
Sementara itu anak-anak nampak begitu antusias dan bahagia setelah berkeliling mention besar tersebut.
Kini mereka sudah berada di kamar yang sudah Leon siapkan langsung untuk anak-anaknya.
Kamar tersebut juga cukup besar untuk di isi kedua anaknya. Bahkan kontrakan yang biasa mereka tempati lebih kecil di banding kamar mereka saat ini.
Apalagi jika melihat suasana kamar mereka saat ini jauh lebih bagus dan mewah.
Sepertinya Leon sudah sungguh-sungguh mendekorasi kamar kedua anaknya tersebut.
Tapi berbeda dengan Anggun yang lagi-lagi di buat melotot dan bertanya-tanya.
“Apa-apaan dia itu, seenaknya saja. Apa dia sengaja ingin menarik hati anak-anak dengan harta yang dia punya” ucap Anggun dalam hati.
“Aku tahu dia ayahnya, tapi bukan begini caranya” kesal Anggun dalam hati.
“Dia pikir aku akan mengizinkan anak-anak tinggal di sini?!. Enak saja!. Tidak.. tidak akan” lanjutnya dalam hati.
Sementara itu, Leon nampak bersenang-senang bersama anak-anaknya sambil bermain dengan mainan yang sudah Leon sediakan di kamar tersebut.
Dan untuk sesaat Anggun tiba-tiba tertegun saat melihat anak-anaknya begitu bahagia bermain dengan ayah mereka. Wajah mereka nampak berbinar dan ceria. Ini kali pertama Anggun melihat mereka sebahagia itu.
Membuatnya hampir lupa dengan apa yang di pikirkan nya tadi.
“Tidak… tidak… “ ucap Anggun sambil menggelengkan kepala pelan.
Kemudian dia segera mendekati Leon dan mengajaknya ke tempat yang agak jauh dari anak-anak.
“Sebentar ya anak-anak. Mama mau bicara sebentar dengan … a..”ucap Anggun pada anak-anaknya, namun nampak enggan untuk melanjutkan kalimatnya yang harus mengatakan ayah anak-anak tersebut.
Dia langsung menyeret Leon dan membiarkan anak-anak bermain sepuasanya. Sementara si kembar hanya dapat melihat tak mengerti, namun mereka kembali bermain melanjutkannya.
“Ada apa, kenapa kau menyeretku ke sini?” tanya Leon sedikit tak mengerti.
“Ada apa… ada apa. Aku yang harusnya bertanya pada mu” tanya Anggun sinis.
“Untuk apa semua ini. Apa anda sengaja membuat semua ini untuk menarik hati anak-anak?” kesalnya pada Leon.
“Mmhhh… menurut mu?” ucap Leon dengan santainya.
__ADS_1
“Memangnya… apa salahnya jika aku melakukan semua ini untuk anak-anakku sendiri?” lanjut Leon berbicar.
“Tentu saja salah. Semua ini terlalu berlebihan. Jangan karena anda bergelimang harta lalu anda berpikir akan merebut anak-anak” ucap Anggun berpikir bahwa Leon akan merebut anak-anak darinya.
“Tunggu, tunggu, tunggu”
“Apa tadi kamu bilang. Merebut?”
“Memangnya siapa yang akan merebut anak-anak dari mu. Kau terlalu banyak berpikir”
“Sudahlah lebih baik kita temani anak-anak main. Lagi pula, ini kali pertama aku bisa bermain bersama mereka. Jadi jangan buat aku melewati momen-momen ini. Ok”
“Bersantailah!” ucap Leon mengakhiri di daun telinga Anggun dengan suara lembutnya.
Anggun yang mendengar hal itu, langsung membelalakkan mata. Dia tidak bisa bersantai jika menyangkut si kembar. Tapi Leon malah menyuruhnya untuk santai.
“Apa?. Enak saja dia bilang” ucap Anggun sambil berlari kecil menghampiri Leon. Dia tidak berniat berhenti sampai semuanya jelas dan beres.
“Tut.. tunggu. Kita belum selesai” lanjut Anggun. Namun Leon yang tidak ingin terus berdebat dengan Anggun memilih untuk mengabaikannya dan kembali bermain menemani anak-anaknya.
Dan Anggun yang hendak menarik kembali Leon, tiba-tiba kedua anaknya sudah memegangi kedua tangannya supaya ikut bermain bersama.
Akhirnya karena anak-anak tercinta yang mengajak dan memaksanya untuk ikut bermain, Anggun pun sejenak melupakan masalahnya dengan Leon.
“Ayo selangkang ayah juga ikut” ucap Juni sambil menarik lengan Leon dan juga Anggun.
