Suami Pilihan Papa 2

Suami Pilihan Papa 2
Semakin Mesra


__ADS_3

Seminggu kemudian.


Yoga mengajak Kinan berbelanja di mall setelah Kinan pulang kampus.


Mereka berjalan begitu mesra dengan tangan saling bergenggaman.


Kemesraan yang terjalin di tambah status yang sudah jelas, membuat Kinan dan Yoga bagaikan abg yang sedang di mabuk asmara.


Tidak pernah sehari pun Kinan dan Yoga tidak mengirim pesan.


Disela - sela kesibukan Yoga di kantor,ia selalu bertanya keberadaan istrinya dan memastikan istri nya sudah makan.


•••


Setelah selesai menyenangkan istrinya,Yoga kembali ke kantor.


"Yoga kau dari mana? " Tanya Siapa saat Yoga sampai di ruangan nya.


"Aku mengajak istri ku jalan - jalan sejenak,ada apa? Apa ada masalah? . " Jawab Yoga tersenyum,sembari bertanya ada apa Siska bertanya hal itu.


"Tidak ada apa - apa, aku hanya bertanya, ini berkas yang kau minta. " Kata Siapa menyerahkan sebuah map kuning kepada Yoga.


"Terimakasih Siska." Balas Yoga dan Suka mengangguk kecil dan keluar dari ruangan Yoga.


•••


Jam menunjukkan pukul 7malam.

__ADS_1


Yoga yang masih di kantor nya menatap layar laptop,karena ia sangat sibuk akhir - akhir ini dan mengharuskan nya kerja hingga malam,tiba - tiba ia mendengar deringan telefon nya, yang ia simpan di laci samping ia duduk.


"Hallo. " Yoga menjawab Telefon.


"Yoga, bisa kah kau tolong kerumah ku yang di tepati Janet?." Tanya Max.


"Untuk apa kau menyuruh aku kesana? " aku tidak mau lagi berurusan dengan nya." Jawab Yoga.


"Ayo lah, kau membawa nya dan membeban kan pada ku, sekarang aku minta tolong kau malah tidak mau. " Balas Max agak jengkel mendengar jawaban dari sahabat nya itu.


"Jangan mengungkit nya,kau sendiri yang ingin membantunya,emang nya ada apa kau menyuruh ku kesana? " Tanya Yoga lagi.


"Aku sedang ada meeting di luar kota berangkat pagi tadi bersama Janet,pembantu ku bilang putra nya Janet menangis sejak tadi sore, karena Janet tak kunjung pulang, tolong temani dia sebentar Yoga,kami akan pulang tengah malam nanti,kami tidak menginap. " Kata Max menjelaskan.


Yoga menghela nafas mendengar Max meminta tolong "Hm,Baiklah." Jawab Yoga.


"Kau ini...,berani nya perhitungan dengan teman. " Jawab Yoga.


"Tidak - Tidak aku hanya bercanda, sudah dulu Yoga, terimakasih bantuan nya. " Kata Max dan mematikan sambungan telefon bersamaan dengan Yoga.


Janet yang sedang didalam gedung mencari Max dan melihat Max ada di teras luar gedung tempat mereka meeting,Janet berdiri di belakang Max yang sedang menghubungi Yoga, mendengar Kata Max soal Yoga menyatakan Cinta pada Kinan, Janet pun tampak sedih,ia mengepalkan tangan nya dan kembali masuk kedalam lobby menunggu Max selesai bertelefon.


Max masuk kedalam.


"Tidak Usah khawatir lagi, Yoga akan pergi melihat putra ku. " Kata Max memberi tahu Janet.


"Terimakasih Max, kau dan Yoga sudah baik mau menolongku. " Balas Janet dan Max hanya mengangguk kecil dan tersenyum.

__ADS_1


•••


Yoga yang kebetulan sudah selesai dengan kerjaan nya pun bersiap untuk pulang.


"Yoga apa kau masih mau disini? " Tanya Siska masuk kedalam ruangan Yoga.


"Tidak, aku sudah mau pulang juga. " Jawab Yoga.


Yoga dan Siska keluar dari ruangan itu, Saat keluar dari ruangan, kantor sudah sangat sepi hanya tinggal beberapa orang yang di harus kan lembur malam ini bersama Yoga dan Siska,juga sedang menunggu atasan nya keluar dari ruangan baru mereka boleh pulang.


Saat Yoga dan Siska berjalan kearah lift, para staf pun mengikuti,tapi menaiki Lift yang berbeda dengan Siska dan Yoga.


"Apa kau langsung pulang? " Tanya Siska.


"Iya. " Balas Yoga menatap ponsel nya sembari tersenyum membalas pesan dari Kinan yang menanyakan Yoga yang tak kunjung pulang.


Siksa menghela nafas pelan, ia tampak kecewa karena Yoga Kini semakin cuek pada nya,karena ia begitu sibuk dengan istrinya.






__ADS_1


Bersambung


__ADS_2