
Malam harinya
Kinan dan Yoga kembali tidur bersama di kamar Kinan.
Saat Yoga kembali ke kamar setelah mengobrol dengan ayah nya hingga larut malam,Ia melihat Kinan sudah tertidur di atas tempat tidur.
Yoga pun membaring tubuhnya di tempat tidur,ia memiring tubuhnya menatap wajah istri nya yang tidur menghadap kearah nya.
Yoga menatap wajah Kinan dengan begitu dekat,hingga ia bisa merasakan hembusan nafas wanita itu menyentuh kulit wajah nya,ia tersenyum menatap wajah Istrinya yang begitu cantik saat tidur,hingga akhirnya ia pun tertidur karena merasa sudah sangat lelah.
•••
Keesokan harinya.
Kinan bangun dan melihat Yoga sudah ada di samping nya.
Kinan menatap suaminya dengan dekat dan melihat suami nya masih tertidur sangat lelap,Kinan mencium kening Suami nya sebelum ia turun dari tempat tidur.
Kinan pun bersiap untuk kuliah dan sebelum turun untuk membuat sarapan seperti biasanya setiap pagi,Tidak lupa Kinan mengeluarkan pakaian kantor yang akan di kena kan suaminya.
Saat ia turun menuju dapur,tampak kedua wanita paru baya kesayangan nya sedang membuat sarapan.
"Pagi Ma." Sapa Kinan.
"Pagi sayang." Saut Bu Mery dan Bu Sara berbarengan.
"Biar Kinan aja ma yang masak."Kata Kinan.
"Kamu duduk saja,ini makanan sudah matang semua,jadi kamu duduk manis saja menunggu di meja makan." Kata Bu Sara.
__ADS_1
"Oh..,Makasih ya ma." Kata Kinan merasa senang dan duduk di meja makan.
"Kinan! Apa kamu sudah telat datang bulan?" Tanya Bu Mery dan membuat Kinan heran dengan pertanyaan nya.
"Bulan ini belum ma,kenapa ma?" Tanya Kinan pada ibu nya.
"Masih tanya kenapa,siapa tahu aja kamu sudah isi sayang." Ucap mery lagi.
"Isi?" Tanya Kinan dengan begitu polos nya.
"Ini perut kamu." Ucap Bu sara yang datang membawa makanan ke atas meja.
Kinan pun tersenyum ragu - ragu,saat yang baru menyadari pembicaraan mama nya ke arah ke hamilan.
"Jangan lupa di cek sayang,kalau sudah isi kan harus makan yang sehat - sehat." Kata Bu Mery tersenyum bersama Bu Sara.
"Bagaimana mungkin hamil,tidur bareng saja baru kemarin." Gumam Kinan dalam hati.
"Cek apa?" Tanya Yoga yang baru turun,menghampiri meja makan.
"Itu Kinan,Mama menyuruh Kinan melakukan Tes kehamilan,siapa tahu dia hamil." Ucap Bu Mery.
"Apa kau hamil?" Tanya Yoga menatap Kinan yang duduk disebelah nya dengan tatapan terkejut senang.
Kinan pun tak menjawab apa pun dan hanya tersenyum sinis menatap suami nya itu.
•••
Dalam perjalan kekampus.
__ADS_1
Yoga mrngantar Kinan ke kampus karena di suruh oleh mama nya.
"Apa kau beneran hamil?" Tanya Yoga.
"Mas Yoga,mana mungkin secepat itu si,kita kan baru kemarin melakukan nya." Ucap Kinan dengan nada pelan di akhir kalimatnya.
"Aku mana tahu tentang begituan,tadi mama kenapa berkata seperti itu?" Tanya Yoga tetap mengfokus kan menyetir.
"Ya karena mereka menginginkan Cucu dari kita."Jawab Kinan.
Yoga pun tersenyum menoleh ke arah istri nya yang tampak malu menatap ke luar jendela.
"Mas Yoga? Apa kau menginginkan anak dari ku?" Pertanyaan itu terlontarkan dari mulut Kinan dan Kinan menoleh ke arah suaminya yang menyetir.
"Tentu saja aku menginginkan nya." Jawab Yoga.
"Lalu bagaimana dengan perjanjian kita?" Tanya Kinan lagi dan Kali ini Yoga tidak menjawab.
Kinan tampak kecewa karena Yoga tidak memberi jawaban atas pertanyaan nya,Kinan tak mau lagi melanjutkan pembicaraan dengan Yoga dan ia memalingkan kembali wajah nya menatap keluar jendela,Kinan hanya terdiam sampai Mobil Yoga berhenti di halaman kampus nya.
"Kinan,Nanti siang aku akan sibuk dan tidak bisa menjemput mu,pulang lah bersama sahabat mu,nanti malam temani aku ke acara pernikahan teman ku,jadi bersiap - siap lah sebelum jam 7." Ucap Yoga sebelum Kinan turun dari mobil.
"Iya Mas." Jawab Kinan tampak masih kecewa,namun tetap memasang senyuman kecil di wajah nya.
Saat Kinan turun dari mobil dan berdiri di samping mobil Yoga,Yoga pun segera menjalan kan mobil nya untuk menuju ke kantor.
"Salah ku,karena aku terlalu berharap mas Yoga akan mencintai ku dan menerima ku seutuhnya." Batin Kinan
Bersambung
__ADS_1