Suami Ku Aki Aki Perkasa

Suami Ku Aki Aki Perkasa
pasangan posesif


__ADS_3

Nirmala dan aki Rahmat asyik menikmati sore yang tenang dan sejuk, dengan mengendarai sepeda motor mereka berjalan jalan mengelilingi persawahan milik pak Ilham ..


'Abang kita pulang sekarang aja, hari sudah mulai petang.. kayanya juga mau turun hujan


ucap Nirmala pada suaminya.


"Iya, sayang!" jawab aki Rahmat .


Saat mereka melewati pasar mereka melihat ada keributan .


"Abang ada apa disitu, ko rame banget ya..tanya Nirmala yang selalu kepo.


"Abang nggak tau Mala..!kita pulang aja..kata aki Rahmat melanjutkan motornya.


"Tunggu Abang, kita lihat dulu!" Mala penasaran jangan jangan ada bazar murah..kata Nirmala memaksa aki Rahmat menyetop motornya.


Nirmala bergegas berjalan mendekati keramaian pasar, dengan penasaran hingga meninggalkan aki rahmat yang berlari menyusul istrinya.


"Mala, jangan cepat cepat jalanya!"teriak aki Rahmat .


Tiba di lokasi.. Nirmala tercengang melihat kakeknya yang asik berkelahi dengan seorang lelaki lebih muda, bahkan papanya pun ikut terlibat perkelahian sengit .


"Berhenti!" teriak Nirmala sekuat tenaganya.


Perkelahian itu langsung terhenti begitu saja.


"kakek, papa!" apa yang kalian lakukan. kenapa mesti berkelahi di tempat ramai begini sih bikin malu aja..ayo pulang!" omel Nirmala dengan menarik lengan papa dan kakeknya.


Mama sama nenek kenapa diam aja..


itu juga dandanan nya kenapa nyentrik banget.. nggak inggat umur apa !"oceh Nirmala dengan memasang wajah sangarnya.


Semua beranjak pulang, dengan papanya Nirmala mengendarai mobil..sementara Nirmala bersama aki Rahmat menaiki motor.


Tiba dirumah..Nirmala langsung duduk dengan menahan kesal.


Apa kalian lupa dengan umur, makanya berkelahi dipasar.


mama sama nenek juga, ngapain berdandan kaya gini apa kalian juga lupa usia..


tolong jelaskan sebelum Mala amuk kalian semua..omel Nirmala.


Mereka semua terdiam menundukan wajah tanpa ada yang menjawab sama sekali.


"Kenapa diam!" gertak Nirmala yang menahan kesal sejak tadi..Jadi nggak ada yang mau cerita.


"Abang bantu Mala nyiram rumah ini pake bensin!"teriak Nirmala langsung berdiri..


Emang mau ngapain Mala?" tanya pak Ilham bingung..


"Nggak usah banyak!" tanya kalau ditanya nggak ada yang mau jelasin..oceh Nirmala.


"Abang !"pangil Nirmala pada aki Rahmat yang sedang mandi.


Mendengar teriakan istrinya, aki Rahmat langsung memakai handuk tanpa membilas buih sabun yang masih menempel di kepala dan tubuhnya .


"Ada apa, sayang?"tanya aki Rahmat panik.


"Bantu Mala, nyiram rumah ini pake bensin.

__ADS_1


ucap Nirmala dengan wajah garangnya.


"Baik sayang!" jawab aki Rahmat tanpa membantah atau pun bertanya .


Mala mau kamu apain rumah ini ..teriak Bu Inayah panik melihat rumahnya sudah disiram pake bensin.


"Mau Mala bakar, kan tadi papa Sama kakek sudah terbakar emosi,," sekalian aja rumah nenek Mala bakar biar keren.! jawab Nirmala santai dengan mengambil korek api di depan tv.


"Jangan Mala!" teriak pak Ilham mengejar Nirmala diikuti yang lain.


Mala menghidupkan korek ditangan nya dengan sikap mengancam jika mereka berani mendekatinya..


"Mala ada acara apa an dirumah kamu," ko rame banget?" tanya janda sebelah mendekati Nirmala .


Acara bakar daging tua..jawab Nirmala dengan wajah juteknya.


"Daging tua apa an Mala?" tanya janda itu ngeyel.


Ya daging lah, yang udah tua dan alot..jawab Nirmala menahan kesal .


"Aku boleh ikutan nggak Mala?" tanya janda itu.


"Boleh masuk aja kedalam!" jawab Nirmala acuh.


Aki Rahmat hanya terdiam didepan pintu masuk melihat tingkah istrinya.


"Mala lagi ngidam apa lagi sih?" gumam aki Rahmat dengan wajah bingungnya..


"Abang sini!"pangil Nirmala saat dilihatnya janda genit itu mulai mendekati suaminya.


Aki Rahmat berlari mendekati Nirmala, tanpa sengaja handuk nya nyangkut di ranting kayu kering yang di kumpulkan Nirmala tadi..


