
"Nirmala!"
pangil Bu Inayah, pada Nirmala.
" iya nek, ada apa?.
tanya Nirmala, pada neneknya.
"kamu, harus menentukan!"
lamaran siapa yang akan kamu terima.
"hari ini juga.!
tidak ada alasan lagi untuk kamu mengelak.
ucap Bu Inayah tegas.
"apa mereka,!
akan datang semua nek.?
tanya Nirmala.
" iya!"
jawab Bu Inayah, sambil mengusap rambut Nirmala dengan sayang.
"baiklah nek!"
Nirmala akan memberi kan
jawabannya!"
untuk mereka hari ini.!
ucap Nirmala, sambil menatap wajah neneknya.
" ya sudah!"
kalau begitu nenek, mau kedapur dulu ya
pamit neneknya Nirmala.
" iya, nek.
jawab Nirmala.
"Mala"
pangil fatar, pada nirmala
"kenapa tar.?
tanya Nirmala, pada fatar.
gue pengen ke alun alun kota, Lo mau ikut nggak.?
tanya fatar lagi, pada Nirmala.
" boleh deh, dari pada suntuk di rumah!.
jawab Nirmala.
'pake motor aja ya, biar nggak repot.
kata fatar.
" iya, jawab Nirmala.
'rame juga ya tar, di sini.!
"iya Mala, apalagi kalau malam.
lebih rame lagi,!
banyak pedagang dadakan, yang berjualan
disini.
ucap fatar, sambil menarik tangan Nirmala. untuk mendekat dan,
melihat atraksi anak muda yang asik bersalto.
"gila!"
apa tubuh mereka, nggak patah ya tar.
gumam Nirmala.
mereka kan, udah biasa Mala!
jawab fatar.
"kriiiing,"
suara hp fatar.
"nenek,!
jawab fatar.
"asalamualaikum!"
ucap salam fatar.
" fatar, Nirmala sama kamu ya.?
tanya neneknya.
"iya nek.!
jawab fatar.
"kalian, pulang sekarang.
soalnya orang orang, yang melamar Nirmala udah pada datang!.
ucap Bu Inayah, pada fatar.
"iya nek, kami akan segera pulang.
jawab fatar.
"Mala!"
nenek minta kita pulang sekarang,
para pelamar'!
sudah berkumpul di rumah.
kata fatar, menirukan ucapan neneknya.
" ya udah, kita pulang sekarang aja!.
ucap Nirmala, sambil menaiki motor.
'tiba di rumah!
"asalamualaikum!"
ucap salam Nirmala, dan fatar.
"waalaikum salam!"
jawaban dari dalam rumah.
nah itu, Nirmala ya!"
kata nenek Nirmala, sambil menunjuk kearah Nirmala.
Nirmala dan fatar, langsung duduk.
disamping kakek dan neneknya.
" kamu, memilih siapa Mala.?
tanya kakeknya, pada Nirmala.
Nirmala terdiam, sambil melirik orang orang yang melamarnya.!
saya inggin mengajukan sarat,
apakah kalian setuju?.
tanya Nirmala.
"syarat apa.?
tanya mereka, bersamaan.
"saya inggin kalian....
menangkap ikan belut, yang ada di dalam kolam.
pinta Nirmala.
siapa yang dapat paling banyak!"
dia... yang akan saya pilih.
gimana kalau di antara kami,
nggak ada yang dapat.?
tanya seorang pelamar.
ya nggak akan, saya terima semuanya...
jawab Nirmala enteng.
kalian bisa mundur, kalau tidak yakin!"
__ADS_1
ucap Nirmala, menekan mereka.
"dimana, kolamnya.?
tanya mereka, kompak.
"fatar!" tolong tunjukan
kolamnya pada mereka.
perintah pak Ilham, pada fatar.
"iya kek!"
jawab fatar, sambil berjalan ke arah samping rumah.
"ini kolamnya."
silahkan dimulai.
ucap fatar, sambil duduk di rumput.
"byuuuuur!"
para pelamar Nirmala, terjun ke kolam bersamaan.
