Suami Ku Aki Aki Perkasa

Suami Ku Aki Aki Perkasa
pesona aki rahmat


__ADS_3

indah benget deh hari ini, pikir Nirmala sambil mendayung sepedanya dengan santai.


"fatar"


temanin gue kesawah kakek ya,


soalnya gue udah lama nggak lihat orang panen padi.!


ujar nirmala


apa bagusnya sih, ? ngelihat orang yang lagi panen.!


gerutu fatar.


'ya baguslah"


indah tau nggak, melihat pemandangan alam yang sejuk, dengan bentangan padi yang menguning.


memberi kesan, betapa agungnya sang pencipta.


ucap Nirmala, seperti seorang sastrawan ternama.


iya iya!" terserah Lo aja deh Mala.


kata fatar, sambil mendayung sepedanya dengan cepat.


" dasar fatar, sensi aja bawaannya, baru di putusin pacar.


udah marah marah aja.


lihat gue dong, dicerai cuek aja tuh.


omel Nirmala, sambil mengejar fatar dengan sepedanya.


fatar sawah kakek, yang mana.?


tanya Nirmala dengan bingung.


semua nya, sampai di dekat pohon durian disana tuh!. jawab fatar sambil menatap orang orang ,yang memanen padi dari jauh.


" gila,


luas banget, berapa hektar ini?


tanya Nirmala lagi.


sepuluh hektar deh, kalau nggak salah. jawab fatar sambil bejalan, mendekati orang orang yang panen.


fatar itu pohon mangga siapa, banyak banget buahnya.


kayanya sudah mulai matang deh.?


tanya Nirmala


punya kakeh Mala, kenapa emang.


tanya balik fatar.


ambilin dong.! pinta Nirmala pada fatar.



"ogah.


ambil aja sendiri.


jawab fatar sambil duduk di pinggir sawah.


Nirmala mencoba melempar buah mangga, dengan ranting kayu, yang bertebaran dibawah pohon mangga.


"ciuuuut....................pluk .! "pluk.


" fatar"


gue dapat dua buah mangga matang,


Lo jangan minta ya.


teriak Nirmala kesenangan.


fatar hanya melihat Nirmala,


dengan malas.


itu lebih besar, gue lempar lagi aja .


pikir Nirmala sambil mencari, dahan pohon yang lebih besar.


Nirmala kembali, melempar buah mangga di atas kepalanya.


"ciiiiuuuuuuuut....


'praaaaaak.!


bukanya mangga yang jatuh ,tapi sarang lebah yang menimpa, kepala Nirmala yang tertutup topi.


"aduuuh...!


teriak nirmala.


fatar tolongin gue, teriak Nirmala sambil berlarian tak tentu arah.


fatar yang melihat Nirmala, yang di kejar ribuan lebah, bukan nya membantu malah. tertawa terpingkal pingkal .


haaaaaa. .. ... haaaaaa..... haaaaaa.....


tawa fatar.


Nirmala terus berlari, menghindar dari kejaran lebah.


.guk. ... guk. ... guk.... guuuk...


dua ekor anjing pemburu, yang melihat Nirmala berlarian, dengan pakaian serba hitam, dan dengan gambar tengkorak di belakangnya.


langsung


mengejar Nirmala sambil mengongong.


guuuk..


guuuuuk .


guuuuuk..

__ADS_1


fatar, tolongin gue.


"kakek.


'nenek.


tolongin Nirmala. teriak Nirmala sambil terus berlari dengan kencang.


Mala lompat ke kolam itu, cepat.


teriak fatar sambil berlari mendekati Nirmala, yang langsung melompat kedalam kolam, yang dipenuhi lumpur.


karena airnya sudah di keringkan.


fatar membakar dahan pohon yang kering, dan menodongkan ke arah lebah, yang mengejar Nirmala tadi.


setelah lebah lebah itu pergi, barulah Nirmala mendekati pinggiran kolam, dengan tubuh dipenuhi lumpur.


apa anjingnya sudah perg.?


tanya Nirmala, sambil meringis menahan sakit.


sudah ayo sini, gue bantuin ucap fatar,


sambil menarik tangan Nirmala ke atas.


sakit, fatar"! ucap Nirmala, sambil memperlihatkan lengan nya, yang membiru karena sengatan lebah.


ada apa, ini fatar.? tanya kakeknya.


Nirmala dikejar lebah kek, karena melempar sarangnya pake ranting pohon.


jawab fatar.


kamu itu ya, mestinya membantu Nirmala, bukanya malah membiarkan dia mengambil sendiri apa yang dia inginkan.


omel kakeknya.


"iya kek.!


jawab fatar sambil menahan senyum, melihat kondisi Nirmala yang mengenaskan.


loh ini siapa, ko tubuhnya dipenuhi lumpur begini.?


tanya seorang ibu ibu yang lewat.


ini cucu saya.


jawab kakeknya Nirmala, sambil berusaha membuang lumpur, yang menutupi wajah Nirmala.


fatar kamu bawa Nirmala kesuangai di balik kebun rambutan kita, agar bisa membersihkan lumpur di tubuhnya.


perintah kakeknya.


kakek mau pulang, ngambil mobil


untuk menjemput Nirmala .


kamu tau kan, apa yang akan kita berdua alami, jika Nirmala kenapa Napa.


omel kakeknya


"iya kek.


