
Nirmala sudah lebih baik, kini saatnya dia pulang, dengan ditemani seluruh keluarga kecuali mamanya, Nirmala di ajak pulang kerumah baru Milik aki Rahmat.
'Lo Abang!" ko kita pulang nya kesini, kenapa nggak kerumah mama sama papa aja? tanya Nirmala dengan wajah bingung.
"Nenek, yang minta,!"Agar Rahmat memiliki rumah sendiri tanpa harus menumpang dirumah orang tua mu lagi. bu Inayah menjawab terlebih dahulu sebelum aki Rahmat berkata jujur.
"Emang kenapa, nek?" bukanya sejak awal papa sama Mama yang minta, Mala sama Abang untuk tingal bersama mereka.?
Rahmat sudah kaya, apa salahnya punya rumah sendiri. apa guna nya punya harta tapi rumah sendiri nggak ada..mulai sekarang kalian harus belajar mandiri , dan kamu Nirmala!" jaga kandungan mu dengan baik,
jangan pernah berfikir yang macam macam lagi. Ucap Bu Inayah dengan nasehatnya
"Iya, nek!" jawab Nirmala. meski dengan hati masih dipenuhi banyak pertanyaan.
" Abang,"rumah ini berapa harganya? ko mewah banget, nggak kalah sama rumah papa.. tanya Nirmala yang masih duduk di kursi roda.
"Ada deh, itu rahasia!" ucap aki Rahmat sok penuh misteri.
"Dasar aki aki !"Nggak pantas banget sok rahasia rahasian kaya gitu, bikin kesal aja.
omel Nirmala.
Ya biar menarik aja sayang!" ucap aki Rahmat dengan tingkah seperti ABG yang baru puber.
__ADS_1
Capek banget deh rasanya tubuh Mala, bang!"
kaya habis kerja rodi aja..semua nya terasa ngilu. keluh Nirmala.
"wajarlah sayang!" kan kamu habis dirawat di rumah sakit..apa lagi selama seminggu kamu vakum terbaring disana.
"Iya kali, bang ..!"Bang kenapa perasaan Nirmala nggak enak ya, kaya mau terjadi sesuatu tapi Mala nggak tau itu apa..keluh Nirmala yang memegang jantungnya.
"Nggak enak ?, gimana?" tanya aki Rahmat bingung.
Jantung Mala sejak keluar dari rumah sakit selalu berdebar debar nggak jelas, kaya akan ada hal yang nggak enak bakal terjadi, tapi apa.?
Cuma perasaan kamu aja kali sayang!" udah kamu istirahat aja dulu, siapa tau kamu akan merasa tenang.
Di tempat lain.. Audy duduk menyendiri di dalam kamar Nirmala yang sudah kosong. bahkan foto foto Nirmala pun tidak ada lagi,
semua dibawa oleh ibunya entah kemana bahkan kabar Nirmala pun dia tidak tau.
Semua orang bungkam, tanpa ada seorang pun yang memberi tahu dimana putrinya berada, bahkan suaminya sudah mendiamkan nya sejak satu Minggu yang lalu.
Inggin Audy mengucapkan beribu permintaan maaf pada putrinya, tapi tidak pernah diberi kesempatan. bahkan Audy dilarang untuk menjenguk putrinya.
Apa ini memang sudah menjadi takdirku," menjalani hari tanpa kehadiran keluarga ku lagi.. rintih hati Audy.
__ADS_1
Dengan wajah sembab, Audy menulis sebuah surat permintaan maaf pada putri, dan seluruh keluarganya atas semua kesalahan nya.
Audy duduk di tempat tidur Nirmala, dan meletakan surat itu di atas tempat tidur .
"maafkan mama, sayang,!' mama sudah menyakiti kamu..mohon maafkan mama sayang.ucap Audy lirih.
Dengan himpitan rasa bersalah dan kesedihan, Audy mulai putus asa. terlebih tidak ada satu pun dari keluarganya yang mau di ajak bicara, semua menjauhinya.
Suaminya tidak pernah pulang kerumah, ibunya pun tidak pernah lagi menemui audy. bahkan putra dan menantunya pun, tak mau mendengar keluh kesahnya.
Semoga kamu selalu dalam lindungan yang kuasa nak, maaf jika mama bertindak seperti ini..desis Audy yang sengaja menggoreskan pisau kater ke arah lengan nya..
Dengan memejamkan kan mata, Audy menyusun memory masa kecil Nirmala yang selalu sakit dan menangis dalam pelukan nya,
hingga kejadian baju suaminya yang terkena rembesan darah Nirmala, yang nyaris keguguran. semua bagai kaset rusak yang terus melintas dipikiran Audy..
Selamat tinggal, semuanya!" ucap Audy yang mulai kehilangan kesadaran nya .
Tetesan darah Audy, membasahi sprei kasur Nirmala. Audy terbaring dengan mata terpejam dan kesadaran yang sudah menipis.
terlihat tetesan air mata mengalir di pipi nya yang sudah mulai memucat.
*
__ADS_1