Suami Ku Aki Aki Perkasa

Suami Ku Aki Aki Perkasa
perdebatan pertama Nirmala dan aki rahmat.


__ADS_3

sudah dua hari Nirmala dan aki Rahmat tinggal di rumah orang tua Nirmala.


selama dua hari, aki Rahmat selalu termenung seperti kehilangan semangat hidup karena malu tidak bekerja.


"Mala!"


pangil Audy, pada nirmala.


"iya mah!"


jawab Nirmala, sambil berjalan mendekati mamanya.


" suami mu, kenapa?"


perasaan mama, kerjanya ngelamun terus sejak kalian kemari.


tanya Audy, pada Nirmala.


dia pusing mah, karena nggak kerja. katanya malu sama mertua.


dua hari dia sudah merasa pusing, gimana kalau sebulan!" bisa stres kali suami kamu .


mending kamu ajak jalan sana.


kepala mama ikutan pusing, ngeliat tingkah suami kamu, yang nggak tau tempat kalau mau ngelamun.


"iya mah!"jawab Nirmala, sambil berlari mencari suaminya.


"Abang!"pangil Nirmala.


aki Rahmat hanya menatap Nirmala dalam diam.


"Abang, kita jalan jalan ke mall ya. temani Mala beli baju sama tas..ajak Nirmala, pada aki Rahmat.


Abang nggak punya uang Mala, Abang malu!" jawab aki Rahmat, sambil menundukkan wajahnya.


"tenang aja, bang!" duit Mala masih ada ko.


ayo bang kalau Abang nggak mau," Mala tingal nih sendirian di rumah.


ancam Nirmala, pada aki Rahmat .


aki Rahmat bergegas mendekati Nirmala dan mengandeng lengan Nirmala sambil berjalan keluar kamar mereka.


"Abang!" dompet Mala ketinggalan di kamar,


lagian Abang juga harus ganti bajunya.


omel Nirmala, sambil berbalik kekamarnya diikuti aki Rahmat dibelakangnya.


tiba di dalam mall.Nirmala berjalan kesana kemari dengan aki Rahmat disampingnya..



"Mala!"


kamu Nirmala Josep kan?


tanya seorang pria tampan, sambil menatap wajah Nirmala.


"iya, saya Nirmala Josep!" kamu siapa?"


tanya Nirmala bingung, karena merasa tak mengenal orang yang menyapanya.


"gue Farhan,teman SMP Lo sekaligus teman sebangku Lo .


ucap Farhan, mengingatkan Nirmala .


kamu Farhan yang gendut dan cengeng itu ya..gila kamu ko berubah banget sih.!"


canda Nirmala, pada Farhan.


emang nggak berubah ya sifat Lo, kalau sudah ngejelekin orang nyakitin sampai ke tulang.


dumel Farhan, sambil menatap Nirmala dengan tatapan kagum.


" emang!" termasuk cantiknya gue juga nggak berubah kan..kata Nirmala, sok paling cantik.


"iya sih!"jawab Farhan, sambil nyengir .


Lo sama siapa kesini?" tanya Farhan pada nirmala, tanpa mengubris kehadiran aki Rahmat yang di gandeng Nirmala.


"sama suami gue.!.kenalin ini suami gue. bang Rahmat, kata Nirmala sambil menatap ke arah aki Rahmat.


" suami!"kapan Lo nikah. beneran ini suami Lo?"ko tua banget ya..gue kirain beliau om Lo.


kata Farhan, sambil meneliti aki Rahmat dengan pandangan merendahkan.


aki Rahmat hanya terdiam mendengar cemoohan teman Nirmala barusan.


"Farhan!" gue kesana dulu ya..ohya satu lagi


dia suami gue bukan om gue," suami terbaik yang Allah berikan sama gue ..jawab Nirmala sambil berjalan meninggalkan Farhan yang terdiam sambil menatap kepergian Nirmala


dengan perasaan bingung.


Nirmala terus menyeret lengan aki Rahmat


yang wajahnya terlihat kaku dan mengelap.


Nirmala yang tak menyadari perubahan wajah aki Rahmat, terus melihat lihat berbagai model pakaian terbaru.

__ADS_1


"hey"


' Mala, apa kabar?" tanya seorang ibu ibu pada Nirmala, sambil menepuk pundak Nirmala.


"Tante marta" pangil Nirmala, sambil memeluk orang itu.


Tante apa kabar?" tanya Nirmala sopan.


Tante baik sayang!" kamu sendiri gimana kabarnya..tanya Marta, pada Nirmala.


Mala baik Tante..jawab Nirmala dengan wajah cerianya.. kita makan di sana ya Mala sekalian Tante pengen cerita banyakk sama kamu .


