Sopir Cantik Milik Tuan Ceo Lumpuh

Sopir Cantik Milik Tuan Ceo Lumpuh
Kemana Dia?!


__ADS_3

Singkat cerita Anggun sudah berada di depan rumah kontrakannya. Dia nampak ragu-ragu untuk masuk ke dalam rumah kontrakannya tersebut.


Anggun merasa bersalah telah membuat anak-anaknya menunggu. Dan saat ini Anggun yakin jika anak-anaknya tersebut pasti sudah tertidur.


Tapi karena rasa bersalahnya membuat ia ragu untuk masuk ke dalam kontrakannya sendiri.


Namun meski begitu Anggun tetap harus masuk juga, kan.


Dia pun mulai membuka pintu kontrakannya, perlahan-lahan dia masuk ke dalam. Namun tiba-tiba terdengar suara sesuatu terjatuh dari arah dapur.


Anggun pun merasa kaget, dia segera berlari untuk melihat hal tersebut sebelum suara tersebut membangunkan anak-anaknya, pikir Anggun.


Dan saat dia melihat ke dapur, rupanya anak-anaknya lah yang tengah membuat keributan tersebut.


“Sayang… Kalian sedang apa. Kenapa belum tidur?” tanya Anggun pada anak-anaknya yang nampak sedang membereskan sesuatu.


“Mami baru pulang?” tanya Juna balik sambil berlari memeluk ibunya tersebut bersama adiknya.


“Kenapa mami baru pulang. Apa mami lupa dengan janji mami?” lanjut Juna terus bertanya.


“Iya, bu. Kenapa ibu balu pulang dan tidak mengabali kami kalau akan pulang telambat” ucap Juni ikut berbicara.


Mereka begitu pengertian meski Anggun sudah berjanji dan akan mengajak mereka makan malam di luar tadi.


Namun mereka tidak menunjukan sikap marah ataupun kesal pada ibu mereka yang telah melupakan janjinya.


Meski janji yang di buat hanya sekedar makan malam, tapi hal tersebut sudah menjadi momen langka untuk mereka lakukan. Hingga membuat Anggun harus berjanji hanya untuk membuat kedua anaknya tersebut merasa bahagia dan senang.


Namun ternyata saat ini pun tidak kesampaian. Anggun semakin bertambah merasa bersalah pada anak-anaknya tersebut.


Jika saja dia tidak bertemu dengan Leon, mungkin hari ini dia tidak akan mengecewakan kedua anaknya.


Anggun pun segera meminta maaf pada anak-anaknya.


“Maaf kan ibu sayang. Ibu datang terlambat. Lain kali ibu pasti akan datang tepat waktu” ucap Anggun sambil menahan perasaan sedihnya yang tidak dapat menepati Janti untuk kedua anaknya tersebut.


“Tidak apa-apa, mi. Kami mengerti, mami pasti lelah karena terus bekerja siang dan malam untuk kami. Mami tidak perlu merasa bersalah” ucap Juna yang merasa ibunya terdengar bersedih, dan dia begitu dewasa menyikapi maminya tersebut.


“Nanti kalau Juna sudah dewasa, Juna tidak akan biarkan mami bekerja lagi. Juna yang akan bekerja untuk mami dan Juni” lanjutnya nampak begitu antusias dan bertekad. Membuat Anggun yang mendengarnya merasa terharu dan sedikit menangis.

__ADS_1


“Terima kasih sayang. Kalian begitu pengertian. Ibu sayang kalian berdua” ucap Anggun dengan sedikit menangis dan tersenyum sambil memeluk kedua anaknya tersebut.


Untuk sesaat mereka saling berpelukan dan sesaat kemudian Anggun mulai bertanya kembali kenapa anak-anaknya tersebut berada di dapur.


“O iya, kenapa kalian ada di dapur dan belum tidur?” tanya Anggun sambil menatap kedua anaknya bergantian.


Namun kedua anaknya tersebut nampak menunduk dan seolah terlihat ragu untuk mengatakan sesuatu.


“Kenapa kalian diam?. Katakan sama ibu, jangan takut” ucap Anggun mencoba membujuk anak-anaknya supaya tidak menyembunyikan sesuatu.


“Itu mi..” ucap Juna masih terlihat ragu.


