
Aki Rahmat yang baru pulang dari rumah
sakit langsung masuk kedapur mencari bik Imah pembantu Audy.
"Bik, Saya mau nanya, tolong jawab dengan jujur.. apa bibik yang memberikan obat pencahar pada Hasanah dan anak anak nya.?
" Iya tuan, maaf!" jawab bik imah dengan wajah tertunduk.
Apa bibik tau, akibat kecerobohan bibik. Hasanah masuk rumah sakit, apa bibik tidak mikir bagai mana kondisi anak anak Hasanah.. mereka bisa mati jika tadi saya tidak langsung membawa mereka kerumah sakit.
" Maaf tuan, saya hanya ingin memberi non Hasanah pelajaran, soalnya saya capek sehari masak tujuh kali.. sementara Saya juga harus mengerjakan kerjaan lain!" jawab bik Imah.
Itu memang tugas kamu kan, disini kamu di gaji untuk bekerja"! kalau untuk ber leha leha ya nggak usah kerja, kamu santai aja di rumah!" bentak Aki Rahmat pada bik Imah.
Ada apa Rahmat?" kenapa Bik imah kamu bentak? tanya Audy yang sejak tadi mendengar ocehan Aki Rahmat pada pembantunya.
"Bu, saya mau mengundurkan diri aja, saya udah nggak sanggup kerja di sini sehari harus masak sampai tujuh kali!" keluh bik Imah dengan mata berkaca kaca.
Ya bagus lah berhenti aja, kalau nggak sanggup dari pada bikin orang lain celaka!" jawab aki Rahmat.
Kamu tidak perlu berhenti Imah, saya merasa cocok dengan cara kerja serta masakan kamu..nanti gaji mu akan saya tambah!"sekarang kamu istirahat lah kekamar"! perintah Audy sambil mengusap lengan Imah..
" Baik Bu" jawab Imah yang langsung masuk kekamarnya.
Ada apa Rahmat, kenapa kamu memarahi dan membentak Imah?" tanya Audy.
Imah sudah memasukan obat pencahar pada makanan Hasanah dan anak anak nya, sekarang Hasanah dan anak anaknya dirawat dirumah sakit. saya tidak terima dengan perlakuan Imah, bagai mana pun Hasanah masih keluarga saya ma. Adu aki Rahmat pada Audy.
"Ya sudah, mama atas nama Imah minta maaf"! tapi Hasanah juga keterlaluan makan nggak kira kira, harusnya dia membantu Imah bukan malah menyiksanya dengan terus masak sampai tujuh kali sehari Rahmat!" mestinya anak mu itu juga di kasih tau agar jangan bertingkah seenak nya seperti itu.
__ADS_1
" Iya ma!" jawab aki rahmat yang terlihat masih kesal menuju kekamarnya.
" Mala" tolong kamu tegur mama mu, jangan suka membela pembantu nanti dia besar kepala, harusnya biarkan aja dia mengundurkan diri, toh kita masih bisa mencari pembantu lain!"oceh aki Rahmat didepan Nirmala.
Kenapa nggak Abang aja yang ngomong langsung sama mama biar, jelas Mala masih mau nyusuin si kembar ini!"jawab Nirmala yang menepuk nepuk pantat anak yang satunya agar segera tidur.
Ngomong sama mama mu itu susah. maunya menang sendiri, mana mau mendengarkan pendapat orang lain"! omel Aki Rahmat.
Maksud Abang apa,? kenapa Abang malah ngomong gitu, nggak biasanya Abang menyebut mama dengan bahasa mama mu..
sejak kapan Abang mulai suka menghina mama Mala..?"tanya Nirmala yang mulai ikut terpancing emosi.
Wajar kalau Abang protes Mala" harusnya Imah itu di pecat bukan nya malah gajinya di naikin "!Abang sebagai menantu seperti tak dihargai di rumah ini, apa kamu tau Karena ulah Imah!" Hasanah dan anak anaknya masuk rumah sakit, jika sampai Abang terlambat sedikit saja barang kali anak anak Hasanah sudah mati..
