
Sudah sebulan Aki Rahmat berusaha mendapatkan hati Nirmala, segala cara sudah dilakukan nya tapi Nirmala tetap mengacuhkan nya, hingga aki Rahmat terpaksa membuat tenda dadakan didepan pagar rumah pak Josep Agar bisa menatap Nirmala kapan pun dari depan pagar meski tidak setiap waktu..
"Rahmat, sudah lah jangan seperti ini"! ucap nek encim berusaha menasehati Akhir Rahmat.
"Aku, tidak tau harus bagai mana lagi caranya agar Nirmala mau memaafkan aku nek, apa sudah tertutup pintu maaf untuk ku hingga Nirmala acuh padaku nek? ucap aki Rahmat dengan linangan air mata.
"Nenek, tidak tau Rahmat" kamu juga sih kalau mau berbuat baik lihat lihat orang nya jadi nggak akan kena tipu seperti ini!"dumel nek encim yang ikutan duduk di trotoar jalan.
"Nek,, itu seperti suara nina menangis?" nina kenapa ya nek?" tanya Aki Rahmat yang melongok kan kepalanya kearah dalam.
"Nina, sakit udah hampir sebulan lebih selalu menangis padahal suhu tubuh nya tidak panas, dokter juga mengatakan jika Nina sehat sehat aja"! jawab nek encim yang juga ikutan menatap ke arah dalam.
"Nek" aku boleh ngelihat putri ku nggak ya"? tanya Aki Rahmat menatap ke arah nek encim.
Ntahlah.! nanti nenek tanyain sama orang didalam"! ujar nek encim yang langsung berdiri meningalkan aki Rahmat sendirian didepan pagar rumah Nirmala.
"Mala" coba kamu suruh Rahmat yang mengendong nya, siapa tau dia kangen sama bapaknya kan ada itu anak yang lengket sama bapaknya!" ucap nek encim mencoba membujuk Nirmala.
Nggak mau nek, enak aja nanti dikiranya mala udah maafin dia lagi!" dumel Nirmala yang terus membujuk anak nya.
Ada apa encim?" tanya nek Inayah yang baru masuk ke kamar Nirmala.
Ini Inayah, aku kasian melihat Nirmala yang tidak bisa tidur dan beristirahat karena Nina terus menangis setiap waktu. jadi aku kasih saran coba suruh Rahmat yang gendong siapa tau dia nggak nangis lagi, kan ada anak yang nggak bisa pisah lama sama bapaknya Inayah!" ucap nek encim menatap kearah Nirmala.
"Iya Mala"maaf bukan nya nenek membela Rahmat atau gimana, rasanya sudah cukup hukuman yang kamu berikan padanya lagi pula apa yang diucapkan encim ada benarnya juga. dulu mama mu kalau di tingal sama kakek mu satu Minggu aja udah demam terus bahkan nangis terus sampai kakek mu pulang baru mama mu sehat dan nggak rewel lagi.! ujar nek Inayah berusaha memberi pengertian pada cucu nya.
Nirmala terdiam mendengar ucapan dari kedua nenek nya.
__ADS_1
"Baiklah nek, terserah nenek aja. Mala juga udah lelah banget bergadang terus tapi Mala nggak mau manggilnya dan Mala nggak akan ijin kan dia masuk kekamar Mala !"ucap Nirmala yang langsung menyerahkan anak nya pada nek encim.
"Ya udah, kalau begitu nenek kedepan dulu ya!" ucap nek encim diikuti nek Inayah berjalan ke arah teras.
"Rahmat"anak mu demam. sini coba kamu gendong siapa tau dia nggak nangis lagi dan nggak demam lagi"! pangil nek encim melambai ke arah aki Rahmat.
Bagai mendengar bisikan angin surga. aki Rahmat berusaha memanjat pintu gerbang yang terbuat dari besi runcing.
. " Rahmat"kalau mau bunuh diri jangan di sini di laut aja sana, agar hantu mu tidak gentayangan di sini.. pagarnya kan tidak di kunci tingal di dorong aja"! omel nek Inayah pada aki Rahmat.
