
sudah lima hari Nirmala mendiamkan aki rahmat,tapi itu hanya berlaku di dalam kamar. jika di hadapan orang lain Nirmala selalu bersikap biasa.
aki Rahmat yang di acuhkan Nirmala. semakin sering melamun, bahkan makan pun aki Rahmat hanya sedikit.
"Rahmat, ko kamu makan nya sedikit sekali..tanya Josep, papanya Nirmala heran.
"sedang nggak nafsu makan, pah,!" jawab aki Rahmat kaku.
"Mala!"
suamimu, lagi sakit ya..?"tanya Audy, yang merasa ada yang aneh dengan tingkah kedua pasangan dihadapannya.
"nggak, ko mah?"jawab Nirmala acuh
kalau ada masalah, kalian selesaikan baik baik. bukan dengan sikap diam dan tak tahu apa apa seperti itu,! tegur Audy, pada Nirmala.
Nirmala tetap bersikap acuh sambil menghabiskan makanan nya..
"Mala, kekamar dulu ya mah!"ucap Nirmala sambil berlalu berjalan menuju kamarnya.
melihat tingkah Nirmala yang acuh pada suaminya, Audy hanya mengelengkan kepalanya.
" Rahmat!"
besok kamu ikut saya ke kantor ya..
kebetulan menejer pemasaran saya sudah mengundurkan diri, karena sudah terlalu tua.
jadi saya mau kamu, gantiin posisi itu ya !"saya yakin kamu mampu.
pinta Josep, pada aki Rahmat.
"iya, pah!" jawab aki Rahmat, sambil menghabiskan sisa makanan dipiringnya.
jangan kekamar dulu, saya masih inggin berbincang bincang sama kamu.. kata Josep menahan aki Rahmat yang akan berdiri.
aki Rahmat mendudukan kembali tubuhnya di kursi meja makan.
"kita, keruang keluarga sekarang.
perintah pak Josep, dengan berwibawa.
"mah!"
tolong bikin kan kita kopi, kalau ada sama pisang goreng ya..pinta Josep, pada istrinya.
bukannya habis makan ya?" apa masih belum kenyang... tanya Audy heran.
. "udah, kenyang sih!"tapi kalau lagi ngobrol kan bisa lapar lagi..jawabJosep, sambil tersenyum.
" baiklah, pah!"
mama mau manggil mbak, sekalian mau beresin piring kotor ini.
jawab Audy .
tiba diruang keluarga aki Rahmat duduk di kursi sudut, sambil menundukkan kepalanya.
kenapa kamu suka sekali menundukan kepala seperti itu Rahmat ..apa ada emas di bawah sana.!canda Josep, pada aki Rahmat.
"nggak ada, pah!" jawab aki Rahmat, sambil mengangkat kepalanya.
__ADS_1
"saya, inggin tanya dengan kamu!"
sebenarnya ada apa sama kalian,saya perhatikan kalian seperti menyimpan masalah!" tanya Josep, pada aki Rahmat.
"tidak apa apa, pah..!hanya salah paham biasa. jawab aki Rahmat, dengan gugup .
"ini pah!"
kopi sama pisang gorengnya.. kata Audy sambil meletakan nampan diatas meja.
"terima kasih" mah!"
kata Josep, sambil mengusap lengan istrinya dengan penuh sayang.
"iya pah, sama sama..jawab Audy, langsung mendudukan pantatnya di samping suaminya.
"menurut mama," putri kita kenapa bisa berwajah jutek gitu? tanya Josep, pada Audy.
Mala itu, kalau datang bulan emang gitu. apa pun yang dilakukannya jangan ditegur..
kalau di tegur!" ya gitu jutek aja wajahnya.
jawab Audy, sambil menatap aki Rahmat dengan tatapan penuh tanya.
aki Rahmat langsung menundukan wajahnya dengan perasaan kalut.
"jadi begitu.! ucap Josep, sambil mengusap dagunya.
"ya sudahlah!"
sudah pukul sepuluh malam, lebih baik kamu susul Nirmala ke kamar." dari pada kamu di jutekin lagi sama dia..saran Josep, pada menantunya.
"iya, pah !"
mama pengen ketawa deh pa, kalau ngelihat tingkah kaku aki Rahmat. jika berhadapan sama papa..ucap Audy, sambil tertawa kecil.
" mungkin, dia masih merasa sungkan mah. jawab pak Josep, sambil mencium kening istrinya.
"mah!"kita kekamar sekarang yah..kan ini malam Jumat' at.!kata pak Josep, sambil mengerling kan matanya pada Audy.
"emang kenapa,"sama malam Jum'at pah? tanya Audy, binggung.
"sunah rasul loh, mah..dapat pahala!'ucap pak Josep mengkode Audy.
ayo kita kekamar Sekarang!" kata Audy, yang sudah mengerti maksud suaminya.
sementara di kamar nirmala, aki Rahmat duduk di kursi balkon kamar,sambil memikirkan masalah yang dihadapinya.