"boleh, Tan!" jawab Nirmala, sambil mengandeng lengan aki Rahmat.


kamu mau mesan apa Mala?" tanya Tante marta. sambil menggeser kursi yang akan di duduki nya.


"permisi!"mau mesan apa nyonya? tanya seorang pelayan, yang baru datang sambil menyerahkan buku tamu dihadapan Tante marta Nirmala dan aki Rahmat.


Mala ikut Tante aja..kata Nirmala sambil menggeser kursi untuknya dan untuk aki Rahmat..


Tante marta merasa heran dengan sikap Nirmala pada laki laki disamping Nirmala.


"dia, siapa Mala?"tanya Tante marta, sambil menunjuk ke arah aki Rahmat .


"ini suami Mala,Tante!"jawab Nirmala dengan senyum santunnya.


"haah!"


beneran kamu udah nikah?" dan ini suami kamu..Tante pikir, dia supir keluarga kamu!"kata Tante marta, yang kaget jika suami Nirmala calon mantu yang pernah di harapkan nya dulu ternyata begitu tua dimatanya.


"iya Tante!" bang Rahmat ini suami Nirmala jawab Nirmala santai..


berbeda dengan aki Rahmat yang merasa semakin rendah diri.


Tante marta terdiam sambil menatap ke arah Rahmat dengan tatapan menilai..


"Mala!" kamu masih ingat sama putra Tante yang namanya Digo nggak? teman masa kecil kamu dulu. tanya Tante marta, sambil menatap wajah Nirmala dengan tatapan. sendunya.


ya ingatlah Tan..kan mas Digo sering kerumah waktu Mala kecil dulu, di ajak sama mas Reyhan..kata Nirmala, sambil mengenang masa kecilnya yang menyenangkan.


"Mala!"


digo itu menyukai kamu sejak kecil, dia juga berjuang mendirikan perusahaan sendiri agar bisa melamar kamu.. sekarang Digo udah punya perusahaan sendiri seperti yang kamu mau waktu kamu kecil dulu.


ucap Tante marta, dengan tatapan kecewanya.


"maksudnya, gimana ya Tan?" tanya Nirmala yang gagal paham.


"apa, kamu lupa!" dulu kamu pernah mengatakan inggin mendapatkan pendamping seseorang yang hebat. seperti papamu yang bisa membangun perusahaan sendiri..dan digo sudah mewujudkan. keingginan kamu..tapi kenapa justru kamu menikah dengan laki laki tua ini..


hina Tante marta, pada aki Rahmat.


sambil terdiam tanpa tau apa yang harus diucapkannya..


"kriiiiiiiiiiiiing..! ."kriiiiiiiiiiiiing..!.


terdengar suara hp Nirmala yang diletakan di atas meja restoran.


"wasalaikum salam!"


"iya mah, Mala pulang sekarang.!


jawab Nirmala, asal.


"Tante, maaf ya!"lain kali kita ngobrol lagi. sekarang Mala disuruh pulang, kata mama penting banget.


sekali lagi maafin Mala ya Tante..kata Nirmala, sambil menarik lengan aki Rahmat untuk berdiri.


"kami permisi, ya Tante!' kata Nirmala, sambil berlalu pergi dari hadapan Tante marta. tanpa memberikan kesempatan pada Marta untuk menyela.


setelah tiba di parkiran. Nirmala bukannya langsung memasuki mobilnya, tapi malah berbelok ke arah sebuah salon kecantikan ternama..sambil menyeret lengan aki Rahmat.


"Abang, ayo kita kedalam.


paksa Nirmala, pada aki Rahmat.. yang trauma dengan yang namanya salon.


Abang disini aja Mala..kata aki Rahmat sambil tetap bertahan di depan pintu salon.


Abang ikutin Mala kedalam, atau Mala tingal pulang sendirian..ancam Nirmala, pada suaminya.


aki Rahmat terpaksa mengikuti langkah kaki Nirmala yang menuju dalam salon.


"Tante!"


pangil Nirmala, pada seorang wanita setengah baya yang masih cantik.


" Mala!"


ya ampun, kamu tambah cantik aja.


kamu sama siapa kemari? mama kamu ikutan kesini juga nggak..?"


tanya orang itu, bertubi tubi pada Nirmala.


"Mala, sama suami Mala Tante. Mama nggak itu..jawab Nirmala, singkat sambil tersenyum.


"ini pasti,suami kamu kan?" tanya orang itu


lagi pada Nirmala sambil tersenyum..


" iya, Tan!" jawab Nirmala, sambil terkekeh.

__ADS_1


"halo"


saya vany, sahabat mamanya Nirmala..ucap vany, sambil memperkenalkan diri.


"saya, Rahmat," balas aki Rahmat, dengan senyum kakunya.


"Tante!"


