
aki rahmat terus merintih kesakitan!' menahan sakit di pangkal pahanya.. karena anaconda yang membengkak semakin membuat aki Rahmat tidak bisa mengerakan kaki nya.
" Abang, kenapa nggak mandi?" tanya Nirmala, yang baru keluar dari kamar mandi.
" Abang nggak bisa bergerak, Mala!"rasanya sakit sekali. terkena gesekan kain saja sudah terasa perih..ucap aki Rahmat, dengan lelehan air matanya.
"terus gimana bang!" apa kita kedokteran saja. tanya Nirmala iba.
" jangan Mala, Abang malu!" belikan obat pereda sakit atau apa aja yang bisa ngilangin sakit ini..kata aki Rahmat, sambil meringis.
" iya!"
nanti Mala akan telfon teman Mala ya bang.
kata Nirmala, sambil mengusap lengan suaminya.
"sekarang, Mala mau kebawah dulu. ngambil sarapan untuk Abang!"kata Nirmala, sambil berjalan ke arah pintu kamarnya.
"Mala tunggu,jangan tinggalin Abang!"teriak aki rahmat.
"emang kenapa bang!"tanya Nirmala heran.
Abang mau buang air kecil Mala.! Abang nggak bisa gerak. Bantu Abang mala.
rengek aki Rahmat, pada Nirmala.
gimana caranya Abang, Mala kan nggak bisa gendong Abang!" tanya Nirmala, bingung.
Abang mohon Mala, Abang sudah nggak tahan lagi.. kata aki Rahmat, dengan wajah memerah menahan sakit dan keingginan untuk buang air kecil.
"bentar ya bang .!kata Nirmala, sambil mengambil hpnya.
" halo, mas Alek!"
bisa nggak mas Alek kekamar Mala sekarang ajak juga bang Gani.
sekarang ya mas..!perintah Nirmala, pada dua orang satpam rumahnya.
bentar yang bang!"kata Nirmala,sambil mengambil kasur lipat tipis di lemarinya.
Abang bisa nggak, geser ke kasur ini!" biar mas Alek sama teman nya bisa angkat tubuh Abang..agar mereka bisa angkat abang kekamar mandi?" tanya Nirmala, pada suaminya..aki Rahmat menggeser kan tubuhnya dengan perlahan, sambil terus meringis menahan sakit yang luar biasa pada pangkal pahanya.
pake selimut kecil ini aja bang, ganjelin pake bantal di paha Abang biar nggak kelihatan.!kata Nirmala, sambil membantu aki Rahmat.
"tok.....!"tok....!
"kreeeeaak.!"
maaf non, ada yang bisa kami bantu?"tanya Alek, dan Gani bersamaan.
tolong kalian bantu suami Mala ke kamar mandi sekarang!",soalnya dia lagi sakit..
tapi angkat sama kasur kecil dibawah tubuh bang Rahmat ya," angkatnya pelan pelan dan jangan banyak tanya!!" kata Nirmala, memerintah dua orang satpam dirumah papanya.
baik non kata alek dan Gani, bersamaan. sambil mengangkat kasur yang di tiduri aki Rahmat, dan berfikir sakit apa rupanya suami nona mudanya itu..
"letakan aja, disitu!'kalian boleh keluar. tapi tetap didepan kamar Mala," sampai Mala pangil lagi..kata Nirmala,kembali memerintah Alek dan Gani.
"baik non!"
jawab mereka bersamaan, sambil keluar dari kamar Nirmala dan menutup pintunya.
"Abang!"
apa Abang bisa duduk? tanya Mala, sambil melepaskan selimut yang menutupi tubuh aki Rahmat.
" bantu Abang berdiri,Mala..!pinta aki Rahmat pada Nirmala.
Nirmala segera menarik lengan aki Rahmat agar segera berdiri..
" aaaaaaa.....!"sakit!!
teriak aki Rahmat, yang memaksa kan diri mengerakan kakinya untuk berdiri di depan kloset .
Nirmala tersentak mendengar teriakan suaminya..
"kenapa bang,?"apanya yang sakit, tanya Nirmala panik sambil menatap wajah aki Rahmat.
"semua nya,Mala..,!sakit banget.rintih aki Rahmat, dengan mata memerah menahan sakit.
setelah selesai membuang air kecil nya. Nirmala membantu aki Rahmat, duduk di kloset yang sudah tertutup .
"Abang, sikat gigi dulu ya!, Mala akan lap tubuh Abang, dengan air sabun pelan pelan. kata Nirmala, sambil mengusap tubuh suaminya sepelan mungkin.. hingga bersih dan segar.
setelah selesai dan rapi,"aki Rahmat kembali
diselimuti Nirmala, dan dituntun berbaring lagi dikasur tipis itu.
"mas Alek,"mas Gani !" bantu suami Mala ketempat tidur lagi..pinta Nirmala, pada Alek dan Gani. baik non!" ucap mereka, masih dengan perasaan bingung.
