
Nirmala berbaring disamping tubuh aki Rahmat, dengan kepala yang di letakan didada suaminya.
Abang besok temani Mala kerumah mama yah, kemarin mama nelfon katanya ibu tiri papah akad datang besok sama adik tiri papa..pinta Audy.
"Iya sayang!" Abang akan temani kamu..jawab aki Rahmat dengan tersenyum lembut..
"Abang masih mau lagi nggak,? kalau nggak Mala mau tidur sekarang!" ucap Nirmala dengan menatap wajah suaminya.
"Sebenarnya masih pengen!" tapi Abang nggak tega sama kamu sayang. kamu sepertinya sudah terlihat lelah banget. jawab aki Rahmat.
"Ya udah!"kalau gitu Mala tidur duluan ya..ucap Nirmala dengan memejamkan matanya.
Aki Rahmat membelai rambut istrinya dengan penuh sayang..dan ikut memejamkan matanya.
**
"Abang" ayo cepetan, Mala capek ditelpon mama yang maksa Mala kesana sejak tadi.
teriak Nirmala dari dalam mobil.
"Iya sayang" Abang akan segera kesana. jawab aki Rahmat dengan berlari menuju ke arah mobil mereka.
Aki Rahmat yang sudah mahir membawa mobil, menyetir mobilnya sendiri dengan tenang menuju kerumah mertuanya.
"Abang" itu istri Alvian sama siapa?" tanya Nirmala dengan menunjuk kearah pasangan yang berangkulan mesra di atas motor.
__ADS_1
"Biarkan aja sayang..!jawab aki Rahmat dengan meneruskan perjalanan mereka.
saat mobil mereka masuk ke halaman rumah mamanya..Nirmala melihat pembantunya berlari dari dalam menuju tong sampah.
"mbak kenapa?" tanya Nirmala heran..
"Nggak apa apa non.!".jawab pembantu mamanya.
Dengan langkah pelan Nirmala berjalan menuju ruang tamu..Nirmala mendengar suara riuh.
"Asalamualaikum"ucap salam Nirmala.
"waalaikum salam" jawab Audy serta yang lainnya.
"Nenek sama Tante apa kabar?" tanya Nirmala dengan mencium tangan nenek sambungnya.
"Maaf nek" Mala nikahnya di kampung orang tua mama..jadinya gitu!" jawab Nirmala dengan perasaan tak enak.
"Kenapa harus disana sih Mala?" emang nggak bisa disini aja apa..tanya tantenya dengan raut wajah masamnya.
"Nggak bisa Tante, karena Mala cucu perempuan satu satunya. jadi Mala diminta melaksanakan pernikahan disana!" jawab Nirmala dengan alasan nya.
"Dasar Inayah, dari dulu nggak berubah. omel nek encim.
Ngapain harus berubah nek!" kalau nenek Inayah emang udah baik..jawab Nirmala asal.
__ADS_1
"Baik apanya..!sok paling cantik sedesa. kembali nek encim menghina neneknya Nirmala.
"Emang nenek Inayah cantik ko, buktinya kita semua keturunan nya cantik cantik!" kita buktinya ya mah..kata Nirmala meminta dukungan Pada mama nya.
Audy hanya mengangukan kepalanya tanpa mengeluarkan suara.
"Mah" kaya nya bentar lagi nek encim bakal mengeluarkan tanduknya lihat itu wajahnya merah..bisik Nia pada Audy.
"Iya,..bentar lagi asapnya juga bakalan muncul. jawab Audy dengan berbisik pula.
"Kamu itu" sama aja dengan Inayah, mulutnya tajam seperti petasan.. omel nek encim kesal.
"Wajar dong!"kan Mala cucu kandungnya..lagian petasan nggak tajam nek..tapi mengeluarkan api dan asap..jawab Nirmala tak mau kalah.
Dosa apa si Josep, nikah sama kamu Audy. makanya dapat anak model beginian..ejek nek encim pada Audy dan Nirmala.
"Dosa karena cinta Bu!" makanya ada Nirmala. jawab Audy asal.
Kalian emang menyebalkan ya..semua sama aja nggak menantu nggak anak..sama aja mengesalkan ..ayo Erna kita kekamar. lama lama darah tinggi bunda kumat..ucap nek encim sambil menarik tangan anaknya.
"Mah" nek encim ngapain kesini? tanya Nirmala heran.
"Nggak tau mama!" di usir orang sekampung kali..kan mulutnya sebelas dua belas sama mantan mertua kamu..jawab Audy sambil terkekeh.
"iya juga ya mah..hilang Sri timbul nek encim..
__ADS_1
emang nggak akan aman kehidupan kita..ucap Nirmala sambil memakan bronis.
lega mama kamu udah datang, kalau nggak bisa sakit telinga mama denger kenyinyiran ibu sambung papamu..keluh Audy.