. apa aku menyerah sampai disini saja.
aku merasa memang nggak pantas untuk Nirmala,dia cantik masih muda dan berpendidikan tinggi.
sementara aku,tidak ada yang bisa aku banggakan di hadapan teman teman Nirmala dan orang tuanya,!"desis aki Rahmat pelan.
Nirmala yang sejak tadi berpura pura tidur menatap ke arah aki Rahmat dengan tatapan kasihan..tapi gengsi untuk menyapa terlebih dahulu.
aki Rahmat yang melihat pergerakan Nirmala menuju kamar mandi, langsung menutup pintu balkon!" berfikir pastinya Nirmala merasa Dinggin, karena hembusan angin malam.
"maafin, Abang ya Mala.!
kalau Abang ada salah ucap, danmenyingung perasaan kamu...ucap aki Rahmat, saat dilihatnya Nirmala sudah menaiki tempat tidur kembali.
"heem"!
__ADS_1
jawab Nirmala, sambil merebahkan kembali tubuhnya di kasur. dengan membelakangi aki Rahmat.
"Abang!"
akan kembali ke kampung besok Mala..sekali lagi. Abang minta maaf !"ucap aki aki Rahmat sambil meneteskan air matanya dan berbaring membelakangi tubuh Nirmala.
Nirmala yang mendengar ucapan aki Rahmat langsung mendudukan badannya.
maksud Abang inggin pulang kampung itu apa...Abang mau ninggalin Mala gitu?"
tanya Nirmala, dengan tatapan nanarnya ke arah aki Rahmat.
aki Rahmat ikut duduk, sambil meremas tangan nya .
" kenapa diam?" tanya Nirmala, menahan kesal.
"Abang pengen, kembali ke kampung!.karena Abang merasa nggak enak disini Mala, Abang lebih merasa nyaman di kampung. disana Abang ada kerjaan yang sesuai dengan kemampuan Abang!!" jawab aki Rahmat, beralasan.
"Mala, nggak setuju bang!"
Mala masih mau disini..kalau kerjaan nanti Mala bantu cariin. kata Nirmala, yang menatap aki Rahmat dengan tatapan kasihan.
aki Rahmat yang di tatap seperti itu jadi salah tingkah, dan buru buru bangun menuju kamar mandi..
Nirmala menatap heran pada aki Rahmat hanya terbengong .
hampir dua puluh menit aki Rahmat dikamar mandi ,Nirmala yang penasaran bergegas menuju kamar mandi, dengan membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci.
"Abang, ngapain?" tanya Nirmala, sambil menatap ke arah aki Rahmat yang mengengam anaconda nya ..sambil mendesah.
aki Rahmat yang tertangkap basah langsung gugup dan melepaskan tangan nya dari anaconda nya..
"gila, gede banget !"ucap Nirmala, tanpa sadar dan di dengar oleh aki Rahmat.
"maafin, Abang Mala!"
,Abang udah nggak tahan lagi. ucap aki Rahmat, dengan wajah memerah.
"kenapa Abang, nggak minta langsung aja sama Mala..tanya Nirmala, yang matanya terus menatap milik aki Rahmat yang sedang tegang dengan tatapan takut, tapi penasaran.
"Abang takut, di tolak sama kamu..kata aki Rahmat, dengan wajah gugup tapi penuh harap.
"ya udah!"
ayo kita mulai ritualnya!" ucap Nirmala sambil menarik tangan aki Rahmat ke arah tempat tidur.
karena terburu buru aki Rahmat langsung nyungsep di depan pintu kamar mandi,.
' "bruuuk..! "aaaaaaaaaa,..!
teriak aki Rahmat, kesakitan karena anaconda nya langsung menyentuh lantai dalam kondisi sedang tegang.
"Abang, kenapa ?"tanya Nirmala, kaget melihat suaminya nyungsep kelantai,dalam kondisi tengkurap.
celana Abang, masih nyangkut di lutut Mala..makanya Abang nyungsep kata aki Rahmat, sambil meringis menahan sakit.
Nirmala berusaha membantu suaminya bangun dengan melepaskan. seluruh celana aki Rahmat..
Abang nggak bisa berdiri Mala!" sakit banget..rintih aki Rahmat, sambil mengusap anaconda nya.
"ya udah, ayo Mala bantu. Abang jalanya pelan aja,,ujar Nirmala, sambil menuntun aki Rahmat sepelan mungkin .
" jadi gimana bang?"tanya Nirmala, setelah berhasil membawa aki Rahmat ke tempat tidur.
"Abang nggak tau, Mala..!rasanya sangat sakit. sampai kepala Abang juga terasa sakit. rintih aki Rahmat .
"berarti, gagal lagi dong bang.. gerutu Nirmala, sambil menyelimuti suaminya yang terlihat kedinginan.
aki Rahmat hanya bisa mengelengkan kepalanya, dengan tetesan air matanya menahan sakit di pangkal pahanya .
__ADS_1
"selalu gagal!"
kapan berhasilnya.. keluh Nirmala, sambil membaringkan tubuhnya di samping aki Rahmat.