
Nirmala dan aki Rahmat, sedang bersiap untuk menaiki pesawat tujuan Jakarta.
sejak tadi bu Inayah, tak berhenti menangis dan enggan melepaskan pelukan nya pada Nirmala..
"udah ya, nek!
jangan nangis terus, Mala kan cuma ke Jakarta.. bukannya ke surga!" jadi nenek tenang aja,,nanti Mala juga akan kesini lagi. hibur Nirmala, pada Bu Inayah .
"janji!"
kamu akan kesini lagi?" tanya Bu inayah memastikan janji Nirmala, akan ditepatinya.
"iya, nenek ku sayang!"jawab Nirmala sembari melepaskan pelukan sang nenek dengan pelan.
" kami, pergi dulu ya nek," kek. semuanya.. kata aki Rahmat, sambil mendorong troli barang .
Bu Inayah menatap Nirmala, dan aki Rahmat dengan derai air mata.
"semoga, mereka sampai dengan selamat.. doa pak Ilham, dan di amini dengan Bu Inayah dan sita.
tiba di Jakarta ..! kita naik taksi aja bang. kata Nirmala, sambil menyetop taksi yang lewat.
"tolong,antar kami ke alamat ini ya mas!" pinta Nirmala, pada supir taksi.
"baik mbak!"jawab supir taksi itu, sambil melajukan mobilnya.
aki Rahmat hanya terdiam dengan perasaan takut, dan gugup karena akan tinggal serumah dengan mertuanya..terlebih lagi ia tidak memiliki pekerjaan apa pun..
"Abang kenapa!"tanya Nirmala heran, karena melihat aki rahmat kelihatan gelisah sejak tadi.
"Abang bingung Mala, nanti Abang akan kerja apa, Abang nggak mungkin nganggur aja..keluh aki Rahmat, sambil menatap kosong ke arah depan.
nanti aja kita pikirin, Abang nggak perlu risau. kan papa Mala punya usaha,,!" Abang tingal kerja aja sama papa..jawab Nirmala dengan santainya sambil mendengarkan musik dari hp nya.
aki Rahmat hanya mengangukan kepalanya. meski hatinya masih risau.
"Ting...! "tong..!suara bel di rumah Audy..
"iya sebentar!"jawab Audy, dari dalam.
"kreeeek" suara pintu yang terbuka..
"Mala!"
teriak Audy, sambil berlari memeluk Nirmala..mama senang banget kamu mau pulang.. kata Audy, sambil menciumi pipi putri kesayangan nya..
"nggak di suruh masuk, ni mah? tanya Nirmala sambil nyengir.
"mama lupa!,
ayo masuk.. ajak Audy, sambil mengandeng lengan Nirmala.
"keyra, Nia!" nirmala pulang loh..teriak Audy pada kedua menantunya.
"Mala!"
pangil keyra, dan Nia bersamaan sambil memeluk Nirmala bergantian.
"kangen deh, sama celoteh kamu ..ucap Nia sambil terkekeh.
Nirmala hanya tersenyum mendengar ucapan Kaka iparnya..
"boleh nggak?" Mala sama Abang istirahat bentar, soalnya capek banget mana jalanan macet banget tadi!! keluh Nirmala, sambil mengerakan lehernya.
" boleh sayang, kalian istirahat aja dulu.
" makasih," mamaku sayang!" kata Nirmala sambil menarik lengan aki Rahmat menuju kamarnya.
"mah"
pangil Nia, yang sudah duduk di kursi ruang keluarga sambil memeluk anaknya.
__ADS_1
"kenapa sayang!" tanya Audy, pada menantunya..
"aki Rahmat, kalau diperhatikan bukan orang Indonesia asli deh..emang aki Rahmat blasteran mana mah..tanya Nia, pada Audy.
"mama, juga nggak tau Nia. kemarin mama nggak kepikiran buat nanya..jawab Audy sambil menatap Nia yang menciumi pipi anaknya.
"mama, gimana sih!" mestinya mama tanya aki Rahmat, keturunan dari mana. jadi kalau ada yang nanya kan mama bisa jawab.
protes keyra, pada Audy.
Audy hanya mengangukan kepalanya.. tanpa menjawab protesan keyra.
"mah!"
kita makan malam sekarang ya. papa udah laper banget.. kata Josep, papanya Nirmala.
'bentar pah,kita tunggu Mala sama suaminya
dulu!.kata Audy sambil menatap kamar Nirmala dengan gelisah.
" kreeeeeeeeak"
Nirmala membuka pintu kamarnya dan langsung berjalan menuju ruang makan.
di ikuti aki Rahmat dari belakang.
"papa!"
pangil Nirmala, pada papanya!_ sambil memeluk papanya dengan perasaan rindu.
"papa, kangen banget sama kamu!" ujar papanya Nirmala , pada Nirmala.
"Mala, juga pah!"jawab Nirmala, sambil berjalan kearah kursi makan dengan menarik lengan suaminya. yang sejak keluar kamar terlihat kaku.
aki Rahmat memimpin doa dengan tenang sebelum makan..
setelah selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga..
