Suami Pilihan Papa 2

Suami Pilihan Papa 2
Aku Akan Membuatmu Menderita


__ADS_3

"Apa kau sudah tidak waras,kau masih saja mau menolong wanita yang sudah menghianati kamu." Teriak Siska kesal,saat mendengar cerita Yoga ia sudah menyelamatkan Janet.


"Ini kan rasa kemanusiaan Siska." Jawab Yoga.


"Tapi tidak harus kau sampai menampung nya bersama Max,apa kau pikir wanita itu gadis yatim piatu?,Astaga,aku tidak habis pikir dengan kalian." Ucap Siska lagi.


"Itu sebab nya Yoga tak ingin kau mendengar nya,karena sudah tahu Reaksi mu akan seperti ini." Ucap Max dan memiring kan tubuh nya menatap Siska yang duduk di samping nya.


"Apa kau cemburu?" Tanya Max dan membuat Yoga merasa sangat konyol dengan pertanyaan Max.


"Apa yang kau tanya kan,cemburu dengan siapa dengan mu atau dengan ku." Ucap Yoga tersenyum remeh.


"Hanya Siska yang tahu." Jawab Max dengan tatapan kesal.


Sementara Siska tampak diam saja saat pertanyaan itu di lemparkan Max pada nya,Max seperti melemparkan Kunci padanya,hingga membuat nya tak bisa mengoceh lagi.


Max lalu mengalihkan pandangan nya ke Yoga, " Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Max membuang nafas yang terasa sangat membuat sesak dada nya.


"Aku rencana akan mengantar nya kembali pada orang tua nya." Ucap Yoga.


"Kau bisa mengirim supir untuk mengantar nya,tidak perlu menghabiskan tenaga mu." Sela Siska.


"Aku setuju dengan mu Yoga." Ucap Max.


Siska tak percaya Max tidak berada di pihak nya,Siska menoleh ke arah Max,tak percaya Max malah mendukung Yoga mengantar Janet kembali pada keluarga nya.


"Ada apa dengan Max." Gumam Siska.


•••


Ditempat lain.


Kinan yang baru selesai berpisah dengan sahabat nya setelah pulang kuliah,saat Kinan menunu ke mobil nya,Kinan terkejut saat melihat Ban mobil nya Kempes depan belakang.


Hati nya semakin khawatir,lagi - lagi seseorang seperti sengaja membuat Ban mobil nya kempes.

__ADS_1


"Apa lagi ini,sebenar nya apa yang mereka inginkan." Ucap Kinan merasa kesal.


Iya lalu melihat selembar Amplop terselip di kaca jendela mobil nya,Kinan segera mengambil dan membuka nya.


"Aku akan membuat mu menderita karena sudah menganggu Kebahagiaan ku,lihat kesialan apa lagi yang akan terjadi pada mu" Isi pesan surat itu.


Kinan lalu mengenggam surat itu dan memasukan nya ke dalam tas nya dengan kasar.


"Sebenarnya siapa dia." Gumam Kinan.


Kinan lalu berjalan keluar dari halaman kampus untuk mencari Taxi.


Kinan melambaikan tangan ke sebuah taxi yang melintas,ia segera masuk dan memberi tahu alamat yang ia tuju.


Sopir taxi mengunakan topi hitam dan juga Masker,di masa pandemi Covid19 Kinan tidak merasa ada yang aneh akan pemakaian masker itu.


Kinan lalu mengambil ponsel nya,ia ingin menghubungi Yoga dan memberi tahu apa yang ia alami hari ini.


Saat Kinan menunggu Yoga mengangkat telefon nya,Kinan melihat mobil Taxi ini berjalan sangat laju dan menuju ke arah berbeda dari arah menuju ke rumah nya.


"Pak,tolong henti kan mobil nya." Ucap Kinan lagi, namun lagi - lagi tidak di hirau kan.


"Tolong hentikan mobil nya." Teriak Kinan.


Yoga yang mengangkat telefon itu mendengar Istri nya seperti dalam masalah.


"Hallo,Sayang." Panggil Yoga tapi Kinan terlupa ia sedang menghubungi Yoga.


Yoga pun segera bangkit berdiri dan membuat Max dan Siska terheran.


"Ada apa Yoga?" Tanya Max sambil mengikuti langkah Kaki Yoga.


"Terjadi sesuatu pada istri ku." ucap Yoga sambil menghubungi nomor Kinan kembali.


"Aku ikut."Ucap Max.

__ADS_1


"Siska kau tidak perlu ikut." Kata Max dan menghentikan langkah Siska.


Siska merasa ada yang berbeda dengan sikap Max.


•••


Saat kinan mendengar ponsel nya berbunyi di tengah kepanikan nya,Ia segera mengangkat telefon itu.


"Sayang,apa yang terjadi." Tanya Yoga.


"Tolong aku Mas,orang ini ingin mencelakai ku,supir taxi ini." ucap Kinan panik,dan supir itu semakin menambah kelajuan mobil nya menuju ke arah luar kota.


"Kirim kan lokasi mu." Ucap Yoga.


Kinan pun langsung mematikan sambungan telefon nya dan mengirim Lokasi nya pada Yoga dan Yoga yang mendapat pesan dari Kinan segera masuk kedalam mobil nya bersama Max.


Sopir itu mencoba mengambil ponsel Kinan dengan sebelah tangan nya,karena sebelah tangan nya memegang kemudi,tapi Kinan mencoba menghindar,hingga ponsel Kinan terjatuh di lantai mobil.


Kinan semakin Khawatir karena takut ponsel nya mati dan takut Yoga tidak bisa menemukan nya.


Tangan Kinan di tarik pria itu dan membuat Kinan semakin tidak bisa meraih kembali ponsel nya.


"Apa mau mu,kalau kau ingin barang - barang ku,ambil saja,tapi jangan sakiti aku." Ucap Kinan memohon di tengah kepanikan nya.


"Diam atau ku bunuh kau sekarang juga." Kata Pria itu dan tidak berapa lama tiba - tiba saja pria itu menghentikan mobil nya di jalanan yang penuh hutan lebat dan Sepi.






__ADS_1


Bersambung


__ADS_2