Dan tiba-tiba, terdengar suara gemuruh dari dalam perut kedua anak tersebut.


”Juni lapal bu dan … Juna juga” ucap Juni dengan polosnya.


Membuat Anggun sedikit tersentak dan kembali merasa tersayat hatinya mana kala mendengar kedua anaknya ternyata sedang kelaparan.


Anggun tidak menyangka bahwa dirinya sebagai orang tua mulupakan hal tersebut.


“Ya Tuhan…. Jadi dari tadi kalian mencari makanan di dapur?” ucap Anggun sedikit sedih.


“Ya sudah, kalian tunggu sebentar ya sayang. Ibu kedepan dulu” ucap Anggun pada anak-anaknya.


Dia pikir biasanya suka ada tukang sate atau nasi goreng yang biasa nongkrong di tengah malam yang tidak jauh dari tempat tinggalnya saat ini.


Anggun pun segera keluar dan mencari makanan yang ada.


Beruntung ada tukang sate dan dia pun segera memesan tiga bungkus sate.


Tidak lama setelah memesan Anggun pun segera kembali ke tempat anak-anaknya. Rupanya mereka masih menunggu dan begitu antusias saat melihat Anggun kembali dengan membawa makanan di tangannya.


“Hore ibu pulang. Bawa makanan” ucap kedua anak kembar tersebut merasa senang.


Mereka segera memakan makanan yang di bawakan ibu mereka.


Anggun menatap kedua anak tersebut yang sedang makan dengan lahap.


“Ya Tuhan…. Maafkan aku” ucap Anggun dalam hati.

__ADS_1


“Maafkan ibu sayang, membuat kalian berdua kelaparan” lanjut Anggun dalam hati.


“Ya Tuhan…. Tolong jangan biarkan aku bertemu dengan laki-laki itu lagi” pinta Anggun dalam hati.


“Gara-gara dia, aku membuat mereka kelaparan” ucap Anggun dalam hati sambil menatap kedua anaknya bergantian.


********


Ke esokkan paginya, Leon mulai mengerjapkan matanya. Tangannya seolah sedang mencari sesuatu.


Tangannya meraba ke samping namun tetap saja dia tidak menemukan yang dia cari.


Leon pun segera membuka mata dan memastikan keberadaan seseorang yang dia harapkan.


Namun rupanya matanya pun tak dapat menemukan keberadaan seseorang itu.


“Kemana dia?” tanya Leon setelah mengedarkan pandangannya di setiap sudut kamarnya.


Leon pun segera bangkit dari atas kasur menuju ke luar kamar setelah ia mengenakan pakaiannya.


Dia berharap orang yang dia cari masih berada di apartemennya. Leon mulai mencari ke setiap sudut apartemen. Tapi sayang, dia juga tidak menemukannya.


“Anggun… Anggun..” teriak Leon memanggil manggil namanya.


“Ya Tuhan… kemana dia?. Apa dia pergi dan meninggalkan ku lagi?” ucap Leon berbicara sendiri.


Dia masih berharap jika Anggun tidak akan pergi lagi. Namun harapannya sia-sia, Leon harus kembali menerima jika Anggun lagi-lagi pergi darinya.


“Anggun… kenapa kau harus pergi lagi?. Aku benar-benar merindukanmu” ucap Leon lirih.


“Apa semalam tidak ada artinya untukmu?” lanjut Leon teringat akan apa yang dia lakukan pada Anggun.


Entah dia sadar atau tidak, apa yang di lakukannya semalam pada Anggun hanya menambah lukanya saja.


Sementara itu Anggun kembali bekerja seperti biasanya.


Dia tidak ingin kejadian semalam hanya membuatnya terpuruk. Dia masih memiliki kedua anak kembarnya yang harus ia pikirkan dan menjadi prioritas utamanya.


Meski kejadian semalam menambah kebenciannya pada Leon dan menambah luka lamanya, tapi bukan berarti dia harus berhenti hidup dan melupakan kedua anaknya.

__ADS_1


Tidak, Anggun tidak seperti itu. Apa pun yang terjadi padanya tidak akan membuatnya berhenti berharap dan akan terus berjuang untuk masa depan kedua anaknya.


__ADS_2