"jangan keluar dulu,!tolong pasangkan tiang besi ini di sisi tempat tidur Mala!!"dan sekalian ikat tengah tengah selimut ini pake tali..jangan ketinggian angkatnya.
pinta Nirmala, pada alek dan Gani.
__ADS_1
"maksudnya, gimana non,?tanya mereka kurang paham.
"maksud mala,!"
tolong pasangkan tiang besi ini, di empat sudut ranjang ini!" tapi kelambunya nggak usah di pasangkan..cukup selimut ini aja yang di ikat!' tarik keatas, buat seperti kelambu yang mengerucut di atas.
tapi di melebar di bawah!" sudah paham kan tanya Nirmala, sambil memperagakan apa yang harus mereka lakukan.
"udah selesai, non!"ucap mereka, sambil bertanya tanya dalam hati.
ini untuk kalian, karena udah ngebantu Mala sejak tadi!" kata Nirmala, sambil memberikan uang satu juta pada Alek..dan pada Gani.
"makasih, non..!ucap Alek, dan Gani dengan mata berbinar bahagia dengan pemberian Nirmala.
"sama sama, mas.!".jawab Nirmala.
"kami permisi, non.!pamit Alek dan Gani sambil menutup pintu kamar Nirmala.
" tunggu!" kata Nirmala, saat pintu hampir merapat..alek batal menutup pintu.
tolong kasih tau mbak, suruh antarkan sarapan kesini. pake rantang ya !"
sekarang.. pinta Nirmala, pada Alek .
"siap, non!" jawab Alek, dengan penuh semangat berlari ke arah dapur.
" mbak!"
non Mala minta di antarin sarapan kekamarnya tapi pake rantang ya mbak.!.
" sekarang!"kata non Mala..ucap Alek, sambil berlalu kembali ke posnya menyusul Dani yang lebih dulu kembali.
pembantu Nirmala,
segera memasukan semua sarapan khusus untuk Nirmala, sebanyak mungkin agar nggak di suruh bolak balik lagi.
"mba,k mau kemana!"ko bawa rantang segala?" tanya Audy, pada pembantunya.
"mau kekamar, non Mala!" Bu.
tadi mas Alek ngkmong, non Mala sama suaminya mau sarapan di kamar..ucap mbak Imah dengan sopan.
aneh banget mereka.. pikir Audy, sambil menatap ke arah pembantunya yang menaiki lantai dua menuju kamar putrinya.
"mah!"
Mala sama Rahmat, ko belum turun!" tanya pak Josep, yang sudah rapi,sambil duduk disampingnya istrinya.
"mamah kenapa? sih kesambet ya..tanya Josep, sambil mengusap pipi Audy.
papa nanya apa?"tanya Audy, yang masih linglung.
Mala sama Rahmat, ko belum turun.
ulang Josep dengan pertanyaannya.
mereka sarapan di kamar pah..cuma yang mama bingung kan. Mala minta di antar keatas sarapan nya sama mbak, pake rantang ..kenapa ya pah?" tanya Audy,balik pada suaminya..
Josep yang mendengar laporan istrinya langsung terdiam .
"mbak!"
kemari sebentar.' pangil Audy, pada pembantunya.
"iya, Bu!"
jawab Imah, sambil mendekat ke arah Audy..
"ada apa di atas? ko tumben Mala sarapan di kamarnya..tanya Audy, yang penasaran
anu,bu.!itu.. jawab mbak Imah, binggung mau menjelaskan bagai mana..
lebih baik bapak sama ibu, lihat sendiri aja.
soalnya Imah bingung, gimana mau ngejelasin nya..tadi Imah di larang nanya Bu sama non Mala..jawab Imah sambil menundukkan wajahnya, menahan ke ingginan untuk tertawa.
" ayo, pah!" kita lihat ke atas, mama jadi makin penasaran deh sama tingkah Mala.
ucap Audy, sambil menarik tangan suaminya.
Josep berjalan mengikuti langkah istrinya.
" tok....!"tok.....!"tok....!
"ada apa lagi sih, mbak!" omel Nirmala sambil membuka pintu kamarnya dengan wajah kesal.
"mama sama papa,ngapain kemari?" tanya Nirmala, gugup.
papa mau ngajak suami mu, kekantor sekarang!" kata Josep, beralasan sambil mendorong g pintu kamar Nirmala agar terbuka.
Audy dan Josep terbengong melihat kondisi kamar Nirmala yang aneh..
kalian kenapa kemping di dalam kamar gitu sih..?"itu si Rahmat kenapa tiduran dengan selimut mengerucut begitu? tanya Audy bertubi tubi, sambil menerobos kedalam kamar Nirmala.
__ADS_1
kalian main apa an sih..?tanya Josep, yang ikut merasa bingung.
