Sopir Cantik Milik Tuan Ceo Lumpuh

Sopir Cantik Milik Tuan Ceo Lumpuh
Bertemu Masa Lalu


__ADS_3

“Aduuh… bagaimana ini. Mana di sini jalanannya sepi sekali” ucap Anggun berbicara sendiri. Merasa bingung orang yang di kenalnya tersebut belum juga sadarkan diri.


Namun dia kembali mencoba untuk menyadarkan temannya tersebut.


“Raja… Raja… bangunlah!” ucap Anggun sambil menggoyang-goyangkan pipinya.


“A…ada tikuuuuss” lanjut Anggun tiba-tiba berbicara seperti itu.


“A…apa?!” ucap Raja yang tiba-tiba terbangun dari pingsan nya.


Entah dia memang sengaja mengelabui preman-preman tadi atau hanya berpura-pura pingsan.


Tapi saat ini Raja langsung terbangun dan seolah takut dengan sesuatu yang di teriakkan Anggun padanya.


Dia berjingkrak-jingkrak ketakutan, meskipun tubuhnya penuh dengan babak belur tapi dia masih dapat melompat-lompat untuk menghindari sesuatu yang ia takuti.


“Tidak.. tidak… tidak. Jauhkan itu dari ku” lanjut Raja berteriak.


Sementara Anggun tiba-tiba tertawa geli melihat tingkah temannya tersebut.


Rupanya Anggun sedang mengerjai temannya tersebut.


“Sudah… sudah, cukup. Tidak ada tikus di sini”ucap Anggun sambil mencoba menahan tawanya tersebut.


“Kau ini lucu. Dari jaman dulu masih saja takut dengan tikus. Pada hal hobi mu berkelahi dan wajahmu tidak menggambarkan seorang yang penakut” lanjut Anggun mengenang sedikit masa lalunya.


“Anggun?” pekik Raja saat melihat dan menyadari siapa yang saat ini ada di hadapannya.


“Kenapa kau ada di sini?“ lanjutnya merasa sedikit heran.


“A.. aw..” ucapnya lagi sedikit merintih menyadari wajahnya yang babak belur dan terasa sakit.


“Kau tidak apa-apa?” ucap Anggun sedikit khawatir mendengar temannya tersebut merasa kesakitan.


“Tidak.. aku tidak apa-apa” ucap Raja menanggapi.


“Kau tidak menjawab pertanyaan ku. Kenapa kau bisa ada di sini?” lanjut Leon kembali bertanya sambil memegang pipinya yang terasa sakit.


“Memangnya aku perlu menjawab pertanyaanmu itu” ucap Anggun sedikit ketus sambil membawa kembali barang bawaannya tadi.


“Kau ini dari dulu masih saja bersikap jutek dan ketus pada ku” ucap Raja terkenang masa lalunya saat bersama Anggun dulu.

__ADS_1


“Kau juga masih saja suka berkelahi dan tidak ada kapok-kapoknya” ucap Anggun tidak mau mengalah.


“Lihat wajahmu itu, sudah babak belur masih saja cerewet” lanjut Anggun mengomel.


“Hah.. sudah cukup. Kau memang slalu tidak mau mengalah dengan ku” ucap Raja sedikit kesal.


“Ee…” ucap Anggun hendak ingin kembali melawan ucapan temannya itu.


Namun Raja dengan cepat segera menutup mulut Anggun dengan tangannya tersebut supaya tidak lagi bersuara dan terus membantah ucapannya.


“Sekarang kau tidak bisa lagi bicara” ucap Raja menutup mulut Anggun setelah menarik tangan Anggun dan menutup mulutnya.


“Lebih baik kau katakan, apa yang sedang kau lakukan di tengah malam begini?” lanjut Raja masih penasaran dengan keberadaan Anggun saat ini.


Namun Anggun yang tidak dapat mengeluarkan suara untuk menjawab pertanyaannya, mulai menggigit tangan yang menutup mulutnya tersebut.


Seketika itu Raja pun kembali kesakitan namun kali ini telapak tangannya yang terasa sakit karena gigitan Anggun.


“Aw..aw..aw.. kenapa kau menggigit tangan ku?” pekik Raja setelah melepaskan tangannya sambil memegangi tangannya yang di gigit Anggun.


“Kau ini dari tadi nanya terus, bagaimana aku bisa menjawab kalau mulut ku saja kau bungkam” ucap Anggun sedkit kesal.


Raja pun terdiam, ada benarnya juga apa yang Anggun katakan.


“Sodara?. Setahuku kau tidak punya sanak saudara di tempat sini” ucap Raja yang sedikit mengenal Anggun saat itu.


