
Audy sibuk membantu Nirmala Beberes beres
karena hari ini Josep sekeluarga akan mengantar nek Encim kembali ke desa dengan mengunakan pesawat.
Akhirnya naik pesawat lagi...Ujar nek Encim dengan mata berbinar bahagia.
Nenek seperti orang yang tidak pernah naik pesawat aja pake ngomong begitu tegur Nirmala.
Ya kan jarang jarang nenek naik pesawat Mala jadi wajar dong kalau nenek senang.
Serah nenek Aja lah ucap Nirmala yang langsung duduk di kursi tunggu
Josep hei apa kabar pangil seseorang.
Ramli kabar Bu baik...Senang rasanya bisa bertemu kamu lagi ucap pak Josep sambil.menjabat tangan orang yang menyapanya.
Kamu mau kemana Josep ko serombongan gini tanya Ramli yang menatap anak dan istri Josep.
Mau ngantar ibu sambung ku ke desa jawab pak Josep sambil tersenyum..
Oh...Josep kebetulan aku kemari dari Malaysia membeli kopi..Ini untuk kamu satu kotak sebagai kenang kenangan masa Sama karena dulu kamu selalu bantuin aku sampai aku sukses seperti ini ujar Ramli memberikan bungkusan Kopi pada Josep.
Wah boleh juga ini Terima kasih ya Ramli..
Sama sama Josep kalau begitu aku kesana dulu ya, aku juga lagi ngantar adik ku ini dia mau pulang kedesa juga..
Oh iya silahkan Ramli
.
Apa tu pa tanya Audy yang baru dari toilet.
Kopi di kasih Ramli tadi jawab pak Josep memberikan kopi itu pada istrinya.
Pa pesawat udah mau berangkat ayoncepat ajak Nirmala yang sudah berdiri.
Abang Bantuin Mala...
Iya sayang jawab Aki Rahmat yang langsung memperbaiki letak gendongan nya.
\*\*\*\*\*\*\*\*\*
Tiba di kampung Nek Encim Orang kampung yang emang suka kepo langsung bergerombol didepan rumah nek Encim seperti orang yang mau minta sembako .
__ADS_1
Mereka kenapa bergerombol seperti itu nek Tanya Nirmala
Biasa nenek kan terkenal di desa ini jadi wajarlah kalau mereka Antusias Menanti kepulangan nenek jwan nek Encim dengan wajah sombongnya.
Aduh nek encim kirain udah nggak pulang lagi ternyata masih kembali ke desa ini Oceh seorang ibu ibu sambil menatap ke arah Erna dan Paijo.
Suka suka aku lah ini kan kampung ku jadi wajar saja kalau aku kembali omel nek Encim yang langsung membuka Pintu pagar rumah nya.
Erna itu siapa suami mu ya, ko seperti raksasa ya tinggi besar hitam pula jadi kamu ke jakarta nyari suami ya..
Erna hanya tersenyum mendengar ejek kan tetangga nya yang terkenal suka julid pada orang.
Mari masuk Bu ajak Erna pada tamu itu.
Nggak ah nanti di usir sama Nek encim
Aku permisi ya ucap ibu ibu itu yang langsung ngacir pulang ke rumahnya.
Tante di sini emang begitu ya ko orang nya.pada julid.gitu tanya Nia yang terlihat kelelahan.
Iya Nia di sini ang begitu makanya ibu sering berantem sama warga di sini.
Benar benar buruk ucap Nia yang langsung menyusul mertuanya masuk kedalam.
Iya kan nenek nenek orang paling kaya di desa ini Maka nya rumah nenek yang paling besar jawab nek Encim dengan bangga.
Saat Malam tiba begitu banyak Para laki laki desa yang berdatangan kerumah Nek Encim dengan membawa berbagai makanan mentah seperti pisang serta sayur mayur hasil panen dari kebun untuk menyambut kedatangan Josep sekeluarga.
