Suami Pilihan Papa 2

Suami Pilihan Papa 2
Pertemuan Tak Terduga


__ADS_3

Yoga mengantar Kinan kesebuah market yang lumayan besar.


Sesampai diparkiran.


"Mas Yoga disini saja,aku akan masuk sendiri" Kata Kinan dengan wajah datar.


"Aku akan menemanimu" jawab Yoga.


"Terserah saja" Ketus Kinan dan segera turun lebih dulu dan masuk kedalam market itu dengan langkah yang cepat.


"Ada apa dengan nya? " Ucap Kinan sembari berjalan dan memikirkan sikap Yoga pada nya hari ini.


Saat Yoga menyusul masuk,Yoga harus mencari Kinan terlebih dahulu.


"Dimana gadis itu" Tanya Yoga dalam hati.


Sementara Kinan segera memilih sayuran serta buahan segar lalu memasuki ke dalam keranjang yang di tangan nya.


Yoga lalu mencari Kinan ke rak khusus sayur dan benar saja Yoga melihat Kinan berada disana dan akab melangkah untuk menyamperi Kinan istrinya.


Belum sampai kearah Kinan,sebuah mainan bola bergelinding dan mendarat di kakinya,Langkah kaki Yoga pun terhenti karena hal itu.


Yoga lalu mengambil bola itu dan seorang anak kecil berusia kurang lebih 3 Tahun menghampiri nya.


Anak itu menatap Yoga tapi tidak berbicara apa pun,ia hanya menatap Yoga seperti ingin memberi tahu kalau bola yang dipegang Yoga adalah bola nya.


"Apa ini punya mu?" Tanya Yoga sembari berjongkok untuk mengsejajarkan tubuhnya dengan tubuh anak kecil itu,anak itu pun mrngangguk kan kepala.


Kinan yang tidak jauh dari posisi Yoga menatap Yoga berbicara dengan anak kecil itu.


"Dimana Ibu mu?" Tanya Yoga yang merasa heran,anak kecil tanpa pengawasan orang tua disebuah market yang lumayan besar.


"Gian,kenapa disini? mama dari tadi mencari mu" ucap seseorang wanita dari belakang Yoga dan suara nya terdengar tidak asing baginya.


Yoga pun beranjak berdiri setelah mendengar suara itu dan membalik kan tubuh nya.

__ADS_1


Sejenak Yoga terdiam menatap seorang wanita yang sangat di kenalnya,wanita yang pernah mengisi hati nya,sebelum akhirnya wanita itu pergi,meninggalkan nya dengan laki - laki lain.


Bahkan kata mama yang sempat dia dengar membuat Yoga seperti tidak menyangka bahkan ia sudah menjadi seorang ibu.


"Yoga!" Panggil Janet sekaligus menyadar kan Lamunan Yoga dan segera memalingkan wajah nya.


"Jaga putra mu dengan baik,tidak baik membiarkan nya main sendirian di tempat umum" Ucap Yoga dan membalik kan tubuh nya bermaksud ingin pergi dan menghampiri Kinan yang kini sudah mengalih kan pandangan nya memilih sayur.


"Apa kabar?" Ucapan Janet menghentikan langkahnya,ia membuang nafas dengan kasar sebelum membalikkan tubuhnya.


"Baik,sangat baik" Jawab Yoga memasang senyum tipis walau terpaksa.


"Lama tidak bertemu,Aku percaya kau pasti hidup dengan baik" Balas Janet dengan senyuman tapi terlihat sendu.


"Iya,tentu aja" Balas Yoga cuek


"Siapa wanita itu,kelihatan nya Mas Yoga gugup sekali" Gumam Kinan dalam hati.


"Em..Apa kau sudah menikah? Tanya Janet


Sementara Kinan yang memilih buah sembari mendengar kan percakapan mereka yang masih menjangkaui pendengaran nya juga ikut penasaran apa yang akan di jawab Yoga.


Kinan tampak kaget mendengar yoga mengakui dirinya sebagai istrinya,meski berdiri agak jauh tapi perkataan Yoga masih terjangkau dan terdengat jelas.


Janet tampak tersenyum dan agak kecewa,meski tidak memperlihatkan kekecewaan nya pada Yoga.


"Syukurlah,aku berharap kau selalu bahagia" Ucap Janet lagi.


"Hem" Balas Yoga singkat.


"Kalau begitu aku pergi dulu ya Yoga,suami ku sudah menunggu diparkiran"Ucap janet dan lansung memandang ke sembarang arah,karena air mata nya akan jatuh,hati nya bagai tercambuk saat harus kembali bertemu dengan laki - laki yang pernah menjadi kekasihnya itu.


"Ayo Gian sayang kita harus pulang" Ajak janet dan sedikit menunduk untuk memperbaiki baju putranya yang berantakan karena lari - lari.


Yoga memperhatikan Janet merapikan baju anaknya,tiba - tiba hati nya penuh tanya saat melihat luka lebam dia pergelangan tangan Janet,Ingin Yoga bertanya,tapi mulutnya seperti terkunci secara tiba - tiba hingga wanita itu berjalan pergi meninggalkan Yoga yang masih mematung.

__ADS_1


Saat Yoga mengalihkan pandangan nya kebelakang,Yoga sudah tidak menemukan Kinan yang tadi nya memilih buah disana.


"Kemana lagi dia" Ucap Yoga menghela nafas karena harus mencari Kinan ditempat yang begitu luas.


Saat Kinan sedang memilih beberapa barang di rak sambil berjalan pelan dan tidak fokus memandang kedepan,tiba - tiba tubuh Kinan sedikit terpental karena menabrak tubuh seseorang.


"Aduh.." Kinan mengamgkat kepala dan melihat Yoga sedang berdiri dihadapan nya,tubuh pria yang berotot keras itu yang membuat Kinan terpental meski tidak sampai jatuh.


"Dimana mata mu,sampai tidak melihat ada orang berdiri disini"Ucap Yoga namun tak digubris Kinan dan kembali menatap Rak.


Yoga pun mengambil keranjang yang pegang Kinan karena melihat Kinan seperti keberatan,Kinan hanya membuang nafas menatap Yoga dan kembali melihat barang yang ingin ia beli.


Selesai berbelanja Yoga dan Kinan pulang,Didalam perjalanan,Yoga sesekali melirik ke arah Kinan yang bersikap dingin terhadap nya.


"Entah apa yang terjadi,tapi aku merindukan celotehan dari mulutmu,kau seperti ini membuat ku merasa kau bukan Kinan yang ku kenal" Batin Yoga sembari membuang nafas dengan kasar dan fokus menyetir


Sesampai dirumah,Kinan lansung masuk kedalam rumah meninggal kan Yoga yang masih mengambil kan barang belanjaan nya dibelakang mobil.


Bi Sumi pun segera turun dan membantu Yoga membawa kan barang - barang itu.


Yoga terdiam sejenak Mengingat sikap Kinan yang begitu menghindari nya.


Hingga Akhirnya,Yoga menghela nafas lalu berjalan masuk kedalam rumah.


.


.


.


.


Bantu Like dan Vote nya ya teman - teman.


Mohon dukungan nya.

__ADS_1


Terimakasih ^_^


Bersambung


__ADS_2