Sopir Cantik Milik Tuan Ceo Lumpuh

Sopir Cantik Milik Tuan Ceo Lumpuh
Jurus Bar-Bar


__ADS_3

“Aku tidak akan melepaskan mu” ucap Leon di hadapan wajah Anggun langsung.


“Dan apa tadi kau bilang. Aku pembohong?” lanjut Leon berbicara.


“Jika aku pembohong, bagaimana dengan mu?” ucap Leon lagi, tidak terima jika dirinya di bilang pembohong dan mencoba mengingatkan Anggun tentang kebohongan yang juga dia lakukan.


“A..apa maksudmu?” tanya Anggun sedikit gelagapan, dia pikir Leon telah mengetahui tentang si kembar bahwa mereka adalah anak kandungnya.


“Kau jangan berpura-pura” ucap Leon sambil mengencangkan pegangan tangannya di pinggul Anggun sambil terus menatap wajahnya.


“Kau pikir aku tidak tahu jika kau telah membohongiku. Berpura-pura sebagai sopir pribadiku. Dan aku juga sudah tahu jika kau telah memiliki anak dari pria lain” ucap Leon dengan nada sinisnya.


“Apa?. Jadi dia sudah tahu jika aku telah berpura-pura jadi sopir pribadinya” ucap Anggun dalam hati.


“Tapi tunggu… anak?. Dia pikir aku memiliki anak dari pria lain?” lanjut Anggun dalam hati tidak habis pikir dengan tuduhan Leon tersebut.


“Kenapa kau diam saja?” tanya Leon yang melihat Anggun tak bersuara ataupun membantahnya.


“Apa karena aku benar?” ucap Leon dengan percaya dirinya.


“Ka..kau memang benar. Ta..tapi…” ucap Anggun dan hendak mengelak bahwa anak yang di tuduhkan Leon bukan dari pria lain.


Tapi Leon sudah lebih dulu menutup mulut Anggun dengan bibirnya sendiri. Dia tidak ingin mendengar penjelasan apapun lagi dari Anggun.


Entah hasrat apa yang membuatnya lebih memilih hal tersebut di bandingkan harus mendengar penjelasan dari Anggun.


Leon yang sudah lama tidak merasakan bibir ranum Anggun membuatnya tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menc1um nya lebih dalam dan memaksa.


Sementara itu Anggun terus mencoba memukul dada bidang Leon yang masih tak berbusana.


Anggun tidak menyangka akan berkali-kali di perlakukan seperti itu oleh Leon.


Namun sayangnya seiring paksaan yang di lakukan oleh Leon sadar atau tidak, membuat Anggun ikut mengikuti permainan Leon yang di lakukannya.


Meskipun Anggun mencoba terus menolaknya tapi tubuhnya seolah berkata lain. Hingga membuat Leon terus melanjutkan aksinya.


Untuk sesaat Leon melepaskan tautannya supaya Anggun dapat bernafas.


Dan saat kesadarannya kembali, Anggun hendak pergi dari tempat terkutuk itu.


“Kak Leon ini salah, kita tidak bisa melakukannya” ucap Anggun dengan memanggil Leon seperti pertama kali bertemu.


“Maaf aku harus pergi” lanjut Anggun berlari hendak pergi.

__ADS_1


Tapi lagi-lagi Leon menghentikan langkahnya di saat Anggun hendak membuka pintu kamar tersebut.


“Tidak, kau tidak bisa pergi begitu saja” ucap Leon setelah menutup dan mengunci pintu kamarnya.


“Apa yang kau lakukan, kak. Aku harus pergi” ucap Anggun dan kembali mencoba membuka pintu kamar tersebut.


Tapi Leon lagi-lagi tidak membiarkannya pergi. Dia segera menutup kembali pintu kamar dan segera menguncinya.


Anggun yang melihat hal tersebut, tentu tidak tinggal diam. Dia hendak mengambil kunci kamar Leon untuk membuka pintu kamar tersebut.


Namun Leon malah mempermainkannya, membuat kunci tersebut dilempar dari tangan kiri ke tangan kanannya ke atas dan ke bawah. Hingga membuat Anggun terus berusaha mengambil kunci tersebut dari tangan Leon.


“Kak Leon, tolong buka pintunya. Aku harus segera pergi” ucap Anggun dengan sedikit terengah-engah karena terus berusaha mengambil kunci tersebut hingga membuatnya sedikit berlari-lari dan melompat-lompat.


“LEON ADINATA… cepat buka pintunya” ucap Anggun kembali kesal dan dengan menekankan nama lengkap Leon berharap sang empunya kamar mau membukakan pintu untuknya.


“Aku mohon buka pintunya” ucap Anggun terus mengulang kalimatnya yang saat ini berusaha memutar-mutar gagang pintu kamar tersebut setelah dia tidak berhasil mengambil kunci kamar itu dari tangan Leon.


Meski Anggun merasa sedikit ketakutan tapi dia berusaha untuk tidak memperlihatkannya. Supaya Leon tidak terus mengintimidasinya.


Namun apa yang terjadi, Leon tidak sedikitpun membiarkan Anggun bernapas lega.


Leon kembali mendekatinya, tepat di belakang punggung Anggun yang terus berusaha memutar-mutar gagang pintu kamar tersebut.


“Kenapa?. Apa kau kesulitan membuka gagang pintunya?” tanya Leon dengan senyuman menyebalkannya tepat di daun telinga Anggun sambil memutar-mutar kunci tersebut di depan wajah Anggun.