"bang Rahmat, sakit pah.. jawab Nirmala sambil menundukan kepalanya.
" sakit apa?"
perasaan kemarin baik baik aja..kata Audy sambil meneliti melihat menantunya yang berselimut hanya sebatas dada..tapi selimutnya diikat pake tali keatas.
sebenarnya ada apa sih Mala..?dengan kalian ini.!benar benar aneh tau nggak!" buka selimut itu.
perintah Josep, pada Nirmala.
"aaaaaaaaaaa!". teriak aki Rahmat, saat berusaha mengeratkan tubuhnya.
" kamu, kenapa berteriak gitu?" tanya Josep pada aki Rahmat.
aki Rahmat hanya bisa mengelengkan kepalanya dengan tangisan tanpa suara.
"suami kamu,kenapa Mala..tanya Audy dengan tatapan kesalnya.
Abang terjatuh dikamar mandi mah pah..terus punya Abang terkena ubin kamar mandi".sekarang kondisinya punya Abang bengkak. makanya Abang nggak bisa gerak..terkena gesekan kain aja kata Abang sakit banget, sampai ke umbun umbun sakitnya
kata Nirmala, menjelaskan .
kenapa nggak di bawa kerumah sakit aja?"
tanya Audy, sambil menatap ke arah aki Rahmat dengan tatapan kasihan juga inggin tertawa.
"Abang nggak mau, mah!" katanya malu.
jawab Nirmala, sambil mendekati suaminya dan memperbaiki posisi selimutnya.
pangil aja dokternya kesin!" kata Josep memberi saran.
Abang yang nggak mau pah. kalau mau!" sudah Mala telfon sejak tadi..gerutu Nirmala kesal .
" halo, dokter Ridwan!" bisa kerumah saya sekarang. menantu saya sedang sakit,butuh penanganan khusus!!" kata Josep, sambil mematikan handphone nya..
sebentar lagi Ridwan akan kemari..kamu harus memeriksa kondisimu, jangan dibiarkan seperti itu Rahmat!" kata Josep, sambil duduk di sofa kamar Nirmala di ikuti Audy.
ko mama sama papah nggak langsung keluar?" kan sudah ngelihat kondisi Abang Rahmat..kata Nirmala,yang mengusir orang tuanya secara halus.
"papa mau nungguin, dokter Ridwan kemari.! kata Josep, dengan santai, sambil berpura pura memainkan hp di tangan nya.
" tok.....!"tok...!
"nyonya!" dokternya sekarang sudah ada disini.. kata mbak Imah.
" kreeeeeeeeak.!
silahkan masuk dok.. kata Audy, sambil kem bAli menutup pintu kamarnya.
"ada apa, Josep?"
emang menantumu kenapa?"tanya Ridwan heran dan binggung. .!saat melihat selimut yang di gantung di tengah tengah besi untuk sangkutan kelambu", tanpa ada kelambunya sama sekali.
" Rahmat jatuh!, barangnya bengkak, itu juga kata putri saya..ucap Josep, dengan menahan tawa.
"mama sama Audy, keluar aja deh,,biar papa sama dokter aja yang nuguin disini..perintah Josep, pada istri dan putrinya.
"iya pah!" jawab Audy, sambil menyeret Nirmala keluar kamar.
" mah, suami Nirmala gimana?"tanya Nirmala kebingungan.
"!udah diam!"
biar dokter, yang memeriksanya!" kata Audy sambil berjalan kearah balkon di lantai dua itu.
satu jam lamanya Nirmala menunggu keluarnya dokter dari kamarnya.
"ckliiiik...!".kreeeeeeeeak..!
"dok!" suami saya gimana?" tanya Nirmala sambil menerobos kedalam kamar, dan melihat suaminya dalam kondisi tertidur.
"pah!" bang Rahmat kenapa?" tanya Nirmala bingung..ketiduran dia. karena di kasih obat paling mujarab sama dokter, biar sakitnya hilang!. dusta Josep, sambil berjalan keluar kamar Nirmala dengan menahan tawa.
Nirmala yang melihat suaminya tertidur langsung tersenyum bahagia, karena suaminya bisa tertidur dan nggak rewel lagi
"haaaa....!"haaaa....!"haaaa...!
tawa Josep, mengingat kebodohan putrinya yang mau saja di bohongi.
.
papa kenapa tertawa keras gitu?' tanya Audy heran.
"papa habis bohongin Nirmala, mah.!dia nanya kenapa suaminya tertidur .
"papa bilang, suaminya dikasih obat paling mujarab biar bisa istirahat.
pada hal suaminya pingsan, karena takut sama jarum suntik dokter Ridwan.
kata Josep, sambil terkekeh..
__ADS_1
"akhirnya, pah,,!Nirmala yang pintar kena juga dikibuli sama papanya sendiri!. ujar Audy, ikut tertawa sambil bergelayutan di lengan suaminya.