Nirmala dan kakeknya, datang membawa
ember ke arah kolam.!
apa sudah, ada yang dapat.?
tanya kakeknya Nirmala.
"belum pak!".
jawab mereka kompak.
belutnya, susah ditangkap pak.
ucap mereka.
waktu kalian, hanya satu jam ya!"
kata Nirmala, sambil duduk disampingnya
neneknya.
" waktunya, sudah habis.!
kata Nirmala, sambil tersenyum senang.
"yaaaaaaah!"
ucap para lelaki, yang bersaing kecewa.
Meraka saling menatap, dengan perasaan kesal.
"kami permisi, pak Ilham.!
ucap mereka,. bersamaan.
" iya,, jawab kakeknya Nirmala,
akhirnya kompetisinya, selesai juga.!
gumam Nirmala.
*. *. *. *. *. *. *
"Mala!"
pangil Bu Inayah.
"iya nek, ada apa.?"
tanya Nirmala, pada nenek nya.
tolong kamu antarkan,
uang gaji aki Rahmat sekarang ya!"
pinta Bu Inayah, pada Nirmala.
kenapa mesti Mala nek,
kan ada fatar.!
bantah Nirmala.
fatar, lagi disuruh kakekmu... beli pupuk..
"udah, kamu aja yang nganterinya!"
perintah neneknya, pada Nirmala.
ini kamu uangnya,
antarin sekarang ya!"
" Mala,! pergi sekarang ya nek.
"asalamualaikum"!
ucap salam Nirmala.
"waalaikum salam!"
jawab neneknya.
"aki Rahmat, ada dirumah nggak ya..!
gumam Nirmala,. sambil mengendarai motornya.
mending gue kesawah aja deh,!"
siapa tau aki rahmat ada disana.
pikir Nirmala, sambil mengarahkan motornya ke arah persawahan.
" tiba di sawah!"
Nirmala melihat aki Rahmat, sedang berada di pondok di tengah sawah ..sambil menjemur baju kerjanya!.
" nah itu aki Rahmat!"
kayanya, habis mandi.
pikir Nirmala, sambil memarkir motornya di tepi jalan.
"Nirmala, mendekati aki rahmat.
" asalamualaikum,,aki Rahmat.
ucap salam Nirmala.
"waalaikum salam,,non Mala!"
jawab aki Rahmat.
" maaf Ki, saya di suruh nenek, nganterin
uang gaji aki bulan ini.
"ini Ki, uangnya.
kata Nirmala, sambil berjalan menuju pondok.
"braaaaaaaakkk!"
Nirmala terpeleset, dan tanpa sengaja!"
tangannya menarik baju dalam aki Rahmat... Hinga aki Rahmat oleng dan jatuh
menimpa tubuh Nirmala di atas pondok.
"apa"! yang kalian lakukan.
bentak pak Rahmat.
" astagfirullah lazim"
teriak orang orang, yang datang ke pondok.
untuk makan siang.
"Kek, ini salah paham.
ucap Nirmala, dengan ketakutan.
"salah paham gimana.?
jelas jelas, kalian sedang berbuat mesum.
ucap warga, yang melihat kejadian itu.
"kek, tadi Mala terpeleset.
kata Nirmala, mencoba menjelaskan.
nggak mungkin terpeleset,
kalau yang kami lihat...aki Rahmat sedang memeluk mu, dan mencium bibir kamu.!"
kalian pasti, inggin berbuat mesum kan!
tuduh warga, disitu kompak.
"nggak kek"!
bantah Nirmala.
"kita pulang sekarang!"
__ADS_1
putus kakeknya Nirmala.
dan kalian tolong,
jangan memponis cucuku...
seenak perut kalian .
kata pak Ilham, dengan ketus.
aki Rahmat, hanya terdiam
tanpa tau harus berbuat apa.
Mala, kenapa nangis mas.?
tanya Bu inayah, binggung.