"kek, fatar nganterin Nirmala ke sungai dulu ya.


kata fatar, sambil menarik lengan Nirmala.


"iya"


jawab kakeknya, sambil menatap cucu perempuannya, dengan mengelengkan kepala.


sungainya dekat mana fatar.?


tanya Nirmala


pada fatar.


di bawah itu Nirmala, buruan kamu turun.


pinta fatar


sambil menuntun Nirmala, menuruni tebing yang dikelilingi pohon durian dan rambutan.


Lo naik aja, biar gue mandi sendiri .


awas aja lo, kalau ngintip.


ancam nirmala, pada fatar.


"iya"


gue naik ke atas ya, kalau ada apa apa, lo pangil gue .


ucap fatar lagi.


iya bawel.


ejek Nirmala pada fatar.


air sungai yang jernih begitu memanjakan nirmala, Nirmala berenang kesana kemari sambil menyelam, tanpa sengaja mata Nirmala melihat aki Rahmat, dari jarak yang tidak terlalu dekat sedang membersihkan tubuhnya, sambil mengosok tubuhnya dengan sabun.


padahal udah tua, ko tubuh aki Rahmat masih kekar banget sih..gumam Nirmala, sambil memperhatikan aki Rahmat, dengan bersembunyi di balik sebuah batu berukuran cukup besar di tepi sungai.


aki Rahmat menyudahi mandinya dengan bertelanjang dada.


sepertinya aki Rahmat sudah mau pulang,


mending gue juga pulang, lama lama serem juga kalau sendirian disini.


pikir Nirmala sambil bergegas menaiki tebing, menuju tempat fatar duduk menungguinya.


"fatar"


ayo kita pulang. ajak Nirmala pada fatar.


mending lo ganti aja jaket Lo, sama jaket gue biar nggak terlalu dingin.


saran fatar pada Nirmala.


baik lah, ini jaketnya.


ucap Nirmala, sambil menyerahkan jaketnya yang basah.

__ADS_1


Nirmala dan fatar, berjalan beriringan


menuju jalan setapak .


"asalamualaikum.


aki Rahmat, sapa fatar.


"waalaikum salam.


nak fatar, non Nirmala.


jawab aki Rahmat.


dari mana Ki.?tanya fatar.


dari membersihkan tubuh nak, tadi habis membersihkan gorong gorong sawah yang bocor.


jawab aki Rahmat sopan.


Nirmala hanya diam, sambil melirik dada bidang aki Rahmat yang terlihat kekar.


aki Rahmat terus berbincang dengan fatar sambil berjalan .


Nirmala yang bejalan di samping fatar.!


masih selalu melirik bentuk tubuh aki Rahmat


yang begitu menggoda Dimata Nirmala,


tanpa sengaja, mata Nirmala melihat tonjolan di ************ aki Rahmat ,


gila ko ular sancanya gede banget sih,


padahal masih tertutup celana.


pikir Nirmala .


Mala, kamu naik mobil aja sama kakek.


gue sama aki rahmat naik sepeda.


kata fatar


Nirmala hanya menggangukan kepalanya sambil berjalan, mendekati mobil kakeknya.


"kakek.


sapa Nirmala.


cepat naik sayang, kita pulang sekarang. sebelum nenek mu pulang dari rumah Bu Anik.


perintah kakeknya pada Nirmala.


emang kenapa kek, kalau ada nenek.?


tanya Nirmala bingung.


kalau nenek mu tau, kamu mendapat musibah.


kakek sama fatar yang akan kena hukum.


jawab kakeknya pada Nirmala.


ko, bisa gitu kek.?


tanya Nirmala lagi.


udah, kamu buruan naik.


perintah pak Ilham kakeknya Nirmala.


'iya kek.


jawab Nirmala sambil menaiki mobil kakeknya.


Ki Rahmat, saya duluan ya.


ucap pak Ilham pada aki rahmat.


"iya pak" silahkan.


jawab aki Rahmat, dengan sopan.


'tiba di depan rumah.


kalian dari mana.?


Mala kamu kenapa basah basahan begini ?"tanya neneknya pada Nirmala.


Nirmala tadi mandi di sungai nek, soalnya airnya jernih banget .


jawab Nirmala dengan dusta nya.


ya udah, kamu mandi lagi sana, habis itu makan.


perintah nenek nya.


iya nek, jawab Nirmala sambil berjalan menuju


kamarnya.


selesai mandi, Nirmala membaringkan tubuhnya dikasur sambil melamun .


ko ular sanca aki Rahmat, bisa gede gitu ya.


padahal kan dia sudah tua.


gumam Nirmala


masa ia Alvian yang muda kalah, sama aki Rahmat yang tua sih.!


gumam Nirmala, sambil memeluk bantal guling.


karena ke asikan melamun, Nirmala pun tertidur.


dan memimpikan aki Rahmat yang begitu tampan dan gagah sedang berdiri sambil tersenyum menatap ke arah Nirmala dengan tatapan yang megggngoda.


aki jangan tatap Mala seperti itu


nanti Nirmala jadi terpesona daon nggak bisa melupakan aki.


desis Nirmala dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2