Aki Rahmat inggin berbalik mengambil handuk yang nyangkut


"Jangan berbalik, tambah lebar nanti Mata janda genit.. oceh Nirmala berlari mengambil handuk suaminya dan mengikatnya dipingang aki Rahmat.


"Apa liat liat,"dasar janda genit..maki Nirmala


"Mala manu ee suami mu keren,mantap Mala..ucap janda genit dengan mata masih menatap ke arah aki Rahmat.


Nirmala mengambil sandal dan bermaksud melempar janda genit itu.


Melihat Nirmala akan melemparnya, janda genit itu berlari masuk kedalam rumah pak Ilham .


Melihat janda itu masuk kedalam, Mala langsung mengunci pintu diluar dan membakar ranting kayu di depan rumah pak Ilham dengan senyum liciknya..


"Pak Josep ada disini juga ya?" tanya janda genit yang tak tau situasi mendekati papanya Nirmala dengan gaya genitnya.


"Menjauh kamu dari saya!" gertak pak Josep dengan wajah kesalnya.


Sementara Audy, berdiri disamping ibunya dengan sikap acuhnya.


.


"Gawat!" teriak pak Ilham..


"Gawat kenapa pak Ilham?" tanya janda genit itu heran.


"Mala sudah menghidupi api didepan.

__ADS_1


teriak pak Ilham panik.


"Bagus dong, berarti nanti kita pesta daging tua dan alot!" kata Nirmala tadi..jawab janda itu dengan mata berbinar senang.


"Bodoh, kamu mau jadi daging bakar yang alot juga!" omel Bu Inayah sambil berlari kepintu depan.


"Maksudnya apa sih?"tanya janda itu tak paham saat melihat Audy dan Josep ikut berlarian ke arah depan rumah.


"Hei janda bodoh!"apa kamu mau di panggang didalam rumah ini sama Nirmala teriak Audy yang berusaha membantu suaminya mendobrak jendela yang terkunci.


Ibu kenapa jendelanya dikasih terali besi gini sih, kan kita nggak bisa keluar.. teriak Audy yang sudah panik melihat api membubung tinggi di depan rumah.


"Tolong- tolong!" teriak janda genit itu lebih panik dari yang lainnya dengan berlari kesan kemari .


"Dasar janda gila!" maki pak ilham dengan wajah memucat.


Mala tolong jangan bakar kami seperti ini Mala..kami akan jelaskan masalah nya..tapi tolong keluarkan kami teriak Audy dengan wajah ketakutan.


Janji akan jelaskan ..teriak Nirmala.


"Iya Mala, kami akan jelaskan teriak Bu Inayah.


Kalian lewat jalan belakang kan bisa, cepat lari kebelakang dari pada nanti terlambat kata Nirmala dengan kekehannya.


Mereka berlarian kepintu belakang dengan saling dorong..


Janda genit yang berada paling depan terdorong hingga tercebur ke kolam tambak belut milik pak Ilham.


Tolong ....tolong..teriak janda itu.


"Nyusahin aja!" omel pak Ilham sambil membantu janda itu, dengan menarik tangan nya.


"Pak, biarin aja janda itu dalam kolam!" kata Josep..


Nggak bisa gitu mantu, nanti dia buang air kecil dalam kolam. belut belut ku bisa mati bisa rugi besar aku..oceh pak ilham.


Setelah janda itu keluar dari kolam, Josep dan pak Ilham berlarian kedepan rumah menyusul istri mereka.


Tiba didepan rumah, pak Ilham yang nafasnya masih ngos ngosan menatap istri dan anaknya serta cucunya asik makan ayam panggang..dan sosis bakar.


Mala ko kalian jadi mangang ayam sama bakar sosis sih, api besar tadi mana..?


tanya Josep dengan duduk disamping Audy yang wajahnya terlihat jutek.


Apinya udah jadi arang, arang nya ya dipakai untuk bakar ayam sama sosis .


jawab Nirmala.


Minta dong Mala, kakek udah lapar karena ngeluarin banyak tenaga .ucap pak Ilham mengambil paha ayam di atas daun pisang.


Enak banget ya, makan daging ayam bakar sama nasi yang dibakar seperti ini..ucap pak Josep yang makan dengan lahap sambil menyuapi istrinya.


Kakek sama papa gantian bakar ayam sama nasinya sekarang, giliran Abang Rahmat manjain Mala..perintah Nirmala.


Berani ngebantah, akan Mala bikin kalian sate. ancam Nirmala.


Pak Ilham dan Josep yang mendengar ancaman Nirmala langsung bergerak Menganti posisi aki Rahmat.


Abang ayo sini kita makan berdua..ajak Nirmala duduk di pondok kecil disamping kolam ikan.

__ADS_1


aki Rahmat makan dengan lahap bergantian saling menyuapi dengan Nirmala.


__ADS_2