“Sudahlah… aku tidak ada waktu untuk bercerita pada mu” ucap Anggun tidak berniat untuk membahas kehidupan pribadinya.


Kemudian Anggun pun hendak melangkahkan kaki untuk melanjutkan perjalannya.


“Heh tunggu kau mau pergi kemana?” ucap Raja hendak menghentikan langkah Anggun.


Tapi Anggun tidak perduli dan terus melangkahkan kakinya pelan.


“Sini biar aku bantu untuk mencari alamatnya” ucap Raja sambil berlari menghampiri Anggun yang terus berjalan.


“Tidak perlu. Aku masih bisa mencarinya sendiri. Lebih baik kau segera pulang dan obati luka-luka mu itu” ucap Anggun menolak.


Tapi Raja terus saja mengikuti Anggun, dia tidak ingin terjadi sesuatu padanya. Terlebih Anggun sudah menolongnya dari preman-preman tadi.


Meskipun sebenarnya dia bisa saja melawan balik preman-preman itu tanpa bantuan siapa pun, meski dia harus babak belur terlebih dahulu.

__ADS_1


Tapi tak di sangka malah ada orang yang membantunya dan itu adalah Anggun.


Akhirnya Anggun pun membiarkan Raja untuk mengantarnya. Dia sudah mengenal Raja cukup baik.


Orangnya keras kepala dan akan sulit untuk menyuruhnya pergi sebelum ia menuntaskan apa keinginannya.


“Kau ini masih saja keras kepala” ucap Anggun pada Raja.


Mereka pun mulai berjalan beriringan sambil Raja membawakan barang-barang Anggun.


“Oh iya. Terima kasih kamu tadi sudah menolongku” ucap Raja sambil berjalan.


“Apa?” pekik Anggun yang merasa salah mendengar. Karena selama yang dia tahu dulu, menurutnya selain Raja orang yang keras kepala dia juga orang yang paling kaku untuk berterima kasih apalagi untuk meminta tolong.


Mungkin karena dulu Raja di sekolahannya di anggap siswa yang paling berpengaruh karena sikap sok jago dan sikap dingin nya tapi membuat siswa-siswi lain sangat segan dan menghormatinya.


Dan jika membuat kesalahan atau pun seseorang yang membantunya Anggun tidak pernah mendengar dia meminta tolong apalagi berkata terima kasih pada seseorang apalagi padanya. Itu lah yang ada di pikiran Anggun selama dia mengenal Raja dulu.


Meskipun dia sempat mendengar bahwa Raja saat itu pernah menyukainya. Tapi Anggun tidak percaya hal itu. Karena selama mengenalnya dulu, dia dan Raja lebih banyak bertengkar dan saling meledek satu sama lain.


Itu sebabnya Anggun tidak percaya rumor di sekolah yang mengatakan bahwa Raja menyukainya. Dia menganggap mungkin saja Raja memang menyukainya, tapi menyukainya untuk terus membuatnya kesal, pikir Anggun saat itu.


Dan bahkan sampai saat ini Anggun tidak pernah mendengar Raja mengatakan suka atau cinta kepadanya.


Itu sebabnya Anggun masih dapat bersikap santai dan apa adanya pada Raja seperti saat ini.


Namun jika Raja pernah menyatakan suka atau cinta padanya, mungkin saat ini akan terasa canggung dan serba salah jika bertemu dengan seseorang yang pernah menyatakan cinta padanya.


“Sudahlah lupakan” ucap Raja menarik perkataannya tersebut. Dia merasa tidak nyaman untuk mengatakannya lagi.


“Lagi pula aku masih bisa menghajar mereka sebenarnya. Coba kau tidak datang, aku pasti sudah menumbangkan para pengecut tadi” lanjut Raja menyombongkan diri, tidak perduli Anggun akan berpikiran apa tentang ucapannya tersebut.


“Benarkah?” ucap Anggun sambil menggerakkan alisnya ke atas. Merasa ragu untuk percaya dengan ucapan laki-laki yang sudah babak belur itu.


Meskipun Anggun tahu jika laki-laki di hadapannya tersebut akan mampu melakukan hal itu.


Anggun mendadak teringat saat dirinya di tolong oleh Raja dulu. Di mana ia sempat di culik oleh beberapa preman yang hendak ingin melecehkan dan berbuat buruk padanya.


Namun beruntung ada Raja yang melihatnya dan dia segera mengejar para preman tersebut yang menggunakan mobil untuk membawa Anggun ke suatu tempat.


Meskipun Raja sempat kehilangan jejak mereka, tapi dia terus mencari keberadaan Anggun saat itu.

__ADS_1


Sementara para preman sudah membawa Anggun ke suatu tempat atas suruhan seseorang.


__ADS_2