Suami Pilihan Papa 2

Suami Pilihan Papa 2
Tak Sadarkan Diri


__ADS_3

Sopir itu melepaskan tangan Kinan dan akan turun dari mobil.


Kinan juga mengunakan kesempatan itu untuk melarikan diri.


Saat Kinan berlari,bukan nya mengejarnya,Pria itu malah berdiri terdiam di belakang mobil nya,Kinan merasa heran tapi ia terus berlari,merasa bersyukur Pria itu tak mengejarnya.


Tapi ternyata semua sudah di rencana kan,dari semak di tepi jalan,keluar 2 laki - laki bertubuh tinggi dan besar tersenyum dan menghadang jalan Kinan.


Seperti terpojok,Pria taxi itu berjalan mendekati Kinan yang langkah nya sudah terhenti,begitu juga dengan 2 Pria itu juga berjalan menghampiri Kinan yang tampak ketakutan.


"Jangan mendekat." Teriak Kinan.


"Jangan Mendekat." Teriak Kinan lagi.


Kinan lalu mengambil sebuah balok Kayu yang terletak di tepi jalan samping ia berdiri dan mengarah kan pada Pria - pria itu.


"Jangan mendekat atau aku pukul." Teriak Kinan lagi namun tak di hirau kau.


Saat Pria itu semakin Dekat,Kinan lansung memukuk dengan keras balok kayu itu,tapi Kekuatan Kinan kalah dengan Pria - pria bertubuh tinggi dan besar itu,Kayu itu dapat di tepis hingga direbut dari tangan Kinan.


Salah satu pria itu lansung menjambak rambut Kinan dan sebuah tamparan keras dari pria lain nya mendarat di wajah Kinan,hingga membuat Hidung Kinan berdarah.


"Tolong jangan sakiti aku." Ucap Kinan memohon sambil menangis dan Pria pria itu tertawa dan menarik rambut Kinan untuk mengikuti mereka mendekati Taxi.


Mereka jahat dan tidak memiliki belas kasihan,mereka malah tertawa saat Kinan memohon dan menangis.

__ADS_1


"Jangan sakiti aku,ambil saja yang kalian mau,tapi jangan sakiti aku." Ucap Kinan lagi.


Pria - pria itu sangat dingin,mereka tak bicara apa pun selain tertawa yang sangat menakutkan bagi Kinan.


Kinan lalu melakukan perlawanan dengan menendang senjata kecil Salah satu Pria hingga merintih kesakitan,dengan kesal Mereka lalu membenturkan kepala Kinan ke mobil Taxi itu beberapa kali membuat kepala Kinan berdarah.


Seketika Kinan tersungkur saat sebuah hantaman batok kayu memukul punggung nya dengan keras,hingga ia lansung tak sadarkan diri.


Pria - pria itu bermaksud ingin melecehkan Kinan,tapi Mobil Yoga datang dan membuat mereka membatal kan niat mereka,dan segera masuk kedalam mobil lalu melarikan diri.


Yoga yang melihat istri nya sudah terkapar di jalanan,segera turun dari mobil dan lekas menghampiri istri nya.


"Sayang." Panggil Yoga namun tak mendapat jawaban dari Kinan yang sudah pingsan.


"Ayo Yoga bawa ke mobil,kita harus segera ke rumah sakit." Kata Max.


Yoga sangat khawatir,ia duduk di belakang kemudi sembari memeluk tubuh istri nya yang terbaring lemas,sementara Max yang membawa mobil menuju ke rumah sakit.


"Orang - orang biadap itu,tak akan ku ampuni mereka,mereka harus menerima hukuman yang setimpal." Ucap Yoga dengan perasaan kesal penuh amarah bercampur sedih.


Max lalu mengambil ponsel nya menghubungi Polisi yang juga teman dekat nya.


•••


Sesampai di rumah sakit,Yoga segera mengendong Kinan masuk ke dalam dan para perawat yang melihat lansung mengambil Brankar dan segera Yoga membaringkan istri nya di brankar lalu mendorong ke ruangan untuk di periksa.

__ADS_1


Yoga tidak bisa ikut masuk saat dokter memeriksa istri nya dan hanya bisa menunggu di luar dengan perasaan khawatir,cemas dan juga sedih.


Tidak beberapa lama,Orang Tua Yoga dan Orang Tua Kinan pun datang menghampiri Yoga yang tampak menunggu istri nya.


"Apa yang terjadi? Bagaimana keadaan Kinan?"Tanya Pak alex dan pak Bambang.


Yoga hanya mengeleng - geleng kan kepala,karena ia pun sedang menunggu dokter selesai memeriksa istrinya.


"Ayo Yoga,polisi sudah di luar." Ajak Max.


"Papa,mama,tolong jaga Kinan aku harus mengurus sesuatu." Kata Yoga lalu beranjak pergi bersama Max.


" Hati - hati Sayang." Ucap Bu Sara.


Yoga,Max dan para polisi itu pun bergerak ke arah lokasi, yang sebelum nya Kinan kirim hingga Yoga bisa menemukan Kinan,Ponsel Kinan terjatuh di bawah kursi mobil dan para penjahat itu masih tidak menyadari nya.






__ADS_1


Bersambung


__ADS_2