
Audy mempersiapkan semua yang diinginkan Nek encim demi menghindari Omelan nek encim yang cerewet.
Apa semua sudah disiapkan Audy. makanannya sudah siap juga nggak, sebentar lagi tamunya akan datang!"kata nek encim yang sejak tadi sibuk merapikan dandanannya.
"sudah Bu"jawab Audy.
Nyonya tamu nya sudah datang. kata pembantu Audy memberi tahu.
Persilahkan mereka masuk sekarang. perintah nek encim dengan wajah ceria.
******
Audy melihat cukup banyak tamu yang datang..bahkan ada yang duduk di kursi roda juga.
Seluruh anak dan menantu Audy duduk berkumpul di ruang tengah. untuk mendengarkan acara lamaran untuk Erna.
Kedatangan kami kemari adalah untuk menyampaikan niat kakek kami. yaitu kakek.
Sarimin untuk melamar Mbak Erna dan sesuai persyaratan yang dipinta Mbak Erna. kakek kami memberikan lima hektar sawah dan lima puluh ekor kerbau, serta tabungan dua ratus juta sebagai hantaran nanti saat mereka
menikah..perkenalkan saya ilmin cucu satu satunya kakek Sarimin
__ADS_1
Kami menerima lamaran ini dengan tangan terbuka. jawab nek encim dengan wajah bahagia.
Mah" apa nggak salah pilih. ko yang melamar Tante kakek kakek..Nia pikir cucunya itu. ucap Nia berbisik ditelinga Audy.
Biarin aja. ntar kalau orang tua itu meningal nek encim bakal jadi pengembala kerbau..jawab Audy pelan.
Mah" apa masih kuat kakek itu. ntar yang ada dia meningal sebelum berperang sama Tante bisik keysa di telinga Audy.
Nggak apa apa!"ntar dia akan jadi janda kaya tanpa merasakan malam pertama. jawab Audy asal.
"Nek" apa nenek nggak salah pilih. emang kakek itu umurnya berapa? tanya Nirmala yang sejak tadi merasakan tak enak hati.
"Apaaa" Ko tua banget sih..apa kakek masih kuat menggoyang Tante Erna. sementara kakek aja duduk di kursi roda!**ceplos Keysa.
Tentu saja saya masih kuat untuk goyang. jawab kakek Rasimin yang berusaha berdiri dari kursi rodanya.
Dengan tubuh gemetaran. Kakek Rasimin menggoyangkan pantatnya mengikuti goyangan Inul..
"Braaakk..!*karena kondisi fisiknya yang sudah tua, kakek Sarimin langsung nyungsep kebawah meja ruang keluarga.
ilimin yang melihat kakeknya terjatuh langsung membantu kakek nya bangun dan menduduk kan kakeknya dikursi roda.
__ADS_1
"Maaf ya, tubuh saya emang kaga kuat kalau berdiri lama. maklum usia sudah tua!" ucap kakek Sarimin malu malu.
"Nah kan, apa Keysa bilang..kakek nggak kuat goyang kan. ucap Keysa sambil tersenyum polos.
Audy dan Josep terpaksa memegang perut mereka. karena menahan tawa melihat tingkah absrut calon suami erna.
Sudah-sudah" kapan pernikahan nya akan dilangsungkan? tanya nek encim dengan wajah muramnya.
Semingu lagi aja. saya sudah menyiapkan buku tabungan untuk dik Erna..jawab Kakek Sarimin sambil mengedipkan matanya pada Erna..
Erna langsung tersipu malu mendapatkan kedipan mata calon suaminya.
ABG baru lahir lagi tebar pesona mah!" bisik Josep ditelinga Audy..
"Iya pah,tapi bukan baru lahir. melainkan baru akan kembali ke habitatnya. jawab Audy.
kalau begitu kami permisi ya. Seminggu lagi pernikahan akan dangsungkan jadi kami akan mempersiapkan semuanya dengan sebaik baiknya..kata ilimin mewakili kakeknya.
Iya hati hati dijalan ya calon mantu kata nek encim yang bahagia karena akan menjadi orang kaya.
Iya calon mertua jawab kakek Sarimin yang sudah memasuki mobil .
__ADS_1