
Sudah seminggu bu Inayah kerajinan berdandan ria, karena inggin menyaingi artis Elvy Sukaesih, artis idolanya.
Dengan bantuan Audy, Bu Inayah selalu berpakaian modis, meski usia sudah kepala enam Bu inayah masih terlihat cantik dan muda seperti orang berusia empat lima, itu kata duda berondong..teman chat bu Inayah.
"Bu" ntar kalau ketahuan bapak, Audy nggak mau di ikutin ya..ucap Audy memperingati ibunya.
Kamu tenang aja, ibu nggak akan melibatkan kamu ko..lagian jangan salah kan ibu kalau ibu bersikap seperti ini, semua salah ayah mu yang ngatain ibu udah tua, dan nggak akan ada yang mau lagi..terus wajah ibu disamain dengan pantat kuali..ibu sakit hati Audy..
keluh bu Inayah dengan wajah penuh kesedihan.
"Emang kapan bapak ngomong begitu Bu!" tanya Audy heran.
"Waktu ibu pergi kondangan, ke acara nikahan anak pak bupati, bapak mu ketemu sama teman lamanya.. terus temannya itu punya adik seorang janda tanpa anak..cantik sih terus masih muda juga..keluh Bu Inayah.
Terus duda berondong itu, ibu kenal dimana?"
tanya Audy heran.
Ibu kenal orang itu udah lama, waktu ibu masih gadis, dia anak kecil yang suka nempelin ibu setiap ibu mau pergi namanya damar..bapak mu juga tau ko sama anak itu.
jawab Bu Inayah.
Terus gimana bisa saling berbalas chat , kalau udah lama kenalnya.. tanya Audy makin penasaran.
Kita udah lama hilang kontak, sejak ibu nikah sama bapak mu, tapi kemarin ibu baru ketemu waktu ibu belanja di mall paling besar di kota, karena uang ibu kurang dia yang bayarin makanya ibu jadi tukaran no ponsel.
ucap Bu Inayah menjelaskan.
"Bu" gimana kalau orang itu punya istri apa nggak akan jadi masalah?" tanya Audy.
"Dia duda Audy..!"ibunya juga bilang gitu ko. dia udah lama duda sekitar delapan tahun..terus belum punya anak pula kata bu Inayah.
"kriiiiiiiiiiiiing..!
ponsel Bu Inayah berbunyi .
"Siapa Bu?" tanya Audy kepo .
__ADS_1
"Damar ..!
Ibu ngungsi kekamar kamu dulu ya..ayo temanin ibu!" paksa bu Inayah dengan menarik tangan Audy.
Audy berdiri dibalakang pintu kamarnya, dan bu Inayah menerima telfon dari dalam kamar mandi.
Hampir satu jam Bu Inayah berbincang dengan damar di telfon..
Bu lama banget sih, Audy capek jaga depan pintu. .keluh Audy.
"Udah ko!" jawab Bu Inayah dengan wajah berbinar bahagia.
"Wajahnya bahagia banget sih Bu?" tanya Audy heran dengan tingkah ibunya.
Damar bilang ibunya mau ketemu sama ibu Audy..kata Bu Inayah terlihat senang.
"Kapan?"tanya Audy.
"Nanti sore habis sholat zhuhur. jawab Bu Inayah.
pinta Bu inayah pada Audy.
"Iya Bu!" tapi ntar kalau ketahuan bapak awas aja, kalau nama Audy di ikut sertakan.. ancam Audy pada ibunya.
"Iya, ibu akan tangung akibatnya sendiri. jawab Bu Inayah dengan senyum bahagia.
*
*
Bu Inayah berjalan jalan di taman bersama Damar dan ibunya mereka berjalan seperti keluarga bahagia..
"Coba kamu jadi menantu saya dulu ya Inayah, mungkin hidup saya akan lebih menyenangkan, tidak seperti ini kesepian tanpa cucu.. apalagi sekarang saya sudah lumpuh karena didorong menantu sendiri dari atas loteng..keluh ibunya damar .
"Ko bisa gitu mbak?" tanya Bu inayah bingung.
Istrinya damar memaksa mbak, tanda tangan pergantian kepemilikan rumah sama lahan di Jawa peningalan ayahnya damar.
__ADS_1
mbak nggak mau!" jadi mbak didorong dari lantai dua.. kaki ibu patah dan sebelahnya juga tidak berfungsi karena dipukul menantu ibu pake kayu ..
Inayah hanya terdiam mendengar cerita ibunya damar dengan rasa iba.
"Ilham, apa kabarnya Inayah?" tanya ibunya damar.
"Baik mbak..!"jawab Bu Inayah.
Seandainya dulu kamu mau menunggu damar dewasa, tentu saat ini mbak akan memiliki cucu yang cantik dan tampan dari kalian..
ucap ibunya damar lirih.
Jodoh dan maut itu rahasia Allah mbak,
lagi pula jarak usia saya dan Damar kan jauh banget lima belas tahun..nggak mungkin saya nunggu damar..jawab Bu Inayah dengan senyum lembutnya .
Iya mbak paham..jawab ibunya damar.
"Bun, ini cemilannya..kata damar yang datang dari arah belakang.
"Ayo kita duduk disana.. ajak ibunya damar menunjuk kearah sebuah kursi kosong.
Mereka duduk sambil menikmati cemilan yang di beli oleh damar.
"Mbak" apa boleh saya main kerumah mbak. sekalian silahturahmi.. ucap damar menatap kearah Bu Inayah.
"Boleh silahkan aja!" pintu rumah mbak selalu terbuka ko..jawab Bu Inayah.
Ucapan saya dulu itu sungguh sungguh mbak. meski usia ku masih empat tahun, aku memang suka sama mbak, sampai sekarang pun aku nggak bisa melupakan mbak Inayah,, ucap damar sendu.
"Mbak paham damar, tapi faktanya saat itu kamu masih bocah, sedangkan mbak sudah cukup dewasa..mana mungkin mbak percaya sama omongan seorang bocah berusia empat tahun..jawab Inayah.
Kalau mas Ilham nyakitin hati mbak, mbak temui aku ya..akan aku rebut mbak dari
mas Ilham, apa pun yang terjadi..damar mengengam jari jari tangan Inayah dengan tatapan penuh harap.
Siapa yang akan kamu rebut..tanya sebuah suara dari arah belakang kursi yang mereka duduki.
__ADS_1