Sopir Cantik Milik Tuan Ceo Lumpuh

Sopir Cantik Milik Tuan Ceo Lumpuh
Untuk Apa?


__ADS_3

“Mah… kenapa mama sampai memecatnya?” ucap Leon saat bertemu dengan ibunya tersebut tanpa berbasa basi.


“Siapa yang kamu maksud?” tanya Nyonya Murni balik, tidak mengerti siapa yang Leon maksud karena tidak menyebut nama.


“Mama jangan pura-pura tidak mengerti. Memangnya ada berapa orang yang mama pecat kemarin?” ucap Leon mengingatkan ibunya tersebut, meski dengan nada emosinya.


“Oh dia. Mama sengaja memecatnya. Mama kan udah bilang, pekerjaannya itu untuk menjaga kamu dan juga untuk ngawasin kamu” ucap Nyonya Murni berkata apa adanya.


“Tapi apa yang dia lakukan kemarin, dia malah tidak tahu kamu pergi kemana. Bahkan dia sendiri mengaku tidak tahu kapan kamu keluar dari kantor. Itu berarti dia tidak melakukan pekerjaannya dengan benar. Dan mama tidak suka itu” lanjut nyonya Murni berbicara dengan sedikit kesal juga.


“Tapi, mah..” ucap Leon hendak membela sopir pribadinya tersebut.


”Sudah… cukup Leon. Mama tidak suka kamu membela sopir itu. Lagi pula sejak kapan kamu mempermasalahkan hal seperti ini. Bukannya kamu sudah sering melakukan pemecatan tanpa persetujuan dari mama ataupun papa” ucap Nyonya Murni mengingatkan kembali apa yang sering di lakukan putranya tersebut pada sopir-sopir sebelumnya.


Membuat Leon tidak dapat berkata apa-apa lagi. Karena jika dia terus mempermasalahkan hal tersebut, pasti ibunya akan curiga dan akan bertanya-tanya kembali padanya.


Tentu Leon akan sulit untuk mengatakan yang sebenarnya bahwa sopir yang dia bela adalah Anggun.


Jika ibunya sampai tahu sopir tersebut adalah Anggun, entah apa yang akan di lakukan ibunya tersebut, mengingat dulu ibunya begitu membenci Anggun.


Hingga akhirnya Leon pun pergi dan meninggalkan ibunya dengan perasaan frustrasi.


Meskipun sebenarnya Leon masih kesal pada Anggun karena menganggap bahwa dia sudah memiliki anak dari pria lain.


Tapi bagaimana pun juga Leon belum siap untuk berjauhan kembali dengan Anggun.


Itu sebabnya dia merasa kesal dan marah saat mengetahui ibunya telah memecat Anggun.


Saat ini Leon sudah berada di kantornya, dia nampak termenung sambil melihat ke arah jendela yang membuatnya dapat melihat riuk pikuk orang-orang yang berada di luar sana.


Namun pikirannya entah berada di mana, di dalam pikirannya hanya ada Anggun saat ini.

__ADS_1


Dia masih tidak percaya bahwa Anggun sudah memiliki anak dari pria lain. Tapi di sisi lain dia merasa kesal dan marah setiap kali teringat ada seorang anak kecil yang memanggilnya ibu.


Selama beberapa hari ini Leon terus kepikiran Anggun.


Sementara di tempat lain, Anggun dan anak-anaknya sedang menghabiskan waktu bersama di sebuah taman kanak-kanak.


Rupanya Anggun sedang mendaftarkan anak-anaknya untuk sekolah di tempat tersebut. Sembari mendaftar anak-anaknya di biarkan bermain sambil berkenalan dengan anak-anak yang lainnya.


Sementara dirinya mengikuti seorang wanita paruh baya yang merupakan kepala sekolah di tempat tersebut.


Anggun di bawa ke sebuah ruangan untuk mengisi formulir yang harus ia isi. Seperti formulir kebanyakan pada umumnya.


Namun ada salah satu hal yang membuatnya nampak berpikir-pikir dan tidak langsung mengisinya.


Anggun nampak ragu dan serba salah, dia tidak ingin mengisi salah satu dari isi formulir yang harus di isinya tersebut. Yaitu nama ayah dari anak-anaknya.


Tentu hal itu membuat Anggun merasa sedikit terbebani.


Dia tidak ingin mengisi nama ayah anak-anaknya tersebut, tapi di sisi lain pasti akan membuat guru-guru yang melihat formulir tersebut akan sedikit bertanya-tanya mengenai ayah mereka.


