
Pagi - pagi saat mata hari mulai terbit dan memancarkan sinar nya.
Kinan dan Yoga sudah bersiap untuk berangkat.
Sebelum berangkat,seperti biasa Yoga selalu mengecup kening istri nya itu.
"Sayang,hati - hati di jalan ya." Kata Yoga dan Kinan tersenyum mengiyakan.
Saat Yoga masuk mobil,Kinan pun masuk ke dalam mobil untuk berangkat ke kampus.
Saat dalam perjalanan ke kampus.
Kinan merasa ada sebuah mobil terus berada di belakang nya dengan berjarak sangat dekat.
Kinan yang awal nya tidak sadar,kini menyadari kalau mobil itu mengikuti Kinan.
Kinan lalu mencoba membelok kan ke arah lain dan kembali berputar untuk ke jalan yang sama untuk memastikan kalau mobil itu memang mengikuti nya,dan benar saja Mobil itu ikut berbelok dan berputar mengikuti mobil Kinan.
"Kenapa mereka mengikuti ku." Ucap Kinan mulai cemas dan terus fokus melaju kan kendaraan nya.
hingga mobil nya akan sampai ke kampus,Mobil itu menyelip dan keluar seseorang mengunakan topeng melempar kan telur busuk ke kaca mobil Kinan sebanyak 3 kali,Orang itu juga mengacungkan jari tengah Ke Kinan membuat Kinan sangat syok apa yang terjadi pada nya barusan.
Sesampai di parkiran mobil,Kinan tidak lansung turun,ia masih tampak Syok sembari menyandarkan kepala nya di stir mobil,nafas nya masih terengah - engah,tiba - tiba sebuah ketukan pada mobil nya membuat Kinan terkejut dan lansung melihat keluar jendela.
Ia bernafas lega,saat yang ia lihat adalah Jeslin dan Joana.
Kinan menurun kan kaca mobil nya.
"Kin,kenapa gak keluar,kamu gak apa - apa kan? itu kaca mobil depan kamu kok kotor?" Tanya Jeslin heran.
"Iya Kin,sampai kita jalan kesini,karena kamu gak keluar - keluar dari mobil." Saut Joana.
"gak apa - apa kok Guys,cerita nya panjang,tunggu ya aku turun." Kata Kinan,ia menutup kembali kaca mobil nya dan turun dari mobil.
"Kamu benar - benar gak apa Kin? Kamu keliatan pucet banget? itu mobil kamu kenapa?" Tanya Jeslin lagi dengan berbagai pertanyaan.
__ADS_1
"Tadi ada mobil yang ngikutin aku dari rumah sampai ke kampus,terus dia selip aku pas aku udah mau sampai kampus,lalu lemparin telur busuk itu ke kaca mobil ku." Jelas Kinan.
"Kamu ada bertengkar sama orang?" Tanya Jeslin.
"Engak ada." Jawab Kinan mengeleng - geleng kan kepala pelan.
"Kamu liat gak muka nya?" Tanys Jeslin.
"Dia pakai topeng." jawab Kinan.
"Mungkin itu orang mau neror kamu Kin,kamu harus hati - hati Kinan mulai sekarang,lebih baik kamu kasih tahu suami mu." Kata Joana.
Kinan pun terdiam sejenak,dia ingin memberi tahu pada Yoga,tapi dia tak ingin membuat Yoga khawatir,apa lagi akhir - akhir ini Yoga sangat sibuk,malam baru pulang ke rumah.
•••
Siang Harinya
Dikantor Yoga.
Tok
Tok
Tok
Siska mengetuk pintu dan masuk kedalam.
"Ada apa siska?" Tanya Yoga.
"Kau sudah selesai makan?" Tanya Siska sembari duduk di kursi di seberang meja Yoga.
"Iya,baru selesai."
"Yoga,aku minggu ini sudah tidak bekerja di kantor mu lagi,jadi aku akan selesai kan beberapa kerjaan ku,besok juga ada Sekertaris baru yang akan mengganti kan ku." Kata Siska pada Yoga.
__ADS_1
"Apa kau sudah sangat nyakin akan pergi? Aku sangat membutuh kan mu di kantor ini,kalau tak ada kau siapa yang akan menjadi Sekertaris ku sebaik dirimu." Jawab Yoga.
"Dasar kau ini,kau membutuh kan untuk kerjaan mu saja,kau memang bukan sahabat yang baik." Saut Siska tersenyum sembari mengeleng - geleng kecil kepala nya.
"Bukan,bukan itu maksud ku." kata Yoga lagi sambil memegang kening nya.
"Iya,iya,aku tahu maksud mu,aku hanya bercanda tadi,aku juga sudah menyeleksi Sekertaris yang berpengalaman untuk mu,jadi kau tenang saja ." tutup Siska.
Tiba - tiba Max datang tanpa mengetuk pintu dan masuk ke dalam ruangan kerja Yoga.
"Max,kau sedang apa disini?" Tanya Siska.
"Duduk lah Max,aku yang meminta nya datang untuk membicara kan sesuatu." Saut Yoga.
Max tampak tidak bersemangat saat melihat Siska,ia pun tak banyak bicara pada Siska dan hanya diam dan duduk di kursi di samping Siska.
"Apa yang ingin kalian bicara kan? Apa aku tak boleh mendengar nya." Tanya Siska.
Yoga menatap Max,sementara Max hanya mengangkat bahu nya,mengisyarat kan terserah pada Yoga,siska boleh atau tidak mendengarkan pembicaraan ini.
"Tidak usah saling berpandangan,aku akan duduk dan mendengarkan nya juga." Kata Siska melipat kedua tangan dengan wajah yang cemberut.
Yoga menghela nafas dan memulai pembicaraan yang ingin di bicara kan bersama Max dan di dengar kan Siska.
•
•
•
•
•
Bersambung
__ADS_1