Mala bisa minta tolong nggak?" tanya Nirmala, sambil menatap sekeliling ruangan yang begitu ramai oleh pengunjung.


"bisa, sayang ,"kamu mau minta tolong apa?


tanya vany, pada Nirmala.


"tolong permak, suami Mala ya Tan...soalnya Mala sebel, di anggap jalan sama om om..keluh Nirmala.


"haaaa...!" haaaa......!"haaaaa...!


siapa yang bilang,kalau suami kamu om om


Mala?" tanya vany, dengan tawa renyahnya.


"ada, teman Mala Tante.!"


keluh Nirmala.


"oke!"


akan Tante bantu mengubah suamimu menjadi pria macho!" canda vany, sambil mempersilahkan Nirmala dan aki Rahmat. memasuki ruangan khusus nya.


karena kamu yang meminta, jadi Tante sendiri yang akan nanganin suami kamu..kamu duduk sini sambil ngawasin. siapa tau Tante salah saat mengubah suami kamu..


canda vany, pada Nirmala.


"setuju Tante.! jawab Nirmala, sambil mengacungkan jempolnya.


hampir dua jam, vany memperbaiki penampilan aki Rahmat. termasuk menyemir rambut aki Rahmat.


"nah, sudah selesai!" kata vany, sambil berjalan memperlihatkan wajah aki Rahmat pada Nirmala.


"ko, bisa berubah banget ya Tante! kata Nirmala.


pada dasarnya, suami mu ini udah ganteng.


tingal dipoles dikit aja..!"sekarang cuma orang rabun aja, yang berani mengatakan kalau suami kamu om om..ujar vany, meyakinkan Nirmala.


"Mala, setuju Tante!" jawab Nirmala, sambil terus menatap ketampanan aki Rahmat. Yang terlihat lebih muda dari usia sebenarnya


"Tante"


di butik Tante, ada pakaian yang cocok untuk suami Mala nggak? tanya Nirmala, sambil menatap ke arah vany.


"ada, sayang!"ayo kita ke bangunan samping..ajak vany, pada Nirmala dan aki Rahmat .



vany mengajak Nirmala untuk meilihat pakaian yang cocok untuk aki Rahmat.


"Tante, Mala ambil semua ya." kata Nirmala sambil menyodorkan kartu kreditnya.


" iya sayang, untuk kamu Tante kasih diskon lima belas persen deh dari harga yang sebenarnya..jawab vany, sambil berjalan kearah kasir..


"terima kasih, Tante!"kata Nirmala, sambil memasuki mobilnya.


"Mala!"


mestinya kamu nggak perlu ngabisin uang segini banyak hanya untuk mengubah penampilan Abang..kamu tau kan. Abang belum dapat kerjaan untuk menafkahi kamu.


Abang nggak apa apa mereka hina,asalkan nggak di pukul aja sama mereka..


"saat ini, orang orang diluar sana, masih banyak yang kekurangan bahkan ada yang nggak makan..kenapa kamu mesti menghambur hamburkan uang hanya untuk berbelanja sebanyak ini..


tegur aki Rahmat, pada Nirmala.


" Mala,melakukan ini semua hanya untuk menjaga harga diri Abang, Mala nggak rela Abang dihina kaya tadi.


masalah Abang belum kerja..Mala nggak masalah ko..jawab Nirmala sambil menyetir mobilnya.


apapun alasan nya, kamu nggak mesti kaya gini. belajarlah untuk menghargai dan mengatur keuangan dengan baik!" jangan terlalu berfoya foya pada hal yang nggak terlalu penting dan mendesak.


ucap aki Rahmat, menasehati Nirmala.


" maksud, Abang!" Nirmala bodoh dan nggak bisa ngatur keuangan gitu..


apa Abang nggak sakit hati dihina seperti itu..apa Abang nggak sedih direndahkan mereka..mestinya Abang bersyukur karena Mala mau Nerima Abang dalam kondisi apa pun tanpa menuntut lebih dari Abang.


bantah Nirmala, dengan suara mulai meninggi.


Abang emang sudah tua Mala, nggak mereka sebut atau hina pun. emang seperti itu adanya..Abang ikhlas ko mereka hina..


jawab aki Rahmat, dengan sabar.


"Abang, bisa terima," tapi Mala nggak.. kata Nirmala, sambil mendengus menahan kesal pada aki Rahmat.


"Mala, jangan ngebut!" tegur aki Rahmat.


"bisa diam, nggak.! bentak Nirmala,pada aki Rahmat.


aki Rahmat langsung terdiam mendengar bentakan Nirmala..


"ya Allah!" apa yang harus aku lakukan, agar istriku tidak salah paham. desis aki Rahmat sambil menatap takut ke arah depan .

__ADS_1


__ADS_2