“Kemarikan kunci itu!” ucap Anggun cepat sambil segera hendak mengambil kunci yang ada di hadapannya tersebut.


Namun lagi-lagi Leon mempermainkannya dan tidak membiarkan Anggun untuk mengambil kunci kamarnya tersebut. Hingga akhirnya Anggun terpaksa mengeluarkan jurus bar-barnya.


Jangan heran jika Anggun saat ini dapat mengeluarkan jurus-jurus rahasianya. Dia tidak selemah dulu yang bisa Leon sakiti begitu saja.


Semenjak dia tinggal di desa dan bekerja dulu di sana, membuatnya harus dapat menjaga dirinya sendiri dari preman-preman yang sering kali mengganggunya saat itu.


Bukan hanya dapat mengangkat beban-beban berat tapi Anggun juga dapat berkelahi dan melawan preman-preman itu dengan sendirinya hingga mereka tak berkutik dan tak berani lagi mengganggu ataupun memalak Anggun dan kawan-kawannya.


Dan rupanya kemampuan Anggun tersebut masih melekat pada dirinya saat ini.


Hingga akhirnya dia terpaksa melakukan jurus bar-barnya tersebut pada Leon.


Anggun mulai mengambil ancang-ancang dan mulai menendang perut Leon di saat dia berbalik untuk mengambil kunci di tangan Leon yang tidak dia dapatkan.


Tanpa Leon sangka-sangka dia terjatuh ke lantai hingga membuat perutnya sedikit kesakitan.

__ADS_1


Tidak hanya itu, untuk sesaat Leon tertegun di lantai mendapati apa yang di lakukan Anggun padanya barusan.


Matanya terbelalak tidak menyangka akan mendapatkan tendangan dari istri lamanya tersebut.


“Aww….” pekik Leon sedikit merintih saat perutnya mulai terasa sakit akibat tendangan dari Anggun.


“Kau!! berani-beraninya menendangku. Apa kau tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?!” lanjut Leon tidak terima, baru pertama kalinya dia di tendang hingga tersungkur ke lantai, apalagi ini di lakukan oleh seorang perempuan, di mana harga dirinya, kesal Leon.


“Salah sendiri, kenapa kau tidak membiarkan aku pergi dari sini?” ucap Anggun tanpa sadar sedikit menyombongkan diri karena berhasil membuat Leon Adinata tersungkur ke lantai.


Namun sayangnya kunci kamar tersebut masih di dalam genggaman Leon.


“Sekarang berikan kunci kamar itu dan biarkan aku keluar dari tempat ini” lanjut Anggun tanpa rasa takut seolah dia sedang menantang Leon Adinata, berbeda dengan tadi yang nampak terlihat lemah dan ketakutan.


“Oh begitu…” ucap Leon nampak meremehkan.


“Tidak akan ku berikan, apalagi membiarkan mu keluar dengan mudahnya” lanjut Leon berbicara, yang kini tengah berdiri kokoh di hadapan Anggun dan menatapnya lekat.


“Sial… dari mana dia belajar bela diri. Membuat perutku masih terasa sakit begini” ucap Leon dalam hati sambil menahan rasa sakitnya yang belum juga mereda.


Lagi pula mana mungkin dia menunjukan nya pada Anggun. Bisa tengsin dia kalah dari seorang wanita apalagi dia adalah Anggun.


Meskipun bisa saja Leon mengalah untuk seorang Anggun. Namun kali ini, situasinya berbeda.


“Baiklah, jika kau tidak ingin memberikannya dengan baik-baik, maka aku akan mengambilnya dengan paksa” ucap Anggun dengan percaya dirinya.


“Hemm… siapa takut. Maka ambilah jika kau bisa” ucap Leon pada Anggun, sambil menunjukan kunci kamar tersebut di tangannya agar Anggun terpancing dan hendak mengambilnya.


Dan terang saja, Anggun segera berlari menghampiri Leon dan hendak mengambil kunci tersebut. Namun rupanya Leon yang sudah siap langsung menghindar, berbeda dengan tadi yang tiba-tiba dan tak di sangka-sangka olehnya.


Untuk sesaat mereka layaknya seperti seorang aktor dan seorang aktris silat yang sedang berperan untuk mengambil dan mempertahankan sesuatu.


Layaknya perkelahian antara dua orang manusia yang sama-sama tidak ingin berhenti sampai apa yang di pertahankan dan di incarnya ia dapatkan.


Hingga satu momen dimana mereka sampai berkelahi di atas ranjang king size milik Leon yang mereka jadikan tempat fiting.


Dan saat mereka masing-masing berdiri untuk sejenak karena tidak satu pun dari mereka yang mau menyerah, tiba-tiba handuk yang di kenakan Leon dari tadi melorot dengan sendirinya.


Dan Anggun yang sudah mendapatkan kunci tersebut, tinggal menanti momen untuk segera berlari dan membuka pintu tersebut.


Membuatnya tiba-tiba harus di kagetkan dengan handuk Leon yang melorot tersebut hingga membuatnya tanpa sengaja harus melihat pusaka milik Leon.


Anggun tidak serta merta terus melihat pemandangan yang mengotori matanya tersebut, dengan cepat dan sedikit berteriak dia segera menutup matanya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


Hingga membuat kewaspadaannya terhadap Leon melemah dan tanpa membuang kesempatan tersebut Leon segera menangkap Anggun dan menghimpitnya di bawah kuasanya namun tentu setelah dia mengenakan kembali handuk miliknya tersebut.


Meskipun dengan perasaan sedikit malu untuk sesaat.


__ADS_2