
...Keesokan Harinya...
Yoga bangun dari tidur nya,ia melihat Kinan masih berada disamping nya.
"Ada apa dengan nya? biasa dia bangun sangat pagi." Tanya Yoga dalam hati sembari tubuh nya berbaring menyamping menatap Kinan.
Mata Kinan pun terbuka dan melihat Yoga sedang menatap nya dengan begitu dekat.
"Aku seperti nya bermimpi indah."Kata Kinan lolos begitu saja,ia lupa kalau dia sedang tidur bersama Yoga.
Mata nya yang masih sipit karena belum sadar sempurna seketika membulat dan lansung meloncat dan duduk.
"Ada apa dengan mu?" Tanya Yoga
"Tidak apa - apa,aku seperti nya sudah kesiangan,aku ke kamar mandi dulu" Kata Kinan dan berjalan ke kamar mandi dengan pipi yang merona karena malu dengan apa yang dia ucapkan.
Yoga tak mengerti apa yang Kinan pikirkan,ia pun turun dari tempat tidur dan bergegas keluar dari kamar Kinan dan Masuk kedalam kamar nya.
...Dikantor...
Max datang ke kantor Yoga lebih dulu,sebelum ia ke kantor nya,untuk membicarakan tentang Janet.
"Pagi Siska!" Sapa Max dan membuat Siska menatap segera,karena suara yang tidak asing.
"Max! Apa yang kau lakukan pagi - pagi disini?" Tanya Siska.
"Aku mencari Yoga,apa dia sudah datang?" Jawab Max.
"Sudah,tapi ada apa? Kau tidak ingin bercerita pada ku?" Tanya Siska dengan tatapan penuh selidik.
"Aku hanya ingin mengobrol tentang kerjaan saja,aku pergi dulu ya manis." Goda Max tersenyum lebar dan membuat siska mengeleng - gelengkan kepala melihat Sikap Max.
•••
Max pun masuk tanpa mengetuk dan Yoga lansung melihat siapa yang datang.
"Yoga!"
"Hei kau datang,duduk lah!" Saut Yoga
"Apa kau sudah bicara dengannya?" Tanya Yoga penasaran.
__ADS_1
"Sudah,dia bekerja di perusahaan ku hari ini" Jawab Max.
"Bagaimana dengan putra nya?"
"Dia akan dirumah saja,aku sudah menyewakan Baby sister untuk menjaga putra nya" Jawab Max
"Tapi kenapa dia tidak pulang saja,dia tidak perlu kerja dengan mu,orang tua nya juga memiliki perusahaan yang besar.
Max pun menceritakan apa yang membuat Janet tidak mau kembali ke tempat orang tua nya,Yoga yang mendengar tampak membuang nafas dengan kasar.
"Aku Rasa,jika kau yang berbicara dengan orang tua nya untuk menjemput nya,mungkin saja orang tua nya akan memaafkan nya" Kata Max.
"Kalau itu,aku akan pikirkan lagi,aku belum siap untuk bertemu keluarga nya lagi"Balas Yoga dan Max pun menganggukan kepala mengerti maksud Yoga.
"Apa besok kita jadi berangkat?" Tanya Max mencoba mencairkan suasana.
"Tentu saja,bersiap lah dan menginap dirumah ku,kita berangkat besok pagi" Kata Yoga.
"Bagaimana dengan Daven? "
"Tunggu! Aku coba menghubungi nya,memastikan kalau dia jadi ikut." Jawab Yoga
"Hei,kalian sering bertemu tanpa diriku,aku tidak percaya kalian menghianati ku" Kata Daven dan duduk di samping Max.
"Bagaimana kau tahu aku ada disini?,kau pasti membuntuti ku ya" sela Max.
"Apa kau tidak tahu,aku punya bakat terpendam?"jawab Daven tertawa kecil,Yoga pun tampak tersenyum melihat kehebohan sahabat nya yang satu ini.
Saat dalam perjalanan menuju ke kantor nya,Daven mendapat telefon dari Siska,siska mencari informasi dengan bertanya ada apa Max datang pagi - pagi ke kantor ini,Daven yang dekat dengan kantor Yoga pun lansung mengarahkan ke kantor Yoga.
...Siang Hari...
Kinan tampak menunggu Yoga menjemput nya di depan kampus sembari ia duduk di tangga, membaca novel,sementara Kedua sahabat nya sudah pulang lebih dulu karena akan bersiap menginap di rumah Kinan.
"Kinan!" Seseorang memanggil nama nya,dan suara itu sangat tidak Asing.
Kinan pun menoleh dan melihat Jonatan sedang berdiri di samping nya.
"Jojo"
Jonatan pun duduk di samping Kinan.
__ADS_1
"Kenapa belum pulang? Apa kau menunggu Yoga menjemput mu?" Tanya Jonatan.
"Iya" Jawab Kinan tersenyum.
"Kau pulang sudah lebih dari satu jam,tapi dia belum menjemput mu,apa kau mau aku antar pulang?" Kata Jonatan.
"Tidak perlu Jo,dia pasti akan datang" Jawab Kinan menolak dengan halus.
"Kinan! Apa yang kau harap kan dari pernikahan ini? Dia bahkan tidak mengakui mu waktu itu di hadapan ku,saat ketahuan ia baru mengakui nya" Kata Yoga tiba - tiba.
"Jo,aku rasa ini bukan urusan mu,ini urusan aku dengan mas Yoga,kamu tidak perlu susah - susah memikirkan ku,Pikirkan saja tentang dirimu,kapan kau akan belajar melupakan ku" Jawab Kinan mulai tidak senang karena perkataan Jonatan.
"Kinan,kalau ada apa - apa,aku selalu ada untukmu" Kata Jonatan lagi.
"Aku akan baik - baik saja" Jawab Kinan mencoba menahan kekesalan nya.
Dari arah pagar kampus tampak mobil Yoga memasuki halaman kampus dan melihat Kinan sedang duduk di tangga dengan Jonatan.
Kinan yang melihat Mobil Yoga datang pun lekas berdiri.
"Aku pulang dulu jo" pamit Kinan dan Jojo pun mengangguk dan tersenyum.
Kinan lalu berjalan masuk kedalam mobil.
"Maaf aku telat menjemputmu!" Kata Yoga saat Kinan sudah masuk kedalam mobil dan memasak sabuk pengaman.
"Tidak apa - apa! apa ada masalah?" Tanya Kinan.
"Tadi ada meeting dadakan dan aku harus menyelesaikan nya,karena besok kita tidak disini" Jawab Yoga.
Yoga merasa cemburu saat melihat Kinan bersama Jonatan,Tapi Yoga mencoba menahan dengan tidak bertanya hal tentang Jonatan pada Kinan,Yoga merasa belum bisa melarang nya meski Kinan berstatus sebagai istri nya,dia seperti terjebak dengan perjanjian yang dia buat sendiri.
Disela - sela menyetir,Yoga membuang nafas dengan kasar mencoba membuang rasa kesal nya,ia berharap rasa kesal itu pergi melalui setiap hembusan nafas yang ia keluarkan.
Kinan bisa mendengar Yoga membuang nafas dengan kasar.
"Mas Yoga Tidak apa - apa kan?" Tanya Kinan namun tidak dijawab oleh Yoga,Kinan tampak biasa - biasa aja,karena sudah terbiasa dengan Yoga yang tidak menjawab pertanyaan nya.
•••
Bersambung
__ADS_1