
Aki Rahmat sejak anak nya diperiksa selalu gelisah bahkan nek encim bertanya pun di 1 acuhkan nya. membuat Audy dan nek Inayah merasa kasian melihat kondisi aki Rahmat yang tidak terurus dengan baik.
"Rahmat"istirahatlah.! jangan seperti ini mama yakin Nina baik baik saja!" hibur Audy.
Aku merasa bersalah ma, sama anak anak ku. andai tidak ada Hasanah mungkin sekarang Nina baik baik aja!" jawab aki Rahmat dengan mata berkaca kaca.
Yang sudah berlalu jangan di sebut lagi Rahmat, sekarang lebih baik kamu ambil hikmah dari kejadian itu..ucap Audy.
"Iya ma" jawab aki Rahmat.
" Keluarga pasien!" pangil dokter yang baru keluar dari ruangan anak.
Bagai mana kondisi anak saya dok?" tanya aki rahmat.
Anak nya tidak apa apa pak" hanya luka gores aja di belakang telinganya sudah saya kasih anti septik sekarang juga sudah bisa dibawa pulang!" ujar sang dokter sambil tersenyum.
"Terima kasih"dok!" ucap aki Rahmat yang langsung mengambil anak nya dari tangan suster yang mengendong nya.
Mari kita pulang!"ajak Audy yang berjalan mendahului aki Rahmat.
Tiba dirumah Nek inayah langsung masuk kedalam kamar Nirmala menyerahkan Nina pada Nirmala yang baru bangun.
"Mala, ini anak mu!" ucap nek Inayah meletakan Nina ke atas kasur.
__ADS_1
"Makasih, nek!" ucap Nirmala yang langsung menciumi anak nya.
oaaaaaa.....oaaaaaaaa....oaaaaaa....
Jerit Nina yang kembali menangis saat di peluk oleh Nirmala.
"Kamu, kenapa lagi sih nak?" keluh Nirmala yang berusaha menyusui Nina.
Nina terus menolak membuat Nirmala kembali kebingungan melihat tingkah anaknya yang kembali Rewel.
"Sayang, jangan nangis lagi dong" keluh Nirmala yang berusaha membujuk anak nya dengan segala cara.
Nina kenapa Mala?" tanya Audy yang mendengar suara tangis Nina.
"Mala" suruh aja bapaknya yang gendong siapa tau dia emang nggak mau pisah sama bapaknya!"celetuk nek encim.
Mana ada yang seperti itu nek, omong kosong aja!"bantah Nirmala.
Kalau nggak percaya ya udah silahkan kamu bujuk sendiri!" oceh nek encim yang sibuk memainkan ponsel nya.
"Mala" lebih baik kamu turuti aja saran nek encim, jujur mama juga dulu seperti nina nggak tahan pisah sama kakek mu kalau lama!" ujar Audy berusaha menasehati Nirmala.
Ya udah terserah, nih kasih aja sama tua Bangka itu!" sentak Nirmala yang langsung menyerahkan anaknya pada Audy.
__ADS_1
"Bu" kasih ke Rahmat aja, takutnya nanti tambah kejer nangisnya, kita juga yang repot!" pinta Audy pada nek encim.
"Oke siap laksana kan!"jawab nek encim yang langsung membawa Nina ke arah depan.
"Rahmat" anak mu nangis lagi!"pangil nek encim pada aki Rahmat yang terduduk di balik gerbang rumah pak Josep.
"Iya'nek" jawab aki Rahmat yang langsung masuk dan mengambil anaknya.
Asalamualaikum anak ayah...ucap aki rahmat yang langsung bersalawat membuat Nina kembali terdiam dan tertidur lelap.
"Nah benarkan' anak nya nggak mau pisah dari bapaknya.! ucap nek encim yang menatap ke arah aki Rahmat.
"Rahmat" nenek masuk dulu ya!" ucap nek encim yang langsung berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum untuk aki Rahmat
Ngapain kamu di sini lagi?" bentak pak Josep yang baru keluar.
"Maaf pa" Nina sakit dia cuma mau tidur jika saya yang gendong!" jawab aki Rahmat dengan kepala tertunduk.
"Kamu" pikir saya percaya, saya tidak mau tau jika saya kembali kamu masih disini saya suruh orang membakar kamu hidup hidup!" ancam Josep yang langsung memasuki mobilnya.
"Ya tuhan.! apa yang harus aku lakukan sekarang, aku belum mau mati aku masih inggin hidup bersama anak anak dan istriku. tapi sepertinya itu tidak akan terjadi, lebih baik aku bawa saja Nina sebagai pengobat luka di hatiku!"gumam aki Rahmat yang langsung membawa Nina pergi menaiki taksi.
.
__ADS_1