
Audy dan Nirmala sibuk berhias karena ini hari dimana pernikahan Erna dan Broto dilangsungkan. sekalian untuk cukuran dan agigahan anak anak Nirmala dan aki Rahmat. setelah selesai berdandan mereka langsung keluar menuju tempat acara dilangsungkan dengan khidmat mereka mengikuti serangkaian acara hingga hari menjelang siang dan waktunya untuk ijab kabul Erna dan Broto dilaksanakan..
Nek encim yang sejak pagi sudah membuat masalah dengan memberikan obat pencahar perut yang dikiranya masih utuh pada setiap lauk yang disajikan. sementara untuknya sudah dilainkan terlebih dahulu dengan menyembunyikannya didapur.
Tanpa nek Encim ketahui jika makanan nya sudah dimasukan obat pencahar perut dengan dosis tinggi oleh pembantu Audy.
NEk encim dengan parasaan bahagia duduk diantara para tamu, sambil melihat prosesi ijab kabul anaknya tanpa sedikit pun mau mendekati Erna dan suaminya.
"Sri sini"pangil nek encim yang melihat kedatangan Bu Sri.
"Iya Bu" kata Bu Sri yang langsung duduk disamping nek Encim.
Makanan disana udah aku kasih obat pencahar, nanti aku ambilin yang dibelakang aja untuk kamu, soalnya lauknya udah aku lainkan sebelum aku kasih obat pencahar tadi. kata nek Encim dengan bangga.
Saya lapar Bu mau makan makanan enak seperti mereka, bisa nggak saya minta sekarang?" tanya Bu Sri dengan mengusap perutnya.
Iya kamu tunggu disini ya, kebetulan aku juga belum makan sejak tadi. kata nek encim sambil tersenyum senang melangkah menuju dapur.
__ADS_1
Nek encim celingak-celinguk melihat sekitar apakah ada orang atau tidak. dengan terburu buru nek encim membuka lemari dan mengambil lauk pauk yang tadi pagi disembunyikan nya. masih panas. kata nek encim sambil membawa piring berisi lauk pauk yang sengaja disembunyikan nya kedepan.
"Ini Sri ayo kita makan bersama!" kata Nek encim.
Nek Encim dan Bu Sri makan dengan lahap hingga semua lauk yang di bawa nek Encim habis tak tersisa.
Enak banget ya Bu Encim masakannya. kata Bu Sri.
"Iya dong" ini katering orang kaya. kata Nek Encim dengan senyum angkuh yang terlihat dari wajahnya.
Bruuuuuuuutt...preeeeeet..preeeeeet.. Bu Encim ko perutku mules ya..tanya Bu Sri sambil memegang perutnya.
Preeeeeet....prooooottt..groooooook.. terdengar suara tidak enak dari pantat Bu Sri dan Nek Encim hingga orang dibelakang dan disamping Bu Sri dan Nek Encim langsung menutup hidungnya.
Bau apa ini ?ko busuk banget. omel para tamu sambil menutup hidung mereka.
Kamu kentut ko bau bangkai sih Sri?"kata nek Encim yang juga kentu bersamaan dengan Bu Sri.
__ADS_1
"Enak aja" Bu Encim ini yang kentut. kata Bu Sri ikutan ngeles.
Preeeeeet.....puuuuuuut....peeeeeeees
Kembali Bu Sri dan Nek Encim kentut bersamaan dengan suara yang cukup keras hingga para tamu langsung bubar menjauhi Bu Sri dan Nek encim.
"Mereka kenapa?"tanya Nirmala pada Audy dengan menatap ke arah Bu Sri dan nek Encim.
Nek Encim langsung berlari kebelakang karena dia sudah tidak tahan dengan perutnya yang mendadak sakit serta mulas.
Baru tiba di depan toilet nek encim sudah mencret di celana hingga dia terpaksa memegang pantatnya.
Sementara Bu Sri yang terlambat juga sudah mencret di depan tampat duduk Nirmala dan Audy.
"Ko bau banget sih!" teriak Audy sambil menutup hidungnya dengan sapu tangan diikuti semua orang yang ada di dekat Audy.
"Rasakan itu"senjata makan tuan kan.kata pembantu Audy sambil tertawa dibalik pintu kamarnya.
__ADS_1