
Sesampai di kantor polisi,Yoga dan Max pun di bertemu dengam sebuah sel sementara yang ada di dalam kantor polisi itu.
"Apa anda mengenal nya?" Tanya Pak Polisi.
"Tidak."
"Baik lah,mari pak Yoga." Ajak Pak Polisi untuk memberi penjelasan.
"Kenapa cuman dua orang?,kata Kinan pelaku nya 3 orang?" Tanya Max merasa penasaran.
"Iya satu lagi tersangka ini masih buron." Jelas nya sembari memberikan sebuah foto pelaku.
"Mereka berdua yang terekam di dalam cctv di halaman kampus sedang mengempis kan Ban mobil Bu Kinan,setelah kami interogasi,ternyata mereka mengaku para penjahat yang sudah menganiaya nya juga" Jelas Polisi itu lagi.
Yoga masih terdiam dan tampak sangat kesal,mendengar penjelasan Polisi yang mengingatkan nya pada penganiayaan istri nya.
"Apa Motif nya pak?" Tanya Yoga yang sedari tadi diam.
"Kata nya mereka hanya ingin mengerjai istri anda." Jawab nya.
"Tidak mungkin."
"Kami juga tidak lansung percaya Pak Yoga,kami masih menyelidiki semua ini,mereka sebelum nya juga pernah masuk penjara,kasus pembunuh bayaran,mungkin saja mereka juga di bayar untuk mengerjai istri anda,nanti kami akan kabari lagi saat ada info terbaru. " Jelas Polisi.
"Baik lah pak,terimakasih atas Info dan kerja keras nya,saya harap secepat nya mendapatkan kabar perjahat satu nya lagi tertangkap." Ucap Yoga dan bersalaman dengan Polisi.
Sebelum pergi,Yoga sempat mengfoto wajah Pria yang di perlihatkan polisi itu,begitu juga dengan Max.
Yoga memerintah kan anak buah nya untuk mencari tahu keberadaan pria yang kini menjadi buronan itu,begitu juga dengan max yang memerintah kan anak buah nya untuk mencari keberadaan pria itu.
Setelah dari kantor polisi,Yoga dan Max pun kembali ke rumah sakit.
.
.
.
Saat sampai di rumah sakit,hari pun mulai gelap.
"Sayang kau dari mana?" Tanya Kinan saat Yoga dan Max memasuki kamar.
"Ke kantor polisi,apa kau sudah makan malam?" Tanya Yoga.
"Sudah,aku sudah makan sendiri dan menghabiskan makanan nya." Jawab Kinan.
"Bagus lah." Saut Yoga tersenyum.
__ADS_1
"Kinan,Aku dan Joana mau pulang dulu." Kata Jeslin pamit.
"Baiklah,terimakasih sudah menemani ku Jeslin,Joana,Mas Daven." Kata Kinan.
"Bukan masalah." Saut Daven.
"Joana,biar ku antar kau pulang." Kata Daven dan Joana pun mengiyakan.
"Lalu aku pulang sendiri?" Tanya Jeslin.
"Apa mau ku antar pulang Gadis Jutex?" Tanya Max.
"Berhenti lah memanggil ku Gadis Jutex." Saut Jeslin kesal.
"Iya,dia tidak Jutex Mas Max,dia sahabat baik ku,dia sangat baik kalau kau sudah mengenal nya lebih dekat." Kata Kinan.
"Iya ,aku tahu dia gadis yang baik,tapi dia sangat jutex pada ku." Balas Max tersenyum mengejek.
"Sudah lah Kinan,tidak usah di laden,dia memang menyebal kan,aku pulang dulu ya." Kata Jeslin.
"Baiklah,hati - hati di jalan." Balas Kinan
"Jadi apa mau ku antar?" Tanya Max lagi sembari tersenyum.
"Tidak perlu,aku bawa mobil sendiri." Jawab Jeslin.
Jeslin pun tampak cemberut dan segera keluar dari kamar rawat Kinan,di susul Daven dan Joana.
•••
Keesokan harinya.
Dokter datang memeriksa keadaan Kinan.
"Dokter,kapan aku bisa pulang?" Tanya Kinan setelah selesai di periksa.
"Hari ini juga sudah bisa pulang,tapi tetap harus menjaga tubuh agar jangan terlalu capek dulu." Jawab Dokter.
"Jadi hari ini sudah bisa pulang ya istri saya dok?" Tanya Yoga lagi memastikan.
"Iya sudah bisa,tapi habis kan dulu sarapan nya ya,baru boleh pulang." Kata Dokter lagi.
"Baik,terimakasih dok." Balas Yoga.
"Sama - sama." Balas Dokter dan keluar dari kamar Kinan.
Yoga lalu menghubungi orang tua nya untuk tidak perlu lagi ke rumah sakit,karena Kinan akan pulang hari ini.
__ADS_1
Tiba - tiba Sebuah ketukan pintu dan masuk lah Janet dan putra nya.
"Selamat pagi."Sapa Janet.
"Pagi." Balas Kinan.
"Sedang apa kau disini?" Tanya Yoga tampak tidak senang.
"Aku dengar dari Max,istri mu sakit dan aku meminta nomor kamar rawat." Jawab Janet.
"Bagaimana keadaan mu Kinan?" Tanya Janet dengan lembut.
"Sudah baikan,aku sudau boleh pulang,bagaimana kau tahu nama ku?." Tanya Kinan.
"Aku bertanya pada Max,perkenal kan aku janet dan ini putra ku Gian." Kata Janet memperkenal kam diri.
"Hai Tante." Sapa Gian.
"Hallo juga." Balas Kinan tersenyum.
"Kinan,ini untuk mu." Janet mengulurkan sebuah parcel berisi buah - buahan.
"Seharus nya tidak perlu repot - repot,tapi terimakasih." Balas Kinan tersenyum.
Janet tidak berlama - lama ada disana,karena melihat Yoga yang diam dan tampak tidak senang dengan ke hadiran nya.
Meski Yoga tidak senang dengan kehadiran Janet,tapi yoga tetap berada di dekat Janet dan Istri nya yang sedang mengobrol,karena Yoga masih mencurigai banyak orang salah satu nya Janet perihal kejadian yang menimpa istri nya.
•
•
•
•
•
Bersambung
Jangan lupa Like dan Vote ya Teman - teman.
Saya Tidak pernah memaksa kalian untuk Vote,jika kalian ada Vote,buat Saya makin semangat up nya,kalau tidak juga tidak apa - apa Saya tetap semangat kok buat kalian.
Yang penting kalian tetap setia dan suka baca di karya - karya saya.
Terimakasih support nya ya.
__ADS_1