SISTEM PENYIHIR TERTINGGI

SISTEM PENYIHIR TERTINGGI
016 - ORGANISASI HOLY MOUNT


__ADS_3

"Rumahku! Keluargaku!" teriak salah seorang warga seperti seseorang yang tengah kerasukan.


Siapa saja pasti bisa menjadi gila dan kehilangan akal sehat mereka ketika melihat keluarga mereka sendiri harus tiada tepat di depan mata mereka.


Ada begitu banyak orang-orang kota yang tampak terluka akibat terkena serpihan bangunan rumahnya yang runtuh itu.


"Tentu, Rachel. Pergi saja. Inilah saat yang tepat untuk menunjukkan kekuatanmu," kata Igor seraya memegang pundak gadis itu.


Igor tahu, Rachel sedari tadi tampak menatap ke arah para warga-warga kota yang mengaduh kesakitan itu.


Rachel ingin membantu dan menyembuhkan luka semua orang itu, tetapi beberapa di antara mereka yang berbicara dengan nada tinggi pun membuat gadis itu menjadi urung untuk melakukan tindakannya.


Memiliki masa lalu yang sama, yang terlalu takut akibat suara teriakkan dari mulut orang lain itu yang seperti mengingatkan kembali masa-masa kelam itu membuat Igor paham kenapa Rachel yang sering memiliki jiwa membantu malah hanya berdiri mematung di tempatnya saat itu.


"Apa kau yakin mereka tidak akan berteriak kasar jika aku membantu mereka, Igor?" tanya Rachel dengan wajah yang sudah dipenuhi bulir-bulir keringat karena terlalu takut dengan ingatan masa lalunya.


Igor pun lalu mendekat. Menurunkan tangannya dari pundak Rachel menjadi menggenggam tangan gadis itu. Igor lalu mengarahkan tubuh Rachel untuk menatap ke arah dirinya.


"Rachel, kamu sendiri yang bilang. Masa lalu itu pasti akan memberikan hikmah untuk kita. Tidak ada kebaikan yang akan disambut dengan kejahatan. Niatmu sangat baik untuk membantu penyembuhan luka orang-orang kota ini, tentu mereka pasti akan menyambut baik dirimu, Rachel.


Tatap mataku, jangan pernah ragu untuk membantu selagi kamu memiliki kemampuan untuk membantunya," ucap Igor berusaha memberikan pengertian dan ketenangan kepada gadis itu.


Beberapa saat hanyut dalam tatapan mata itu membuat detak jantung Rachel terasa berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Sungguh, pertanda apakah ini?


Buru-buru Rachel pun mengalihkan pandangannya ke arah lain. Semua bukan tiada maksud, melainkan Rachel tak ingin sampai tempo cepat detak jantung itu semakin berlanjut dan membuat hal yang baru.


Perlahan, Rachel pun mulai menarik tangannya yang sebelumnya digenggam oleh Igor.


Meski ada rasa sesak di hati Igor saat gadis yang dicintainya malah bertingkah tidak sesuai harapannya, namun pria itu nyatanya tetap berusaha untuk menampilkan senyuman terbaiknya.


"Terima kasih, Igor. Kau benar. Tidak ada yang harus aku takutkan karena mereka tidak mungkin akan menyakitiku.  Karena niatku sangat baik untuk membantu mereka," ujar Rachel yang setelahnya langsung berjalan pelan menuju para warga kota yang terluka cukup parah itu.

__ADS_1


Sedangkan di jarak yang tidak terlalu jauh dari posisi Igor, tampak Dimitri yang menatap bingung ke arah pria itu.


"Kenapa dengan mereka? Sepertinya Igor tampak bersedih. Lantas, apa yang harus aku lakukan?" gumam Dimitri yang memang masih begitu polos untuk mengerti yang namanya patah hati.


[Hiburlah! Ajak ia mendekat kepada warga-warga kota atau kau tidak akan pernah melihat Igor lagi]


Tiba-tiba saja sistem bersuara, seolah paham dengan kebingungan yang dirasakan oleh Dimitri saat itu.


Meski tak begitu paham dengan maksud sistem namun Dimitri memilih untuk menuruti saja apa yang diucapkan oleh sang sistem.


Dimitri pun lalu mendekati Igor, mengajak pemuda itu untuk ikut bersamanya mendekat ke arah Rachel dan warga kota yang tampak saling bercengkrama ramah itu.


"Terima kasih, Nak. Jika boleh kami tahu, siapakah gerangan kalian semua?" tanya salah seorang wanita yang tengah diobati oleh Rachel.


Dimitri pun lalu berjongkok untuk memudahkannya berbicara dengan Ibu-Ibu itu.


"Saya Jenderal Dimitri, Kapten Igor dan yang sedang mengobati Ibu ini adalah Kapten Rachel. Dari Sekolah Militer, kami semua diperintahkan oleh Raja Yeva Wadim untuk mencari tahu mengenai rumor yang terjadi di kota Sweethoney ini. Suatu hal yang mengejutkan bagi kami ketika tiba di kota ini dan langsung menemukan warga-warga kota yang terlihat seperti tak biasanya," ucap Dimitri mewakilkan kedua temannya dalam berbicara.


Mendengar hal itu, wanita tua itu beserta orang-orang kota Sweethoney lainnya pun langsung mendekat.


