaya, melacak energi Mana Hitam, dan menghancurkan mereka dengan kemampuan yang sudah dipelajari. Meski awalnya mereka masuk ke kota dengan sedikit takut, pada akhirnya mereka bisa menyelesaikan tugas dengan cukup mudah.


“Tadinya aku kira kita akan bertemu dengan monster mengerikan atau semacamnya,” gumam seorang anak anggota Supreme Wizard pada salah satu rekannya.


“Aku pikir juga begitu. Tetapi guru bilang, hal-hal berbahaya sudah mereka tangani. Kita hanya perlu membersihkan beberapa area dari energi hitam yang kuat ini,” sahut seorang pemuda dengan tato di tangannya. Saat ini mereka sedang menyingkirkan Mana Hitam dengan dibagi menjadi beberapa kelompok.


Anak-anak ini terlihat begitu santai saat melakukan tugas mereka membersihkan area dari energi hitam. Sebab musuh-musuh berbahaya sudah dibersihkan Dimitri, dan kedua saudaranya.


Dalam ekspedisi ke kota Sweethoney ini, mereka menunjukkan pada dunia, bahwa hanya butuh waktu singkat saja bagi sepuluh pemuda Supreme Wizard untuk mencapai kekuatan tinggi, dan bisa menciptakan Mana Suci yang bisa menelan Mana Hitam itu.


Kemampuan mereka ini membuat Dimitri tersenyum senang. Dia bangga murid-muridnya bisa mempelajari sihir dengan cepat. Sebab itu artinya, dia tidak salah menilai, dan memilih mereka.


Mulai sekarang anak-anak inilah yang akan menjadi tangan kanan utama Jendral muda tersebut. Merekalah yang akan menemaninya menyelesaikan misi yang rumit maupun membutuhkan banyak personil. Sebab bagi Dimitri anak didiknya Sendiri jauh lebih berpotensi dibanding anggota organisasi sihir manapun.

__ADS_1


Alasan Dimitri mencari anggota yang baru adalah karena anggota sebelumnya ternyata memiliki misi lain.


Padahal ia sudah bersusah payah meminta pada sang raja supaya para Jenderal ikut dalam kelompoknya.


__ADS_2