
Nirmala menangis terus menerus setelah mengetahui putri nya di bawa pergi aki Rahmat entah kemana semua menyalahkan nek encim yang di anggap lengah membuat nek encim menjadi murka seperti siang ini.
Kalau nenek nggak memberi saran seperti itu pasti putri ku masih di sini. nenek memang pembawa masalah setiap ada nenek pasti akan terjadi masalah" bentak Nirmala pada nek encim.
Mana nenek tau kejadian nya seperti ini. kemarin Rahmat nggak pergi ko" bantah nek encim.
Kenapa juga si Bu, ibu tingalkan Rahmat berdua dengan Nina. gini kan jadi nya"omel Audy yang ikut menyalahkan Nek encim.
Kamu cuma bisa nyalahin. kenapa nggak kamu aja yang ngasih Nina sama ngawasin Rahmat"balas nek encim tak mau kalah.
Sudah sudah lebih baik kita cari jalan keluarnya gimana caranya melacak keberadaan Rahmat. nggak mungkin kita melapor pada polisi bisa di anggap gila kita"! ucap pak Ilham yang berusaha menengahi perdebatan keluarganya.
Aku udah ngecek ke bengkel Rahmat menurut penduduk sekitar, bengkel itu memang sudah lama tutup"! ujar nek encim yang terduduk di kursi.
Mala nggak mau tau. kalian harus bantu Mala cari Nina gimana pun caranya" paksa Nirmala yang langsung membanting pintu kamarnya.
Mari kita berpencar mencari Rahmat dan anak nya!"ucap pak Ilham yang berjalan menuju teras mendahului yang lain.
Nek encim dengan langkah gontai terpaksa mengikuti Ke ingginan Nirmala meski tubuhnya sudah lelah faktor usia yang sudah senja.
Sial.. semua mobil udah dibawa aku harus pake apa nyari nya" dumel nek encim yang celingak celinguk mencari kendaraan yang bisa di pakainya.
Kalau naik taksi pasti bayaran nya mahal, naik angkot susah tujuan nya udah di stel.
Naik ojek aja lah lebih ramah kantong"! gumam nek encim mencari gojek onlen..
Nah ketemu...!
Halo tolong jemput saya di lokasi perumahan permai no dua lima ya !"ucap nek encim.
Tidak lama gojek pesanan nek encim Tiba.
Mau kemana nek? tanya gojek itu.
Kita ke kampung rakyat mas" pinta nek encim yang langsung menaiki motor itu.
Alamatnya dimana nek? tanya gojek itu setelah mereka tiba di kampung rakyat.
Kalau aku tau alamatnya nggak bakalan aku celingak celinguk seperti maling gini"! omel nek.encim.
__ADS_1
Terus kita mau kemana ini nek, sudah tiga kali kita memutari kampung rakyat ini?keluh tukang ojek itu.
Kita jalan aja kedepan keliling nanti saya bayar"! ucap nek encim yang tidak berhenti celingak celinguk menatap kesetiap rumah yang mereka lewati.
Didepan sana sudah tidak ada rumah nek Hanya tanah kosong, kita mau Kemana lagi? tanya tukang ojek itu.
Kita ke pasar aja mas" sekalian cari makanan untuk pengganjal pertu!.pinta nek encim yang sudah pasrah
Tiba di pasar nek encim langsung mengajak tukang ojek itu memasuki warung nasi Padang.
Kamu yang pesan nanti biar saya yang bayar sekali kali berbuat amal, siapa tau saya dapat untuk pahala masuk surga"!ujar nek encim memerintah tukang ojek itu
Baik nek" jawab tukang ojek itu menahan tawa mendengar celoteh nek encim.
Lagi asik mengipas wajah nya dengan hijab yang di pakai nya. tanpa di sangka nek encim melihat Aki Rahmat yang sibuk belanja di toko sebrang jalan.
Itu Rahmat" pekik nek encim kesenangan dan langsung berlari keluar.
Nek nasi nya gimana? teriak tukang ojek itu.
Di bungkus aja nak, pake uang mu dulu cepat nak ikuti saya"!perintah nek encim yang langsung menyeberangi jalan.
Nek encim" ucap aki Rahmat dengan wajah terlihat kaget.
Kamu beli apa? tanya nek encim.
Beli susu untuk Nina, nek!" jawab aki Rahmat.
Nek ini nasinya !.ujar tukang ojek yang sudah menyusul Nek encim.
Rahmat dimana rumah mu, aku capek mau numpang istirahat? tanya nek encim.
Tapi....!
Nggak usah takut. aku akan tutup mulut ko!" ucap nek encim sebelum aki Rahmat meneruskan ucapan nya.
Mari nek, ajak aki Rahmat yang langsung menaiki motornya.
Mas ikuti motor itu ya!" pinta nek encim menunjuk motor aki Rahmat.
__ADS_1
.
Ini rumah saya nek" ujar aki Rahmat yang langsung membuka pintu rumahnya.
Rumah kamu asri, banyak pepohonan nya ada durian sama sawo juga kaya nya enak tingal disini!"ucap nek Inayah encim yang langsung membuka nasi bungkus nya diikuti tukang ojek itu.
"Nek, ini air minumnya!' ucap aki Rahmat yang ikut duduk didepan nek encim.
Rahmat apa alasan kamu melarikan Nina. kamu tau nggak, karena ulah mu aku disalahin sama di marahin terus sama orang di rumah keluh. nek encim yang kelihatan lelah.
"Maaf nek, aku terpaksa. papanya Nirmala mengancam ku jika aku tidak pergi dari rumah itu aku akan di bakar hidup hidup, aku belum mau mati nek aku masih inggin berkumpul serta merawat anak anak ku"! adu aki Rahmat pada nek encim.
Begitu cerita nya...!
Aku akan bantu kamu bersatu sama Nirmala. tapi ada syaratnya gimana kamu mau nggak? tanya nek encim yang sudah m ngatur Siasat.
Apa syaratnya nek? tanya Aki Rahmat yang merasa bahagia mendengar ucapan nek encim.
Mas berapa ongkos nya? tanya nek encim pada tukang ojek itu
Dua ratus lima puluh termasuk beli nasi tadi nek!"jawab tukang ojek itu.
"Rahmat, kamu bayarin tukang ojek itu, kasih dia lima ratus ribu anggap aja sedekah yang belum kesampaian dari niatku tadi. nggak apa apa kan kamu yang melanjutkannya.
Iya nek nggak apa apa" jawab aki Rahmat yang langsung memberikan ongkos untuk tukang ojek itu.
"Terima kasih, pak! ucap tukang ojek itu dengan wajah bahagia.
buah kesabaran menghadapi orang tua yang cerewet ternyata baik juga!" pikir tukang ojek itu.
Sekarang karena aku capek kena marah terus dirumah, kamu juga harus ganti rugi terserah berapa aja
N pinta nek encim pada aki Rahmat.
Ini nek, lima juta gimana? tanya aki Rahmat yang langsung mengeluarkan segepok uang lima juta dari tasnya.
"Terima kasih" aku pulang dulu ya, Kamu harus siap siap dengan kedatangan Nirmala nanti meski dadakan.! pesan nek encim yang sudah duduk di motor bersama tukang ojek itu.
"Josep sialan. karena dia si Rahmat pergi membawa Nina, karena dia aku disalahkan sama Nirmala, awas aja aku bikin kamu nangis darah. berpisah sama putri dan cucu tercinta. Biar tau rasa.! dumel nek encim sambil mengatur strategi untuk berperang tertutup dengan anak sambungnya.
__ADS_1