
"Bu, gimana apa ibu ketemu sama si Rahmat? tanya Audy yang langsung menyongsong kedatangan nek encim.
"Belum Audy, ibu capek keliling Jakarta mana pake ojek lagi tekor banyak ibu.
Katanya ibu sayang sama Nirmala, kenapa mesti perhitungan sih" omel Audy yang terduduk di kursi teras rumahnya.
Ibu mau mandi dulu ya Audy, tubuh ibu rasanya lengket"! ujar nenek encim yang langsung berjalan menuju kamarnya.
Untung aku nggak keceplosan, kalau nggak segera kabur bisa ke ceplosan aku!.gumam nek encim.
*********
Keesokan harinya.
" Mala" mana Audy, ko sudah sepi?tanya nek encim..
"Mama, nyari tua Bangka sialan itu nek, sama nek Inayah"! jawab Nirmala yang sibuk menyusui anak nya.
" Mala, kenapa kamu nggak ikut nyariin juga, kan kalau banyak yang nyari bakal ada kesempatan untuk menemukan si Rahmat.
Semua mobil udah di bawa nek!. jawab Nirmala.
Kan bisa naik taksi bawa aja satu anak mu yang satu titip sama si mbak dari pada
kamu nunggu di rumah aja kan nggak ada guna nya juga.
Ya udah nenek tolong cariin taksinya, Mala mau siap siap. pinta Nirmala pada nek encim.
Iya nenek kedepan dulu ya.. pamit nek encim yang langsung berlari menuju teras.
"Halo mas, lakukan apa yang saya suruh nanti saya kasih uang bonus.! ucap nek encim menghubungi entah siapa.
Mana taksinya nek?"tanya nirmala yang sudah terlihat sangat cantik dengan gaya casual nya.
Itu taksinya.. tunjuk nek encim ke arah taksi yang sudah masuk ke halaman rumah nirmala.
Kita kemana dulu nyari nya nek? tanya Nirmala yang memangku anaknya.
Kita ke Kampung rawa bengkok aja. tadi ada kenalan nenek yang lihat Rahmat terlihat berkeliaran disana, tapi katanya nggak terlalu jelas.!ujar nek encim dengan kebohongan nya.
__ADS_1
Tiba di kampung rawa bengkok Nek encim.berpura pura bertanya pada warga sekitar..apa mengenal yang nama nya Rahmat.
Permisi nak, apa di sini ada warga yang namanya Rahmat, usianya sekitar empat puluh lima tampan seperti orang Arab India ucap nek encim.
Oh ada Bu disana, Dia tingal bersama putri kecilnya.! tunjuk seorang wanita yang berjalan kaki.
"Terima kasih" ya nak.! ucap nek encim yang langsung kembali menemui Nirmala yang masih berada didalam taksi.
"Mala, menurut wanita tadi ada yang namanya Rahmat katanya tingal disana.. sama putri kecilnya ayo kita kesana tapi jalan kaki aja soalnya kendaraan roda empat tidak bisa masuk.! ajak nek encim.yang mengambil tas milik Nirmala.
Dimana nek? tanya Nirmala.
Nah itu seperti si Rahmat tapi perempuan itu siapa ko rame banget, mana si rahmat nggak pakai baju lagi jemur kain nya.
Mana Nina? bentak Nirmala mengacuhkan perempuan yang sejak tadi terlihat menggoda aki Rahmat.
Mala ko kamu tau aku tingal di sini. mari masuk Mala!.ajak Aki Rahmat yang langsung meningalkan kerjaan nya.
"Nina, sedang tidur di ayunan itu Mala!. kata aki rahmat yang langsung mendekati ayunan Nina.
Mas Rahmat saya mau Lo ngurusin anak mas Rahmat.!ucap seorang wanita bergaya ganjen mendekati aki Rahmat.
Mendengar ucapan nek encim Nirmala langsung menyerah kan anak nya ke pada nek encim dan mendekati perempuan perempuan itu.