Menyadari bahwa dirinya yang biasanya hidup dengan berkecukupan, tetapi sekarang harus sengsara begitu saja.


"Tentu, Ibu. Kita pasti akan menyampaikan pesan Ibu kepada Raja. Raja pasti akan mengirimkan bala bantuan untuk kota Sweethoney itu. Namun, Ibu sebelum kami pergi dari tempat ini. Bisakah Ibu menjelaskan kepada kami apa yang sebenarnya terjadi di kota ini? Mengapa warga-warga kota tiba-tiba menjadi bertingkah laku yang aneh?" tanya Dimitri yang langsung membuat wanita yang telah diobati oleh Rachel itu mengangkat wajahnya ke langit.


Seolah sedang berusaha mengingat jelas semua yang telah terjadi pada kota itu.


"Semua karena kebodohan kami yang gelap mata akan kekuatan. Kami ingin kota Sweethoney lebih terkenal lagi dengan penduduk-penduduknya yang memiliki kekuatan instan dan lebih hebat dibanding penduduk kota yang lainnya," terang wanita itu yang membuat kerutan bingung tercetak di kening Dimitri dan kedua temannya.


"Maksud Ibu? Kekuatan instan? Lalu apa hubungannya dengan bubuk-bubuk putih yang kami temukan di sekitar kota ini, Bu?" tanya Dimitri mewakilkan pertanyaan yang ingin diajukan oleh Rachel maupun Igor.


"Bubuk putih itu yang membuat kami menjadi memiliki kekuatan secara instan. Beberapa orang datang dan memperkenalkan dirinya jika ia berasal dari organisasi Holy Mount.

__ADS_1


Mereka mengatakan jika bubuk yang mereka bawa itu dapat memberikan efek kekuatan secara instan yang akan di dapat oleh siapa saja yang memakannya. Mereka pun juga mengatakan bahwa mereka berniat untuk menyebarluaskan ajaran mengenai 'Tatanan Dunia Baru' kepada seluruh penduduk bumi.


Karena kami semua yang sudah gelap mata akhirnya mempercayai ucapan orang-orang itu. Kami memakan bubuk putih yang mereka berikan, awalnya memang kami memiliki kekuatan yang sesuai dengan janji yang diberikan oleh orang-orang organisasi itu.


Tapi, ternyata dugaan kami mempercayai mereka salah.  Obat itu ternyata memberikan efek samping yang sangat gila yang membuat kami menjadi seperti zombie gila," tutur wanita itu yang membuat Dimitri dan kedua temannya menjadi saling menatap.


Meski masih merasa bingung apa tujuan yang lebih jelas dari 'Tatanan Dunia Baru' ini, tetapi Dimitri memilih untuk mengakhiri saja sesi pertanyaannya.


Setidaknya, ada beberapa informasi yang dapat ia sampaikan kepada Raja nanti. Setelah memastikan semua orang telah pulih dan disembuhkan oleh Rachel.


Mereka pun lalu berpamitan untuk kembali ke kerajaan. Menemui Raja Yeva untuk memberikan semua informasi yang diminta Raja itu serta pesan dari warga-warga kota Sweethoney untuk bantuan sebagai penunjang hidup mereka.


"Menurutmu, apakah Raja akan melakukan penyelidikan baru untuk kasus bubuk putih ini? Apa yang dimaksud dengan tujuan 'Tatanan Dunia Baru' untuk menghabisi nyawa Dimitri yang suatu hari nanti akan mengancam keselamatan dunia?


Bukankah berkat Dimitri lah dunia ini mampu menjadi seimbang dan baik-baik saja? Tapi, tidak mungkin untuk suara kala ledakan itu hanya main-main. Aku rasa itu adalah suara yang berasal entah dari mana namun memberikan pernyataan yang benar," tutur Igor yang merasa bingung dengan kesimpulan apa yang kiranya dapat mereka ambil dari kejadian hari ini.


Mendengar itu Dimitri hanya terdiam membisu. Sebelum akhirnya, Igor lantas kembali bersuara.


"Benarkan apa yang aku katakan, Dimitri. Bajumu akan sia-sia," ucap Igor berusaha mengalihkan pembicaraan mereka.


Setelah itu mereka pun saling bercengkrama untuk mengisi suasana hening selama perjalanan pulang.


Setibanya mereka di istana, para prajurit pun menyambut mereka semua dengan ramah.


Banyak tatapan penuh kagum ke arah mereka bertiga, sebab untuk pertama kalinya ada orang yang diperintahkan Raja mampu pulang dalam waktu yang sangat cepat.


Begitu Dimitri bertemu dengan Raja. Ia pun langsung saja mengatakan apa yang sudah ia dapatkan selama berada di kota Sweethoney. Tak lupa Dimitri juga menyampaikan pesan permohonan bantuan dari warga kota Sweethoney.


Tampak wajah Raja yang berubah-ubah saat mendengar penjelasan dari Dimitri.


Hingga akhirnya, setelah Dimitri selesai menyelesaikan ucapannya. Raja pun lalu bergumam sembari terus memikirkan jawaban atas semua pertanyaan yang terkumpul di kepalanya terhadap kasus pada kota Sweethoney itu.

__ADS_1


"Organisasi Holy Mount? Terdengar asing namun apakah maksudnya?"


Raja bertanya hal itu pada mereka karena tak mengerti maksudnya.


__ADS_2