
Selesai kelas.
Kinan duduk di kantin menunggu Jeslin dan Joana yang sedang ke tempat foto copy.
Kinan duduk dan tampak murung sembari membalas pesan yoga yang menanyakan apa kah dia sudah makan apa belum.
"Kinan!" Panggil suara seseorang dan membuat Kinan menoleh.
"Jojo. "
"Boleh aku duduk? " Tanya Jonatan.
"Silakan Jo. " Balas Kinan mencoba tersenyum.
Jonatan pun duduk di Kursi depan Kinan.
"Maaf Kinan, seperti nya kau murung karena aku memberitahumu sesuatu semalam." kata Jonatan.
"Bukan salah mu Jo,lagian soal semalam, Mas Yoga memberi tahu ku kalau dia ke rumah sahabat nya, mungkin saja itu benar, karena aku juga belum pernah pergi kesana." Balas Kinan mencoba biasa - biasa saja.
"Bagus lah Kinan, apa kau kenal seseorang ini? " Tanya Jojo menunjukkan foto terakhir yang dia ambil.
Kinan melihat dengan lekat foto yang ada diponsel Jonatan,tapi ia tidak bisa melihat dengan jelas wajah itu
"Apa dia tinggal disana? "Tanya Kinan menatap Jonatan.
"Iya,aku melihat nya masuk ke sana." Balas Jonatan.
"Mungkin itu adik nya Max." Balas Kinan.
"Yah semoga saja. " Balas Jonatan pelan.
__ADS_1
Tiba - tiba Jeslin dan Joana datang mendekati Kinan dan Jonatan yang sedang duduk mengobrol.
"Jonatan!,kamu ngapain disini?" Tanya Jeslin.
"Gak apa - apa,ngobrol aja." Balas Jonatan.
"Aku pergi dulu ya Kinan." Kata Jonatan dan bangkit dari duduk nya.
"Ok Jo." Balas Kinan masih menunjukan senyum meski hati nya sangat kacau.
"Ngapain Jojo Kin?" Tanya Jeslin usai Jonatan berjalan pergi.
"Hanya mengobrol saja,kalian sudah foto copy nya? punya ku mana?" jawab Kinan sembari mengalihkan pembicaraan.
Jeslin dan Joana pun duduk dan meminum jus yang dipesan Kinan untuk mereka.
•••
Yoga pergi ke coffe shop yang tidak jauh dari kantor bersama Siska.
"Ada apa siska? seperti nya yang ingin kau bicara kan sangat serius." Tanya Yoga.
Siska lalu mengulurkan sebuah surat pada Yoga dan Yoga pun segera mengambil dan membuka lipatan dari surat itu.
"Apa ini Siska? Kenapa kau ingin mengundurkan diri?" Tanya Yoga.
"Iya Yoga." Balas Siska mencoba tersenyum dan biasa - biasa saja.
"Tapi kenapa? Apa aku ada berbuat salah pada mu? atau ada sesuatu yang membuat mu tidak nyaman? Kata kan saja Siska." Tutur Yoga ,ia mengerut kan dahi nya sembari sebelah tangan nya memijit - mijit kening nya.
"Bagaimana bisa aku kata kan pada mu,yang membuat ku tidak nyaman adalah dirimu dan Kinan,aku cemburu melihat dan mendengar kemesraan kalian,apa lagi kau semakin tidak memperdulikan ku lagi." Batin Siska.
__ADS_1
"Siska! Kenapa diam saja?"Tanya Yoga dan membuyar kan lamunan Siska.
"Aku hanya ingin merasa kan suasana baru Yoga,aku rencana akan pergi ke London kau tahu kan,kalau aku sangat ingin menjadi model? dan aku mempunyai kesempatan itu Yoga." kata Siska.
"Aku tidak bisa melarang mu kalau soal itu,kalau itu pilihan mu,aku akan mendukung mu Siska,bagaimana dengan Max dan Daven? Apa mereka sudah tahu?" Tanya Yoga.
"Belum,tapi aku akan memberi tahu mereka nanti malam." Jawab Siska yang masih mencoba menahan air mata nya yang sudah ingin menetes.
"Kalau begitu,bagaimana kalau kita makan malam bersama nanti malam?" Tanya Yoga.
"Iya,boleh juga,Yoga,aku sepertinya harus ke toilet sebentar." Kata Siska dan Yoga pun mengiyakan nya.
Baru Siska bangkit dari duduk dan membalik kan tubuh nya,air mata Siska sudah mulai menetes,mengingat ia akan memulai hidup baru dan melupakan Yoga yang adalah cintanya selama ini.
Siska berdiri di wastafel menatap cermin sambil air mata nya menetes,ia menangis tersedu - sedu karena hanya ada dia seorang diri di dalam toilet wanita.
Saat ada seseorang datang,Siska lansung mencuci wajah nya dan mengelap dengan tissu.
Ia pun menarik nafas dalam - dalam dan membuang nya sebelum ia berjalan kembali ke meja nya bersama Yoga.
•
•
•
•
•
Bersambung
__ADS_1
Maaf ya teman - teman cover nya saya ganti dengan yang baru 🙏