Pergi kalian dari sini.! bentak Nirmala yang kesal melihat suami tuanya terus di goda.
Siapa kamu?. Rahmat kan duda wajar wajar aja kita dekati.!oceh seorang perempuan bertubuh bahenol.
Siapa yang mengatakan Rahmat itu Duda, dia punya istri itu istrinya.! tunjuk Nek encim pada Nirmala yang dalam mode murka.
Masa sih, bukan nya anak nya ya? tanya perempuan itu menatap ke arah Nirmala dengan tatapan tak percaya.
Tanya aja sama orangnya kalau nggak percaya.! jawab nek encim yang mengusap usap kepala anak Nirmala agar kembali tertidur
Saya Nirmala istrinya orang tua ini, kalian pergi dari sini!.usir Nirmala pada para penggoda itu.
Kalau istrinya kenapa pak Rahmat cuma sendirian mengurus anak nya.? jangan jangan kalian udah pisah ya, kalau gitu masih ada kesempatan kita untuk bersaing mendapatkan pak Rahmat yang tampan
N goda perempuan itu dengan kerlingan matanya menatap ke arah aki Rahmat.
__ADS_1
Pergi nggak dari sini!.bentak Nirmala yang sudah naik darah.
Iya kita pergi.! kata perempuan itu beramai ramai meningalkan rumah aki Rahmat.
"Mala, bisa bahaya kalau Rahmat di biarkan di sini, bisa kena gerebek warga desa kamu bakal jadi janda beneran nantinya. bisik nek encim di telinga Nirmala.
"Ya udah, paksa Dia pindah dari sini aja.!jawab Nirmala.
Nggak bisa gitu Mala, kalau Rahmat pindah dan ikut kerumah... bakalan di bakar sama papa mu hidup hidup, kecuali kamu ikut tingal disini mengawasi Rahmat pasti tidak ada yang berani deketin suami mu.
Gimana cara nya nek? nanti kalau papa tau Mala pasti kena marah.
Gampang pergi diam diam aja. kalau masalah barang barang kamu nenek akan katakan mau pulang kampung aja dan kamu ikut ngantar nenek ke bandara..nah barang mu masukan ke tas nenek dan barang nenek tingal kita masukan ke plastik gede kan nggak ketahuan.
Boleh juga ide nenek!. ucap Nirmala yang wajah nya kembali cerah.
Rahmat kami pulang dulu ya, nanti kesini lagi.! ucap nek encim yang langsung berdiri.
Masuk rumah kunci pintunya jangan keluar lagi!"perintah Nirmala pada suaminya.
"iya Mala!"jawab aki Rahmat dengan patuh.
"Ayo nek!" ajak Nirmala pada nek encim.
Tiba di rumah nek encim membantu Nirmala membereskan barang barang setelah selesai nek encim berpura pura berpamitan pada semu pembantu Disana dengan wajah sedihnya.
Ko pulang nek, suami non Mala kan belum ketemu? tanya pembantu Audy yang ikut membantu membawa barang barang nek encim.
Justru karena itu aku pulang. capek di sini di salahkan terus, lebih baik aku pulang ke desa hidup tenang menikmati hari tua.! jawab nek encim yang langsung memasukan barang barang nya kedalam bagasi mobil.
"Mala, papa dan mama mu serta inayah kan tidak ada. kamu aja yang nganterin nenek ke bandara agar nenek tidak seperti gelandangan yang tidak punya keluarga.! ujar nek encim.
"iya nek! jawab nirmala yang berusaha menahan tawa melihat akting nek encim.
Saya pulang ya .!ucap nek encim yang langsung memasuki mobil diikuti Nirmala.
Akting nenek memang luar biasa.!ucap nirmsla mengacungkan jempolnya.
"Iya dong, demi cucu tersayang apa sih yang nggak!" jawab nek encim sambil tertawa bahagia karena rencana nya sukses.
__ADS_1