Kita merasa senang Karena kamu mau melihat desa ini kembali Josep ujar seorang laki laki sebaya oak Josep.
Aku lebih senang lagi karena bisa bertemu dengan kalian teman lama ku jawab pak Josep yang langsung memeluk teman masa kecil nya dulu.
Ternyata waktu berlalu begitu cepat ya Josep dulu kita main perang perangan di sawah kini kita sudah menjadi tua rentah
ujar tamu nya pak Josep.
Kamu bisa aja Hasan.Ayo di minum kopi nya ini gorengan sama cemilan nya ujar pak Josep mempersilahkan tamu nya untuk mencicipi oleh oleh yang di bawa nya.
Iya Josep terima kasih ujar bapak bapak yang berkumpul di pondokan bambu depan rumah Nek encim.
Ohya kenalkan ini anak laki laki ku itu nama nya Reynal dan Ini Reyhan..satu lagi di dalam Nama nya Nirmala kalau itu menantu ku nama nya Rahmat kata pak Josep memperkenalkan keluarga kecil nya
Anak anak mu tampan semua Josep sayang sudah beristri kalau nggak akan ku jadi kan mantu canda seorang bapak bapak sambil menyeruput kopi dengan nikmat.
Baru dua puluh menit berlalu para bapak bapak disana sudah duduk dengan gelisah.
__ADS_1
Kalian kenapa ko seperti orang kena bisulan begitu tanya pak Josep kebingungan.
Josep Ono opo Iki ko seperti kena setrum tegangan tinggi ujar seorang aki aki tua yang sudah uzur
Maksudnya gimana kek tanya pak Josep kebingungan..
Iki naik Josep...Aku mau pulang mau nyamperin istri ku ujar aki aki Uzur itu.
Josep kopi mu beracun teriak seorang lelaki lagi sambil berlari keluar di ikuti yang lain hingga mereka saling bertubrukan karena berlari tanpa melihat kiri kanan..
Aduh Kantong menyan ku diseruduk Tunggul kayu teriak Hasan sambil meringis.
Ampun sudah nggak kuat aku jerit aki aki Uzur itu yang merangkak di antara bapak bapak yang tadi jatuh karena saling menabrak.
Pa Aku masuk dulu ya ujar aki Rahmat yang langsung berlari kedalam mencari istrinya di ikuti Reynal dan Reyhan.
Paijo yang sejak tadi gelisah ikut berlari kedalam tanpa pamit apa lagi pesan .
Pak saya kedalam ya pinta suami Erna yang berjalan sambil meringis.
Sayang ayo ikut Abang kekamar Pinta Aki Rahmat yang langsung menyeret Nirmala.
Abang apa apa an' sih Mala masih mau nonton tolak Nirmala.
Nonton nya nanti aja ini Urgent kalau nggak di langsungkan bisa tamat riwayat Abang ujar aki Rahmat yang langsung mengangkat Nirmala ke kamar mereka tanpa perduli tatapan binggung dari Keluarga Nirmala yang berkumpul didepan Tv.
Abang kenapa tanya nirmala.
Punya Abang tegang Mala gata gata kopi beracun papi jawab aki Rahmat yang langsung mengeksekusi Nirmala tanpa jeda.
Pak Josep yang baru merasakan Reaksi Kopi Beracun langsung berlari mendahului anak anaknya dengan membopong Audy menuju kamar mereka.
Sial kita keduluan papa Omel Reynal yang langsung menarik tangan istrinya di ikuti Reyhan..
Mereka kenapa Ya pikir nek encim .
Papa kenapa tanya Audy.
Tiang listrik papa tegang ma minta di belai jawab pak Josep yang langsung menggusur pakaian nya..
Wah hebat ayo pa Ucap Audy penuh semangat.
Sementara nek Encim yang tertingal sendirian hanya bisa mengelus dada menyaksikan keluarga nya yang pada masuk kekamar.
Nasib jadi janda ternyata ngenes juga gumam nek Encim yang langsung menuju kamarnya.
__ADS_1