"pak Ilham, menceritakan
kejadian di sawah, pada istrinya.
enak aja, mereka menuduh sembarang
omel bu inayah, dengan kesal.
sejak kejadian di sawah, Nirmala
selalu mengurung diri.. di dalam kamar.!
" mas, gimana sekarang..?
tanya Bu Inayah, pada suaminya.
" gimana apanya.?
tanya balik suaminya, sambil meminum kopinya.
"Nirmala!"
ibu nggak mau,. kalau dia sakit!"
udah tiga hari, dia nggak mau keluar kamar.
ucap Bu Inayah sedih.
pak Ilham hanya menghela nafas lelah..
terlebih lagi,. berita itu sudah menyebar di kampung mereka.!
nanti mas temui, aki Rahmat!"
untuk apa, nemuin aki Rahmat.?
tanya Bu Inayah, binggung.
meminta aki Rahmat, melamar Nirmala lah apa lagi.!
jawab pak ilham.
"A'apa" apa mas sudah nggak waras.!"
ucap Bu Inayah marah.
lalu apa yang harus, kita lakukan sekarang.?
tanya pak Ilham. pada istrinya.
kamu mau kalau Nirmala,
pulang ke Jakarta dan.. nggak mau kesini lagi.!
"nggak"jawab Bu Inayah, sambil mengelengkan kepalanya.
"tapi mas, aki Rahmat kan sudah tua!"
masa ia Nirmala yang muda, dapat suami aki aki sih.
protes Bu Inayah, pada suaminya.
mau gimana lagi, Nirmala terjebaknya sama aki Rahmat.!
kata pak Ilham.
lagi pula tua muda kan, cuma masalah umur Bu.!
dalam usia, aki Rahmat emang tua!"
tapi kalau soal kerja... aki Rahmat lebih kuat
dari pada anak muda.
ujar pak Ilham, mencoba memberi pengertian pada istrinya.
terserah, mas ajalah!"
jawab Bu Inayah, pasrah.
mas mau kerumah, aki Rahmat sekarang.!
pamit pak Ilham pada Bu Inayah.
Bu Inayah hanya mengangukan kepalanya,
Dengan perasaan sedih.
"asalamualaikum"
"waalaikum salam"!
" panjang umur, kamu Rahmat!"
kata pak Ilham, pada aki Rahmat.
aki Rahmat terlihat gugup, didepan pak Ilham.
ada apa ya pak.?
tanya aki Rahmat binggung.
kamu duduk dulu aja sekarang..
ada yang inggin, saya bicarakan sama kamu!"
kata pak Ilham, sambil meneliti wajah dan tubuh aki Rahmat.
" begini Rahmat,!
saya ingin, kamu melamar Nirmala.
dalam arti.. aku inggin kamu menikah dengan cucuku.
"T'tapi pak!"
saya bukan orang berada.!
saya juga sudah tua, apa saya pantas sama
cucu pak Ilham.
kata aki Rahmat, binggung.
"rahmat"!
apa kamu percaya takdir.?
tanya pak Ilham, pada aki Rahmat.
iya, saya percaya!"
jawab aki Rahmat pelan.
"mungkin,!
ini memang takdir kalian berdua..
dipertemukan, dengan cara seperti ini.
ujar pak ilham sambil tersenyum.
saya pinta besok kamu kesini!"
dan lamar cucuku didepan seluruh keluarga ku.!
jangan lupa.. cukur kumis dan janggut mu!"
potong juga rambutmu.
perintah pak Ilham tegas.
sekarang, kamu persiapkan diri kamu!
dan pulanglah.
usir pak Ilham, pada aki Rahmat.
"iya pak"
jawab aki Rahmat, sambil berdiri.
pak Ilham, menatap aki Rahmat.
yang telah menjauh dari rumahnya.
nggak nyangka gue, begitu banyak
yang melamar Nirmala!"
yang terpilih, malah aki Rahmat.
gumam fatar, nirmala konyol banget nggak sihnirmala konyol banget nggak sihnirmala konyol banget nggak sihnirmala konyol banget nggak sih yang mendengar pembicaraan
__ADS_1
kakeknya dengan aki Rahmat.