“Ayah dan Ibu jadi penjaganya, ya. Aku dan Kak Juna jadi ulalnya.”
“Ayo sekalang kalian pegangan tangan” ucap Juna membuat kedua orang tuanya saling bertatapan satu sama lain.
Mereka tahu permainan itu sangatlah mudah. Tapi untuk mereka saat ini, cukup sulit untuk terus menyatukan kedua tangan mereka di masing-masing.
Apalagi dengan Anggun yang tentu merasa canggung kembali jika berhadapan dengan Leon, apalagi jika harus saling berpegangan tangan dan berhadap-hadapan.
Namun karena yang meminta kedua anaknya mereka terpaksa mengindahkan hal tersebut.
Tidak hanya kedua orang tuanya yang di ajak, mereka juga mengajak beberapa pelayan untuk ikut bermain ular naga.
Supaya permainannya lebih seru dan banyak orang.
__ADS_1
Alhasil Leon dan Anggun yang jadi penjaga, membuat keduanya harus terus berpegangan tangan dan saling berhadapan.
Awalnya Anggun berusaha untuk terus melepaskan pegangan tangannya dari jari-jari Leon. Namun Leon yang menyadari hal tersebut malah sengaja menjaili Anggun untuk tidak dapat lepas dari jari-jarinya.
“Apa kau ingin membuat anak-anak kecewa dengan tidak mengikuti permainan mereka?” ucap Leon dengan mendekatkan suaranya di telinga Anggun.
“Apa maksudmu?”
“Sudahlah aku tidak mau berdebat terus dengan mu. Lebih baik aku beritahu saja anak-anak, kalau kau tidak mau bermain dengan mereka”
“Coba kau pikirkan, bagaimana jika mereka merasa kecewa dan marah”
“Tunggu, baiklah. Kemarikan tangan mu!” ucap Anggun saat Leon hendak berpura-pura mengadu pada anaknya, meski dengan perasaan Anggun tak terima. Bahkan bibirnya pun nampak cemberut karena terpaksa harus kembali berpegangan dan berhadap-hadapan dengan Leon.
“Sial… dia benar-benar memanfaatkan anak-anak supaya aku tidak bisa protes dan tidak banyak bicara lagi” ucap Anggun dalam hati.
Kemudian anak-anak pun tiba dengan beberapa pelayan yang akan ikut bermain bersama mereka.
Beberapa saat kemudian, permainan pun di mulai.
Juna dan Juni berada paling depan dan sisanya mengekor di belakang mereka.
Meski para pelayan sebenarnya tidak enak hati jika mereka akan bermain hal tersebut dengan boss mereka. Bukan tanpa alasan, jika seandainya mereka tertangkap dalam permainan tersebut, tentu akan membuat mereka amat canggung dan malu.
Karena secara langsung sengaja atau tidak, hal itu akan membuat mereka seolah di peluk oleh boss dingin mereka.
Tapi, tentu saja Leon tidak sebodoh itu. Tentunya dia akan membuat para pelayan melewatinya dan memilih anak-anak yang akan di tangkapnya.
Dan pada saat tertentu Leon dan Anggun menangkap Juna hingga membuat mereka nampak tertawa bersama-sama menikmati permainan tersebut.
Namun pada saat Juna melepaskan diri dari kedua orang tuanya, Anggun dan Leon saat itu tertawa bersama sambil menutup mata karena berhasil menangkap Juna sambil memeluknya.
Tapi tiba-tiba Anggun dan Leon malah saling berpelukan dan berciuman tanpa sengaja di saat Juna melepaskan diri.
Kemudian, entah karena terkejut dan sedikit ke peleset saat berjongkok menyamakan tubuh mereka dengan Juna, tiba-tiba kaki Leon sedikit kram dan tanpa sengaja jatuh menimpa tubuh Anggun dan membuatnya kembali harus mencium Anggun tepat di hadapan anak-anak dan para pelayannya.
Sontak saja anak-anak terkejut dan segera menutup mata mereka begitupun dengan orang-orang yang secara langsung melihatnya.
Menyadari hal tersebut, Anggun segera mendorong Leon dan segera bangkit lalu berlari dari ruangan tersebut karena merasa malu.
__ADS_1
Sementara itu anak-anak segera membuka mata dan tiba-tiba tertawa terbahak-bahak melihat kedua orang tuanya yang nampak malu dan menggemaskan di mata mereka.
Berbeda dengan para pelayan dan ketua pelayan yang melihatnya, mereka nampak menahan tawa mereka meski mereka merasa gemas dengan tingkah laku kedua tuannya tersebut.