
Nirmala terus menangis di samping ranjang mamanya dirumah sakit!" saat pembantu mereka mengabari jika mamanya berusaha bunuh diri, dengan memotong urat nadinya.
meski sudah lima hari kejadian itu telah berlalu tapi Nirmala tidak bisa menerimanya.
"Udah Mala!"jangan nangis lagi. hati mama sakit ngelihat kamu menangis terus seperti itu, ingat sama kandungan mu sayang.
bujuk Audy pada putrinya.
"Mala, takut mama akan meninggalkan Mala ma..kenapa mama mesti nekad begitu sih. Mala shyok, waktu si mbak ngabarin kalau mama bunuh diri.
"Mama juga ngerasain hal yang sama, waktu kamu pendarahan kemarin Mala!" mama ngerasa udah jadi ibu yang tak berguna.
terdengar lirih suara audy saat mengungkapkan betapa dia menyesal telah membentak putrinya.
Mala nggak apa apa ko mah, emang Mala salah. wajar kalau mama marahin Mala.,
sudah tugas seorang ibu memarahi anaknya jika anak nya berbuat salah.ucap Nirmala dengan ungkapan bijaknya.
"terima kasih" nak!" kamu sudah mau memaafkan kesalahan mama.
kata Audy dengan mata berkaca-kaca.
"iya ma!" Mala yang seharusnya meminta maaf terlebih dahulu pada mama.. ucap Nirmala dengan mencium tangan mamanya .
"ya sudah"sekarang mari kita pulang kerumah. tadi dokter sudah mengizinkan mama mu pulang,!"
"ayo ma, papa bantu naik ke korsi roda..ucap pak Josep, dengan sikap kakunya. karena sudah lama tidak bertegur sapa dengan istrinya.
Audy hanya mengangukan kepalanya tanpa suara sama sekali.
Bu Inayah hanya menatap dari jauh putrinya yang pernah dibencinya..terbersit rasa sesal karena sudah keterlaluan memberi pelajaran pada putri nya sendiri.
"Mala mau kerumah mama aja ya bang!.
Mala masih inggin nemenin mama. pinta Nirmala pada suaminya.
"iya, sayang!" jawab aki Rahmat dengan membelai rambut Nirmala penuh sayang.
*
tiba dirumah.
Audy langsung berbaring di atas kasur kamar tamu sesuai keinginannya.
Josep hanya terdiam melihat kebungkaman istrinya, dengan rasa sesak dihatinya.
semua terasa kaku tanpa tau harus mengucapkan apa, hanya Nirmala yang sejak tadi berceloteh disamping Audy sambil menyuapi Audy nasi..
"Mala!" ntar malam bukanya acara resepsi pernikahan Alvian?" ucap Audy mengingatkan putrinya.
"Masa sih, mah!" ko cepat banget. bukannya masih lama ya..?tanya Nirmala tak yakin.
Coba kamu lihat undangannya di grub chat .
saran Audy.
Bener ma ntar Mala acaranya, terus gimana dong!" nggak mungkin kan kita kesana dengan kondisi mama yang masih lemah gini.
ucap Nirmala dengan wajah sedihnya.
"Kamu pergi aja, sayang!" ajak suami mu dan papamu, sekalian ajak nenekmu juga, untuk jagain kamu dari mulut nyinyir ibunya Alvian. pinta Audy dengan senyum misteriusnya.
"Nggak!" Mala nggak mau ninggalin mama sendirian di rumah, Mala trauma!" Mala takut mama melakukan hal gila lagi..bantah Nirmala dengan tatapan takutnya.
Mama nggak akan melakukan kebodohan untuk kedua kalinya sayang, kemarin mama benar benar prustasi, karena kamu udah nyuekin mama, dan menjauhi mama. tapi sekarang kan lain lagi ceritanya.
bantah audy.
__ADS_1
"tapi, mah!"
tolak Nirmala.
Percaya sama mama, kamu juga bisa minta si mbak untuk ngawasin mama, kalau kamu kurang yakin..paksa Audy.
"Mala malas, ma..!jawab Nirmala .
"Entar malam, kamu temenin mama tidur disini mau nggak?
Mala berfikir sesaat.
sudah lama Mala nggak pernah tidur bareng
mama, terakhir waktu Mala demam. itu juga saat dia duduk di bangku SMP .
"Mala mau, ma..,!jawab Nirmala.
"Kalau kamu mau!" kamu harus pergi ke acara pernikahan Alvian ajak nenek dan papamu.
perintah Audy.
"Baiklah!" Mala akan turuti permintaan mama. tapi mama janji ya jangan melakukan hal kaya kemarin lagi..mohon Nirmala.
"iya sayang!" mama janji..jawab audy mantap.
" Mala, boleh istirahat disini bareng mama nggak? tanya Nirmala dengan memeluk tubuh mamanya.
"Boleh sayang!" mama juga udah kangen banget sama kebawelan kamu..ucap Audy sambil menyentuh hidung mancung Nirmala .
karena kelelahan Nirmala tertidur dipelukan mamanya..
Audy menatap wajah tenang putrinya, dengan tetesan air mata penyesalan yang tak sudah.
*
Malam telah tiba. nirmala memaksa keluarganya untuk menghadiri acara resepsi pernikahan Alvian.
tapikan mereka sedang berada diluar negri keluh pak Josep.