Hingga akhirnya Anggun pun terpaksa mengisi nama ayah kedua anaknya itu. Namun dengan nama yang tidak lengkap, dia hanya mencantumkan nama depannya saja. Meskipun nama tersebut tidak terlalu pasaran.


Tapi Anggun pikir nama tersebut tidak hanya satu orang yang menggunakan, dan tidak akan membuat siapapun curiga bahwa Leon yang dia maksud adalah Leon Adinata, pengusaha yang cukup terkenal dan sukses meski dengan keterbatasan fisiknya.


Hingga pada akhirnya Anggun tetap mendaftarkan anak-anaknya sampai mereka di terima di sekolah kanak-kanak tersebut.


Dan setelah beberapa minggu Anggun menemani mereka hingga kini si kembar sudah mulai bersekolah, akhirnya Anggun memutuskan untuk mencari rumah kontrakan sendiri dan juga berpikir untuk segera mencari pekerjaan barunya.


Setelah Anggun mendapatkan kontrakan baru yang kebetulan tidak jauh dari tempat anak-anaknya bersekolah, Anggun pun mulai mencari pekerjaannya.


Namun sayangnya tidak semudah yang dia kira. Beberapa kali Anggun harus gigit jari karena lamarannya selalu di tolak atau sudah terisi dengan orang lain.

__ADS_1


Tapi beruntung saat dirinya mulai lelah dan hampir pasrah dengan keadaan hidupnya, ada seorang bapak-bapak yang diam-diam memperhatikannya.


Bukan untuk merencanakan sesuatu hal yang buruk melainkan sedang menelaah kenapa gadis yang di lihatnya terlihat murung tak bersemangat saat keluar dari sebuah perusahaan yang cukup besar itu.


“Neng… sepertinya bapak perhatikan dari tadi wajah neng terlihat murung dan sedih begitu?” ucap seorang paru baya yang bernama pak Cipto saat melihat Anggun tak bersemangat.


“Apa neng habis melamar kerja tapi tidak keterima?” lanjut Pak Cipto sebelum dia mendapatkan jawaban dari pertanyaan sebelumnya.


“Neng harus tetap semangat. Mencari pekerjaan di ibu kota ini memang agak sulit. Tapi bukan berarti tidak akan mendapatkannya” ucap Pak Cipto memberi semangat sembari memakan ketupat di sela-sela ucapannya.


Sementara Anggun dari tadi hanya dapat mengangguk-anggukan kepalanya tanpa bersuara memberi jawaban namun tetap dengan memberi senyuman ramah.


“Kamu tenang saja. Cepat atau lambat Tuhan pasti akan memberikan jalannya. Yang terpenting saat ini Neng tetap berusaha dan tetap semangat” ucap pak Cipto lagi, memberi pencerahan pada Anggun.


“Bapak juga dulu susah sekali mencari pekerjaan, tapi sekarang alhamdulillah dapet kerjaan meskipun cuma jadi sopir taxi online” lanjutnya panjang lebar.


Namun kalimat terakhir yang di ucapkannya tersebut membuat Anggun terpikirkan sesuatu.


Tiba-tiba dia kepikiran untuk mencoba melamar menjadi sopir taxi online. Kebetulan pekerjaan tersebut sedang viral-viralnya saat ini dan tidak mewajibkannya untuk tetap berada di kantor.


Meskipun kebanyakan dari mereka adalah laki-laki. Tapi demi anak-anak dan masa depan mereka, Anggun siap melakukan pekerjaan apapun yang penting halal dan barokah.


“Sepertinya bapak benar” ucap Anggun tiba-tiba mulai berbicara saat sesuatu mulai memberinya ide.


“Terima kasih pak atas pencerahannya” lanjut Anggun sambil menyalami tangan orang tua tersebut dengan wajah yang mulai kembali ceria.


“O iya. Nama bapak siapa kalau boleh tahu?” tanya Anggun tiba-tiba.


“Nama saya pak Cipto” ucapnya lamban dengan wajah sedikit heran saat melihat perubahan Anggun yang tiba-tiba bersemangat.


“Oh iya pak. Apa boleh saya meminta alamat kantor taxi onlinenya?”

__ADS_1


“Ahh… untuk apa neng?” tanya Pak Cipto sedikit bingung.


“Untuk melamar pekerjaan, pak” ucap Anggun tanpa sungkan.


__ADS_2