Terus kondisinya sekarang gimana ?"tanya Nirmala yang mulai paham dan mencoba mengerti kondisi suaminya.
Sedikit lebih baik.! Abang pulang sekarang cuma mau mandi dan ganti baju, Habis ini Abang akan kerumah sakit menjaga Hasanah dan anak anak nya!" orang di rumah ini mana ada yang perduli sama Hasanah selain Abang..tolong kamu siapkan uang untuk bayar rumah sakit sekalian untuk pegangan Abang..
Seratus juta!" jawab Aki Rahmat.
Didalam tas ada uang cas seratus juta. kebetulan tadi Mala baru narik rencana nya mau Mala belikan perlengkapan anak anak sama bantu mama belanja..tapi ya udah nggak apa apa pakai aja!"ujar Nirmala yang masih menyusui putranya.
Aki rahmat langsung masuk kekamar mandi setelah mengambil uang dalam tas Nirmala dan meletakkannya di atas meja rias Nirmala.
"Abang" pergi dulu ya Mala....!
"Bang" Nano demam, sejak tadi rewel terus. udah Mala panggilkan dokter tapi panas nya belum turun gimana bang?" tanya Nirmala yang terlihat kelelahan karena sejak tadi berusaha mendiamkan nano yang rewel sementara anak yang lain menangis karena kelaparan.
Ya kamu urus lah, lagi pula itu sudah tugas kamu jadi ibu..bukanya dirumah ini banyak manusianya"! sementara Hana nggak ada yang ngurusnya selain Abang, Abang pergi dulu Mala..ucap Aki Rahmat yang langsung meningalkan Nirmala begitu saja
__ADS_1
" Ma, tolong bantu Mala, anak Mala demam panas ma, pinta Nirmala pada Audy melalui sambungan telfonnya.
Audy yang mendengar cucu nya sakit. langsung berlari menuju kamar Nirmala. Nia yang melihat Audy berlari dengan wajah panik ikut berlari menuju kamar Nirmala.
"Mala, ada apa? kenapa sama anak mu Mala" bukanya tadi sudah di kasih obat sama dokter?"tanya Audy yang langsung mengambil anak Nirmala dari tangan Nirmala.
nggak tau ma" panas nya malah makin tinggi, gimana sekarang ma apa kita ke rumah sakit aja"! tanya Nirmala yang terus menangis melihat kondisi anaknya.
"Rahmat, kemana? kenapa di saat anaknya. sakit dia malah nggak ada"! omel Audy yang berusaha menenangkan anak Nirmala yang terus menangis.
" Bang Rahmat" mengurus Hasanah di rumah sakit ma..tadi sudah mala kasih tau, tapi bang Rahmat tetap pergi juga!" jawab Nirmala
"Ma" Kenapa mata nano ke atas terus ?tanya Nia yang ikutan panik.
Suruh mang Ujang siapkan mobil Nia, Kita kerumah sakit sekarang anak Mala terkena Step"! ujar Audy yang langsung mengendong anak Nirmala menuju pintu keluar.
Bik Imah bantu mala, membawa anak nya kemobil"! perintah Audy yang melihat Imah lewat menuju halaman depan
"Baik Bu nyonya"! jawab Imah yang langsung berlari kekamar Nirmala.
Audy kamu mau kemana, kenapa kamu menangis ?"tanya Josep yang baru keluar dari mobil nya.
Nano terkena Step pa, cepat bantu Mala membawa anak anak nya.. mama mau kerumah sakit duluan"! jawab Audy yang langsung memasuki mobil menuju rumah sakit...
" Cepat pa"pinta Nirmala yang terus menangis sambil memeluk putrinya nina.
Tiba di rumah sakit anak Nirmala langsung Diperiksa oleh dokter anak.
"Ma, gimana nano"? tanya Nirmala yang baru sampai duhadapan Audy.
__ADS_1
" Mama" belum tau Mala, dokter belum keluar!" jawab Audy yang ikutan menangis.