"Papa tenang aja , si mbak akan Mala minta untuk ngejaga mama, dua puluh empat jam nonstop sampai kita pulang..
Nirmala berusaha meyakinkan papanya.
"kamu yakin..?tanya Josep dengan keraguan.
Yakin papa, atau papa mau ngelihat Mala disakiti sama ibunya Alvian lagi.
Memikirkan putrinya, Josep memutusakan. untuk ikut begitu pun dengan Bu Inayah.
Nirmala bejalan santai dengan mengandeng lengan suaminya.,, saat mereka sudah memasuki ruangan resepsi.
Lumayan rame ya bang," tamunya. kata Nirmala melihat sekelilingnya dengan kagum .
"Iya Mala, kaya nya mereka orang orang penting. lanjut aki Rahmat dengan perasaan minder nya.
Jangan kaku gitu deh bang, biasa aja..ayo kita naik ngasih selamat pada mereka .
Papa jalan duluan ya sama nenek!" kita kasih ucapan selamat sama penggantinya..pinta Nirmala .
Josep lebih dulu memasuki pelaminan menyalami mempelai .
"Selamat ya, Alvian!"semoga kalian bahagia selalu..ucap Josep.
"Iya pah!"jawab Alvian dengan senyum terpaksa.
Disaat giliran Nirmala dan Bu Inayah yang menaiki pelaminan..!
__ADS_1
"Halo mantan menantu, apa kabar?"senang banget rasanya melihat mantan menantu mau datang ke acara pernikahan Alvian.
oceh Bu Sri, dengan tampang sombongnya..
Bu Inayah langsung Mengapit lengan cucunya..karena takut cucunya mendapat serangan brutal Bu Sri, meski hanya dari kata kata pedasnya.
"Audy, mana? kenapa dia tidak datang. apa dia merasa rugi karena melihat mantan menantunya dapat istri anak pajabat.
lanjut bu Sri lagi.
"Maaf ya, Sri!" anak saya Audy nggak bisa datang karena ada halangan, lagi pula Audy tidak pernah merasa minder jika hanya kehilangan menantu model anak mu itu..
jawab Bu Inayah dengan kesal.
Justru Audy merasa bahagia, karena mendapatkan menantu seperti Rahmat, tidak hanya tampan...tapi juga mapan dan yang lebih membanggakan lagi sekarang Nirmala sudah berbadan dua, Nirmala sudah hamil tiga bulan..lihat aja tuh perut Nirmala yang membuncit.
bantah bu Inayah dengan wajah bangga nya menunjuk perut Nirmala.
"Ka'kamu, beneran sudah hamil Nirmala!"tanya Alvian tergagap.
"Iya Alvian, gimana suamiku hebat kan.! nggak seperti kamu yang lemah..hina Nirmala yang masih merasa dendam karena hinaan Bu Sri dulu.
Alvian langsung pingsan di tempat. mendengar Nirmala sudah hamil.
Pelaminan menjadi heboh, melihat pengantin prianya pingsan. Nirmala segera menyingkir dari pelaminan itu dengan hati puas.
Kita langsung pulang aja ya bang ,nek..papa.
Mala capek banget.! kata Nirmala dengan manja.
Mari kita pulang sekarang. Disni juga nggak nyaman..kata pak Josep berjalan keluar terlebih dahulu.
Tunggu Josep..!"bukannya itu Audy, sama siapa dia berbincang.. ucap Bu Inayah menunjuk seseorang yang mirip dengan postur tubuh Audy.
"Masa sih bu!" nggak mungkin deh. kata Josep dengan melirik sosok wanita yang membelakanginya.
.
"Saya ibunya Josep!"saya tau bentuk postur tubuh Audy seperti apa, dengan sikap ngotot nya Bu Inayah berjalan mendekati Audy.
Josep pun mengikuti dari belakang.
"Audy!" pangil Bu Inayah sambil menepuk bahu Audy.
Audy membalikan tubuhnya..
"Apa ibu bilang, dia Audy kan!" kata Bu Inayah.
Josep tersentak melihat istrinya ada disitu dengan penampilan. yang sangat memukau.
"Mama!" ko mama ada disini..tanya Nirmala .
"Iya sayang!" mama nggak enak, soalnya teman teman seangkatan mama maksa untuk hadir disini, sekalian riuni. jawab Audy dengan wajah tak bersalahnya.
pak Josep menatap orang orang yang berada bersama Audy, hingga matanya menangkap sosok musuh bebuyutannya di masa lalu.
musuh yang pernah menjadi rivalnya memperebutkan Audy.
"Samuel!"desis Josep dengan tatapan bencinya.
"Halo!" apa kabar Josep, mantan sahabat yang menjadi penghianat..pangil Samuel dengan mendekati Audy.
Josep menarik lengan istrinya dengan cepat.
Kita pulang sekarang, jangan membantah. sentak Josep pada Audy.
Audy inggin membantah, tapi melihat tatapan tajam ibunya, Audy terpaksa menurut.
__ADS_1
"Nek!" laki laki itu siapa? tanya Nirmala pada Bu Inayah .
Dia mantan kekasih mama mu, waktu kuliah dan dia sahabat papa mu..tapi karena papa mu nikung dengan merebut mama mu..mereka jadi musuh bebuyutan sampai sekarang. .jawab Bu Inayah berbisik ditelinga Nirmala.