
Aki Rahmat yang sedang galau terduduk di depan sebuah warung bakso sambil melamun mengenang masa masa indah bersama Nirmala yang tak bisa hilang dari pikiran nya.
Rahmat apa kabar? mana istri mu ko kamu sendirian aja di sini?"tanya seorang laki laki seumuran aki Rahmat.
"Aku, udah pisah sama Nirmala niko"! jawab aki Rahmat dengan wajah terlihat lesu.
Pisah..? ko bisa, kenapa?" tanya pak niko yang langsung ikut duduk di samping Aki Rahmat.
Aki Rahmat pun memulai cerita nya dari awal hingga akhir pada Riko ya g terdiam menyimak cerita Aki Rahmat.
Bodoh kamu Rahmat, hanya karena. masalah seperti itu kamu memilih berpisah dari Nirmala, otak mu dimana Rahmat? Hasanah bukan anak kandung mu, kenapa kamu membela ular betina seperti itu.. wajar jika Audy tidak terima dengan sikap rakus Hasanah, siapa juga yang Sudi melindungi perempuan jahat seperti dia! .omel Riko pada aki Rahmat.
Hasanah tidak memiliki siapa siapa niko, dia dalam kondisi kesulitan.. wajar kan jika aku membantunya.
Wajar dari mana, dia masih sehat dan kuat kan, masih bisa mencari makan sendiri!" di luar sana banyak orang yang memiliki kekurangan fisiknya tapi masih mau berusaha. kenapa mesti kamu yang harus membantu nya kalau dia baik sih nggak apa apa lah, ini cuma nyusahin aja mending biarkan dia berusaha sendiri..
Entahlah niko aku tidak tega melihatnya seperti gelandangan!" jawab aki Rahmat sambil menghela nafas lelah.
Rugi banyak kamu Rahmat, Nirmala cantik masih muda aku yakin jika ada yang mendengar ini, akan banyak lamaran yang akan di tujukan pada Nirmala!. nanti jika itu sampai terjadi siap siap aja kamu jadi gelandangan hati...ejek Riko sambil tertawa.
Jangan gitu lah, doa nya jelek banget!"dumel aki Rahmat.
__ADS_1
Terus Hasanah sekarang tinggal di mana?" tanya Riko yang masih penasaran.
Aku belikan rumah, sementara aku tinggal di bengkel
. jawab aki Rahmat.
"Pa"ayo ko malah ngobrol di situ !"pangil istri pak niko yang inggin memasuki mobil.
"Rahmat,, aku duluan ya !"ujar pak Riko berpamitan pada aki Rahmat.
"Iya" jawab aki Rahmat.
"Ini pak"jawab penjual bakso menyerahkan bakso pesanan Aki Rahmat.
Sebaik nya bakso ini aku antarkan sekarang aja siapa tau anak anak Hasanah kelaparan gumam aki Rahmat yang langsung menaiki motornya.
Tiba di depan pintu rumah Hasanah Ami Rahmat yang inggin mengetik pintu langsung membatalkan Niatnya saat mendengar Hasanah sedang menyebut nama aki Rahmat.
"Iya mas,!.Tenang aja kita main aman aja
tadi sudah ibu suruh ko si bungsu pura kura kesakitan..iya mas, nanti aku akan minta uang lagi sama bapak Aku tingal bilang aja uang nya untuk cek up kesehatan si bungsu.
__ADS_1
Haaaaaa...!haaaaaa..!mas bisa aja.! kalau nggak begitu mana mau bapak ngasih uang untuk kita bikin rumah baru dan kontrakan baru..haaaa..!.haaaa..!si bungsu sehat sehat ko mas, malah makan terus dia nya.
Dokternya aku suap uang sepuluh juta agar memberikan diagnosa palsu tentang penyakit anak kita, padahal aslinya anak kita sehat walafiat...iya bapak emang bodoh mau aja di bohongi.! ucap Hasanah sambil tertawa.
Braaaaak...!kurang ajar, dasar manusia ular biadab. Karena kamu aku berpisah dari anak dan istriku, karen kamu aku di benci keluarga istriku..pergi kamu dari sini jangan pernah kamu injak lagi rumah ini...plak....plak....plak
"Bapak, ini hanya salah paham..ucap Hasanah berusaha membela diri
Pergi kamu dari rumah ini, tingalkan semua barang barang yang pernah aku berikan cepat sebelum kesabaran ku habis"! bentak Ami Rahmat yang langsung menyeret Hasanah dari rumah itu.
" ibu" teriak anak anak Hasanah.
Pergi kalian dari rumah ku sekarang.
braaak....
Aki Rahmat langsung membanting pintu rumah itu.
Hasanah yang ketakutan langsung pergi bersama anak anaknya meningalkan rumah milik aki Rahmat.
Mala hiks....hiks....hiks....Ampuni Abang Mala, Abang salah ..Abang udah bikin kamu kecewa dan sakit hati akan Abang tebus semua nya Mala Abang janji rintih!"aki Rahmat yang terduduk di depan pintu rumahnya.
__ADS_1