Suami Pilihan Papa 2

Suami Pilihan Papa 2
Kegelisahan Kinan


__ADS_3

Yoga pergi kerumah Max untuk melihat putra Janet yang sedang rewel.


Sesampai di halaman rumah nya, tampak Gian putra Janet sedang duduk di teras rumah menunggu kepulangan ibu nya di temani pembantu Max.


"Gian, kenapa kau disini? Apa kau tidak kedinginan? " Tanya Yoga dengan Lembut.


"Tidak Paman, aku sedang menunggu Mama. " Jawab Gian.


"Ayo kita tunggu didalam,paman membawa kan mainan untuk mu. " Kata Yoga sembari memberikan sebuah paper bag kepada Gian.


Yoga lalu menggendong Gian lalu masuk kedalam rumah.


•••


Ditempat lain.


Kinan menunggu Yoga pulang tapi masih belum juga pulang.


HP Yoga pun tak bisa di hubungin karena ponsel nya sedang drop.


Sesaat kegelisahan Kinan menunggu kabar Yoga, tiba - tiba Sebuah pesan masuk.


Kinan segera membuat dan berfikir itu adalah pesan dari suaminya, tapi ternyata pesan itu dari Jonatan.


"Ada apa Jojo kirim pesan malam - malam? " Kata Kinan berbicara sendiri.


Saat Kinan membuka isi pesan itu, Jonatan mengirim sebuah pesan berisi sebuah Foto Yoga sedang menggendong seorang anak di sebuah rumah.

__ADS_1


Tiba - tiba dering ponsel Kinan berbunyi, Jonatan menelepon nya.


"Iya Jo. "


"Kinan, apa kau sudah melihat foto itu? Apa kau mengenali rumahnya,apa itu rumah mu dan Yoga? dan anak siapa yang digendong suami mu? " Tanya Jonatan dengan begitu banyak pertanyaan.


"Kenapa kau ada foto itu Jo? itu foto kapan? " Tanya Kinan tanpa menjawab banyak nya pertanyaan Jonatan padanya.


"Itu foto sekarang Kinan, Aku sedang lewat dan melihat suami mu turun dari mobil, aku pikir ini rumah mu dan dia,jadi aku berhenti. " Jawab Jonatan.


"Itu bukan rumah ku Jo,sudah dulu Jo. " Kata Kinan dan langsung mematikan sambungan telefon nya,ia mencoba menepis pikiran jelek tentang suami nya.


"Ada apa dengan Kinan? Apa Yoga berselingkuh, sudah semalam ini dia bahkan tidak pulang dan malah ke rumah ini. " Ucap Jonatan penuh selidik dan jonatan pun tidak segera pergi dari depan rumah itu,karena ia begitu penasaran dengan apa yang Yoga lakukan disini.


Jam Menunjukkan pukul 9 Malam.


Didalam Rumah.


"Den Yoga, ini minuman nya. " Kata Asisten rumah tangga Max menaruh minuman di atas meja.


"Bik, apa Max punya charger ponsel yang seperti ini? " Tanya Yoga sembari memberi kan ponsel nya pada pembantu Max.


"Ada Den,punya Den Max, Bibi ambil dulu Den. " Kata Asisten Rumah Tangga Max.


Tidak berapa lama Pembantu Max pun datang membawa kan charger milik Max untuk Yoga, dan bergegas Yoga mengisi baterai ponsel nya agar bisa menghubungi Kinan.


Saat Ponsel Yoga menyala,sebuah pesan Kinan masuk menanyakan kabar dimana Yoga sekarang,Yoga segera menghubungi Kinan melalui telefon.

__ADS_1


•••


Kinan yang merasa tidak tenang menunggu Yoga mengabari nya sambil berbaring di sofa, Saat ia melihat nama Yoga menghubungi nya,ia pun segera mengangkat nya dengan cepat.


"Sayang kamu lagi dimana? Kenapa belum pulang? " Perkataan pertama yang di pertanyaan Kinan.


"Sayang aku akan pulang agak malam, jangan menunggu ku pulang ya, tidur lah lebih dulu,aku ada urusan dirumah Max sebentar. " Jawab Yoga.


"Semalam ini? "


"Iya sayang, sudah dulu ya Sayang. "Kata Yoga yang ingin mengakhiri dan sambungan telefon nya.


"Oh... begitu ya, baik lah, Kamu pulang nya hati - hati ya. " kata Kinan tidak bersemangat.


"Aku Mencintaimu. " Ucap yoga sebelum mengakhiri sambungan telefon nya.


Kinan tampak sedih karena merasa tidak masuk akal, Rumah yang di fotokan Jonatan sangat lah Kecil meski pun bergaya minimalis,ia berfikir Max mempunyai perusahaan yang sama besar nya dengan Yoga, meski pun Kinan tidak pernah pergi kerumah Max, Kinan sangat percaya Rumah Max tidak sekecil itu.


Kegelisahan menyelimuti hati Kinan malam itu,ia tidak bisa tidur karena ingin menunggu Yoga kembali kerumah.





__ADS_1



Bersambung


__ADS_2