
3Hari telah berlalu.
Siang itu Yoga dan Kinan sedang menonton TV di ruang keluarga.
Tiba - tiba ponsel Yoga berdering.
"Hallo."
"Benarkah?,Terimakasih pak." Ucap Yoga dan mematikan sambungan telefon itu.
"Siapa sayang?" Tanya Kinan menatap ke arah suaminya.
"Dari polisi,Anak buah Max sudah berhasil mendapatkan pelakunya dan Kini sudah di bawa ke kantor polisi." Jawab Yoga.
"Benar kah,syukur lah kalau begitu,aku jadi bisa ke kampus lagi." Jawab Kinan girang.
"Apa hanya itu yang kau tunggu?."Tanya Yoga.
"Tentu saja,aku sudah sangat bosan dirumah." Saut Kinan.
"Jadi kau tidak suka aku menemani mu dirumah?" Tanya Yoga Cemberut.
"Tentu saja aku senang dan suka,tapi aku kan juga rindu pada teman - teman dan aku juga Bosan di rumah terus."Jawab Kinan.
"Ya sudah aku pergi dulu ga,kamu dirumah saja,jangan kemana - mana." Kata Yoga mengecup kening istri nya.
"Iya sayang,hati - hati di jalan." Ucap Kinan tersenyum.
Kinan mengantar Yoga sampai di teras Rumah dan melambaikan tangan pada Suami yang itu.
•••
Di dalam perjalanan Yoga menghubungi Max untuk mengajak Max bersama ke kantor polisi,karena Yoga sangat penasaran bagaimana anak buah Max menemukan penjahat itu.
"Hallo."
"Max kau dimana?." Tanya Yoga.
"Aku sedang menuju ke rumah Siska,ada apa Yoga?,apa kau sudah dapat kabar dari polisi?" Tanya Max.
"Sudah,aku rencana mau mengajak mu ke sana." Kata Yoga.
"Kau pergi lah duluan,aku akan menyusul mu nanti." Kata Max.
"Baik lah." Saut Yoga dan mematikan sambung telefon nya.
__ADS_1
•••
Sesampai di rumah Siska,Max turun dari mobil dan mengetuk pintu Pintu rumah Siska.
Tok
Tok
Tok
Tidak berapa lama,Pembantu Siska datang dan membuka kan pintu.
Diruang Tamu.
"Max,kau datang,Ada apa?" Tanya Siska tersenyum.
"Aku ingin bicara padamu." Kata Max datar dan membuat Siska heran dengan raut wajah Max.
"Ada apa Max?,Seperti nya ini serius sekali." Tanya Siska dan Duduk di sofa.
"Kenapa kau lakukan itu pada Kinan?." Tanya Max.
"Apa maksud mu Max?" Tanya Siska Heran.
"Jangan pura - pura Siska,mereka orang suruhan mu kan?" Kata Max dan sedikit mengeras kan suara nya.
Max mengeluar kan ponsel nya dan membuka sebuah rekaman Video dimana penjahat terakhir mengakui di depan max kalau Siska yang menyuruh nya.
Siska tampak terkejut dengan apa yang Max tunjukan pada nya,ia terdiam sejenak dan tiba - tiba menangis tersedu.
"Para penjahat itu mungkin bisa berbohong pada polisi kalau mereka hanya mengerjai Kinan dan bukan suruhan seseorang,tapi tidak bisa berbohong pada ku." Kata Max,karena Mengingat para penjahat itu tidak mengakui kalau mereka orang suruhan Siska,mereka hanya mengaku kebetulan ingin mengerjai Kinan.
"Aku tidak menyangka kau bisa melakukan semua itu,aku pikir kau itu wanita yang baik dan kuat." Ucap Max lagi.
"Maaf kan aku Max,aku benar - benar khilaf,aku dibutakan dengan rasa cemburu ku melihat Yoga dan Kinan yang begitu Bahagia." Kata Siska.
Setelah mendengar pengakuan dari Siska,max tampak kecewa,ia tak menyangka wanita yang begitu dia Cintai dan bangga kan,bisa melakukan hal serendah ini.
Max pun tak banyak bicara lagi,ia lekas berdiri dan akan meninggal kan ruang tamu.
"Max kau mau kemana?" Tanya Siska cepat dan menarik pergelangan tangan Max dan membuat max menghenti kan langkah nya.
"Ke kantor polisi menyerah kan bukti ini." Ucap Max.
"Max,ku mohon jangan lakukan itu,aku benar - benar menyesal,aku tidak akan melakukan ini lagi,aku janji,Max kau tahu aku menyukai Yoga sudah sejak remaja,hati ku sakit saat melihat dia menikah dengan orang lain,aku tak berdaya Max,aku harus pura - pura kuat dan tersenyum melihat semua itu." Ucap Siska memohon dan Kini ia terduduk di lantai dengan memegang kaki Max.
__ADS_1
Max tampak terdiam,ia mengepal kan kedua tangan nya,merasa begitu sakit hati mendengar kata itu,hati nya juga terluka mendengar tangisan wanita yang ia Cintai pecah.
"Max,beri aku kesempatan untuk menjalani hidup ku lebih baik,jangan lapor kan aku ke polisi Max,aku janji akan pergi jauh dari hidup Kinan dan Yoga." Ucap Siska lagi.
Max lalu menepis kaki nya yang di sentuh Siska,membuat Siska semakin menangis tersendu.
Tiba - tiba Yoga datang dan masuk dari pintu masuk dan melihat Siska menangis di lantai.
Yoga yang ingin ke kantor polisi mengurungkan niat nya dan menyusul Max ke rumah Siska untuk berangkat bersama nanti ke kantor polisi.
"Ada Apa ini?" Tanya Yoga.
"Yoga..." Ucap Siska terkejut dan beranjak berdiri.
Max lalu berjalan meninggal kan Yoga yang masih terheran.
"Max ada apa ini?" Tanya Yoga lagi dan menghentikan langkah Kaki Max.
"Yoga,kau pergi lah ke kantor polisi sendiri,aku sedang ada urusan."Ucap Max datar menahan Kesal dan berjalan lagi keluar dari pintu.
Lekas Siska mengejar Max sampai di halaman rumah,sementara Yoga yang masih binggung ada masalah apa dengan kedua sahabat nya berdiri di teras membiarkan Max dan Siska menyelesaikan apa yang belum selesai di bicarakan.
"Max,aku mohon." Ucap Siska memohon,Max pun menatap wajah Siska,yang Kini penuh kekhawatiran,Rasa Takut dan Sedih.
"Baiklah,tepati janjimu." Ucap Max dan masuk kedalam mobil nya.
Siska pun merasa lega karena Max tidak akan melaporkan nya ke polisi,tapi ia merasa sedih,karena ia tahu Max pasti akan sangat membenci nya mulai dari hari ini,Siska melihat Mobil Max berlalu meninggal kan nya dan menghilang dari jangkauan mata nya.
.
.
.
.
.
Bersambung
Hayo,siapa yang sujon ama Janet dan Bella???
Hehe,ini memang sudah Saya pikirkan jalan cerita nya dari jauh kalau Siska lah yang berniat jahat pada Kinan diam - diam.
Maaf karena Kemarin tidak Up ya,Author lagi Mumet,baru Up hari ini.
__ADS_1
Hari ini Kita Up 2 ya teman - teman.
Ditunggu ya.