
"Paijo" tersenyum bahagia menatap wanita yang kini sudah resmi menjadi istrinya dengan senyum bahagia, menyalami tamu yang datang memberi ucapan selamat pada mereka.
" Akhirnya" penantian pakde Paijo berakhir juga ya ma, kita tidak perlu lagi bersusah susah bikin sayembara lagi!"ujar Nia dengan senyum bahagia karena terbebas dari tuntutan nek Encim.
"Iya sayang" setelah ini mama akan suruh papa kalian mengirim nek encim serta keluarganya kembali kekampung aja, biar nggak bikin rusuh pada kita!" jawab Audy sambil terkekeh
" Mama" berarti nanti karat di tubuh pakde Paijo akan luntur dong, karena udah dapat istri!"celetuk Keyra tanpa melihat situasi yang ramai di sekelilingnya.
"Iya" jawab Audy pelan sambil mengumpat dalam hati.
Ini menantu satu apa nggak bisa pintaran dikit. di saat seperti ini kenapa selalu bikin ulah aja sih.
Ma.....!
Udah mbak key" diam aja, ntar didengar Tamu nggak enak!" tegur Nirmala pada Kaka iparnya.
"Key" nggak maksud bikin malu ko Mala"key cuma mau ngasih tau. itu nek encim kenapa sibuk menadahkan tangan pada tamu yang datang!" ujar keyra menunjuk ke arah nek encim yang berdiri di depan pintu masuk.
Haaaah...!iya ya" bikin ulah apa lagi orang tua itu!" gumam Audy sambil menatap ke arah nek encim yang menandakan tangan pada setiap tamu.
__ADS_1
" Jeng" siapa orang tua itu, katanya dia di suruh meminta uang sebagai syarat agar tamu dapat Rahmat dari Tuhan, karena memberi dia uang. itu sebagai aturan adat dari keluarganya, apa benar jeng?" tanya seorang tamu yang mendekati Audy.
Audy tersentak kaget mendengar ucapan tamu itu..
Nirmala yang mendengar ikutan kaget dan kesal melihat tingkah nek encim yang selalu bikin masalah.
"Ma" titip anak anak Mala bentar ya...pinta Nirmala yang langsung berjalan menuju ke arah nek encim.
"Nenek" ngapain disini? tanya Nirmala dengan mata melotot marah.
Eeeh...Nirmala"nenek nggak ngapa ngapain ko, nenek cuma melihat undangan mereka takutnya nanti ada ******* yang nyasar kemari, jadi nenek sengaja berdiri disini!"ujar nek encim dengan senyum yang terlihat memuakan di mata Nirmala.
Nggak usah di jaga. nenek masuk aja temenin pakde Paijo di pelaminan sana, cukup pengawal papa aja yang jaga
" Nggak bisa gitu dong Mala!" ini kan pernikahan adik nenek satu satu nya, jadi wajar kalau nenek harus siaga!" tolak nek encim.
"Itu apa" dalam kresek hitam di samping nenek? tanya Nirmala menunjuk kresek hitam didekat nek encim
" Bukan apa apa ko, Mala!" jawab nek encim yang langsung mengaman kan kresek hitam di di samping nya.
__ADS_1
"Nek" jangan bikin ulah macam macam Disini, kalau nggak mau Mala kirim ke negeri Cina secepatnya, biar semua organ di tubuh nenek di ambil dan di jual dipasar gelap!" bisik Nirmala memperingati nek encim.
Jangan Mala" nenek masih mau hidup, belum mau mati. dosa nenek masih banyak belum sempat tobat..jawab nek Encim dengan wajah ketakutan.
Kalau begitu. nenek"masuk sana jangan berdiri disini seperti pengemis yang cari mangsa..omel Nirmala.
"Iya' Mala" nenek masuk sekarang!" ujar nek encim yang langsung berjalan terburu buru menuju pelaminan.
Huh..! Mala" emang nggak asik, jadi uang yang aku dapat cuma sedikit, nanti kalau mereka lengah aku akan jaga pintu lagi saat tamu nya sudah mau pergi!"dumel nek encim dengan wajah mayun nya, hingga tidak melihat jika ada kabar di samping bunga kertas yang disusun rapi dekat pelaminan.
Sreeeeeet...Aduh"teriak nek encim saat kaki nya tersangkut kabel itu, hingga nek encim langsung nyungsep ke atas pelaminan tepat di kaki istri Paijo.
Lah..! nek encim"kenapa sujud di kaki istrinya pakde Paijo seperti itu sih ma?" tanya Nia sambil tertawa.
Nggak apa apa Nia" kan nek encim banyak dosa sama istri nya Paijo, jadi wajar aja dia kena karma nya!"jawab Audy yang ikut tertawa.
"Nek encim" baik ya ma!"mau ngalah sama yang muda, hingga dia rela sujud gitu!"celetuk Keyra sambil bertepuk tangan..
"Iya" sangking ngalah nya, sampai kening nya benjol sebesar telor angsa!" jawab Nirmala asal.
__ADS_1