"Mala!"
nenek sama kakek, apa kabar nya? tanya Nia pada Nirmala.
"sehat mbak!"
kakek panen banyak durian kemarin ..jawab Nirmala, sambil menawarkan sepiring kue pada suaminya yang sejak tadi diam bagai patung.
"Abang, kenapa ?"tanya Nirmala binggung.
"nggak, apa apa!" jawab aki Rahmat dengan gaya kakunya..
" Mala,mesra banget ya sekarang!"goda Nia sambil mengerling pada Nirmala.
"gimana?, tentunya kalian sudah ha.. ha..! hi.. hi..! ya kan!"
kalau nggak..mana mungkin jadi mesra gitu.
lanjut Nia, dengan godaan nya pada Nirmala.
ha.. ha.!" hi..hi..! apaan. yang ada gagal melulu .
jawab Nirmala malas.
"ko bisa?" tanya Nia kepo.
" bisa lah!"karena janda sebelah, bikin susah orang sekampung..rumahnya kebakaran karena dia asyik ngerumpi sama pak Jatmiko.
sampai lupa waktu, lupa kompor yang di hidupkan nya..
jadi lah petaka buat dia!" Mala juga kena imbasnya..jawab Nirmala dengan wajah sewotnya..
" haaa....! "haaaa....! "haaaa..!
__ADS_1
tawa Nia, dan Audy heboh mendengar ke apesan Nirmala di kampung neneknya.
"mah..!ha.. ha..! hi.. hi..!yang di sebutin mbak Nia tadi itu maksudnya apa?. terus kenapa tetangga yang kebakaran.! Mala bisa kena petaka.. kan nggak ada hubungan nya ma!"tanya keyra, yang nggak pernah cepat paham.
"mama, nggak tau key!" jawab Audy cari aman.
Nia yang ditatap Audy. jadi merasa bingung mau ngejelasin nya seperti apa.
"key, kamu sekolah tamat apa?" tanya Nia mengalihkan pembicaraan.
"kalau sekolah biasa, keyra cuma sampai kelas dua mbak.! tapi kalau pesantren keyra sudah lulus..key juga sering di panggil ustazah kecil di pesantren..jawab keyra dengan senyum bangga.
ko cuma kelas dua SD?" kenapa nggak di lanjutin..t?anya Nia heran.
" nggak tau mbak!" kata papa, keyra pintarnya sekolah di pesantren aja.
"key, juga sering ketiduran, kalau ibu guru cerita panjang banget di depan kelas. terus kalau Bu guru suruh isi hitung hitungan.!. key sering binggung." sama tanda salip, terus tanda palang silang, terus sama tanda seperti jembatan..!!key nggak paham. untuk apa di angka angka ada tanda seperti itu.
jadi key nggak pernah nulis deh ..jawab keyra dengan senyum malu malunya..
"oh pantesan..!kata Nia ambigu.
" pantesan, apa mbak!.. tanya Nirmala penasaran.
"pantesan, kalau di ajak ngomong sedikit panjang. keyra nggak paham.. ternyata disitu kelemahan kamu .ujar Nia, sambil menatap keyra dengan tatapan prihatin.
Nirmala menahan tawa mendengar ucapan Kaka iparnya yang asal.
"Abang kenapa?" ko sejak tadi menunduk tanya Nirmala, semakin heran dengan tingkah suaminya yang terlihat selalu gelisah duduknya..
aki Rahmat yang di tanya seperti itu semakin gugup..!
"anu Mala..!Abang..".itu...!
ucap aki Rahmat gugup .
"apaan sih, nggak jelas banget. tanya Nirmala,sambil mendelikan matanya menatap aki Rahmat..
"Abang, pengen ke toilet!" bisik aki Rahmat pada Nirmal.
"ya udah, ayo Mala antar..ajak Nirmala jengah dengan tingkah suaminya.
aki Rahmat bangun dan langsung berlari kekamar Nirmala dengan tergesa gesa di ikuti Nirmala dengan gelengan kepalanya .
" pah!"
pangil Audy, pada suaminya.
"apa?" jawab pak Josep, pada istrinya.
"mama bingung, mau manggil suami Mala itu keluh Audy sambil melamun.
bingung kenapa mah tanya Josep pada istrinya.
kalau mama pangil nama..umurnya lebih tua dari mama..kalau di pangil aki, dia suami anak kita. jadi mama mesti pangil dia apa pah..?.
pangil, nama aja,! kan dia menantu kita..
jadi wajar aja, kalau dia kita pangil nama.
kenapa sih pah?" nasib putri kita begini banget.. nikah pertama gagal ..
nikah kedua dapat suami aki aki..
keluh Audy, pada suaminya.
sudah takdir sayang..mungkin emang ini jalanya. lagi pula Nirmala anaknya kan manja. cocoklah sama Rahmat yang sabar!
jawab pak Josep, sambil mengusap pundak istrinya..
__ADS_1
"bener juga ya pah!