"Maaf nek, aku lupa"! ucap aki Rahmat yang langsung membuka pintu pagar dan berlari menuju arah nek encim.
Sini in nek anak ku.! ucap aki Rahmat yang langsung mengambil anaknya dari tangan nek encim.
Asalamualaikum.! anak ayah" Jangan nangis lagi ya kan ayah ada disini"! ucap aki Rahmat yang langsung mengusap wajah serta rambut putrinya.
Nina yang tadinya terus menangis langsung terdiam dan tertidur setelah di nyanyikan lagu sholawat oleh ayahnya.
Nek Inayah tersenyum menatap ke arah Aki Rahmat yang terus bersholawat dan mengusap kepala anak nya dengan lembut.
Persih banget sama Audy waktu bayi!"ucap nek Inayah.
Emang Audy seperti itu yan Inayah?"tanya nek encim.
Iya encim, Audy persis Nina, waktu bayi. kalau bapaknya pergi ke kota menjual hasil kebun kita nggak boleh lebih dari dua hari, kalau lebih Audy pasti langsung sakit dan demam mendadak tapi kalau bapak nya sudah pulang dia langsung sembuh"!ucap nek encim sambil tersenyum.
Ngapain kamu masuk kemari lancang kamu"! bentak pak Josep yang langsung memukul wajah aki Rahmat tanpa melihat jika aki Rahmat sedang mengendong anak nya.
__ADS_1
Oaaaaaaaa.....!oaaaaaaaa...!oaaaaaaaa.!
Terdengar suara tangis Nina yang kaget mendengar teriakan kakeknya.
Aki Rahmat yang tak siap langsung tersungkur dengan Nina yang langsung ikut terguling di rerumputan dan kepala Nina mengenai batu berukuran sekepalan orang dewasa.
" Josep bodoh!" apa mau membunuh cucu nya sendiri!".maki nek Inayah yang langsung mengendong Nina yang nangis kencang.
plaaaak...!.plaaaaak....!plaaaak...!buk...!buk....!
buk...!kraaaaaakkk...!pluuk...! Nek encim yang melihat kepala Nina terkena batu langsung memukuli pak Josep membabi buta.
"Ampun Bu, sakit?"teriak pak Josep yang langsung berjongkok Karana takut dengan tendangan maut nek encim.
Dasar otak udang, otak jerapah, otak ikan, otak kura kura .....
"Encim" sekalian otak ular, otak singga, semua otak kamu sebutin biar panjang kisahnya"! dumel nek Inayah yang kembali memberikan Nina pada aki Rahmat.
Heeee...!heeee..!heeee..!maaf Inayah, aku sudah jengkel sama si Josep goblok.. Nina kepalanya kena batu Karena ke goblokan nya yang tidak melihat situasi"! umpat nek encim yang kembali menghajar pak Josep hingga pak Josep jatuh terjengkang.
Apa yang ibu lakukan, kenapa ibu memukuli suamiku?" bentak Audy yang baru keluar dari mobilnya.
Apa kamu belain suami goblok mu ini, dia sudah hampir mencelakai cicit ku Nina. karena dia kepala Nina terkena batu ibu juga nggak tau kepala Nina luka apa nggak!"ucap nek encim yang langsung duduk karena kelelahan habis memukuli pak Josep.
"Rahmat" kamu luka, ko dekat telinga Nina ada warna merah? tanya nek Inayah menunjuk ke arah telinga Nina yang masih menangis.
"Nina" yang luka nek!" ucap aki rahmat ya g langsung berlari memasuki mobil Audy.
__ADS_1
Kita harus kerumah sakit sekarang!" teriak aki Rahmat ya g terlihat panik.
Kalau sampai terjadi apa apa sama Nina, mama akan gugat cerai papa"! ancam Audy yang langsung memasuki mobilnya diikuti nek encim dan nek Inayah.