Suami Pilihan Papa 2

Suami Pilihan Papa 2
Kekecewaan


__ADS_3

Setelah mobil Max berlalu dari hadapan nya,Siska menatap Yoga yang berdiri di teras rumah.Ia lalu berjalan mendekati Yoga.


"Ada dengan kau dan Max?" Tanya Yoga.


"Tidak apa - apa,Maafkan aku Yoga,aku mau istirahat,kau pulang lah." Saut Siska dan berjalan pergi dari hadapan Yoga dan masuk ke dalam rumah.


Yoga yang tak mendapatkan jawaban apa pun segera masuk kedalam mobil nya,meski hati nya masih bertanya - tanya ada apa dengan kedua sahabat nya,tapi ia harus bergegas ke kantor polisi untuk mengetahui kenapa para penjahat itu menganiaya istri nya.


Ditempat lain.


Max tampak dilema,ia tidak tahu harus berbuat apa,bukti yang ia pegang tentang pengakuan para penjahat itu membuat ia binggung harus memberi tahu Yoga dan polisi atau diam saja.


Disisi lain,Max juga ingin membantu Yoga,disisi lain juga ia tidak tega melihat wanita yang ia sayangi masuk penjara.


Max lalu menghentikan mobil nya di sebuah jembatan,ia turun dari mobil dan berjalan ke tepi jembatan yang tidak terlalu ramai.


"Aaaaahhhhhhhhhh...." Teriak Max mencoba melepaskan beban yang seperti membuat nya sesak dada.


Jeslin yang kebetulan lewat melihat Laki - laki yang seperti Max sedang berdiri di tepi Jembatan sembari berteriak,ia pun melihat Max seperti nya menangis.


Dengan cepat Jeslin turun dari berlari ke arah Max danmemeluk nya dari belakang.


"Apa yang kau lakukan?" Teriak Jeslin yang menjadi ketakutan.


"Hei lepaskan,apa yang kau lakukan." Ucap Max kesal.

__ADS_1


"Aku akan lepaskan kalau kau mengurungkan niat mu untuk bunuh diri." Ucap Jeslin yang masih tidak mau melepaskam pelukan nya.


"Bunuh diri?"


"Apa kau pikir aku orang seperti itu,cepat lepaskan." Bentak Max.


"Jadi kau tidak mau bunuh diri,lalu apa yanh sedang kau lakukan disini?." Tanya Jeslin.


"Bukan urusan mu,pergi kamu dari sini,aku sedang tidak ingin berbicara dengan mu."Bentak Max dan membuat Jeslin seketika menjadi Kesal karena di bentak Terus oleh Max.


Tanpa berkata apa pun,Jeslin lansung meninggalkan Max dengan wajah penuh kekesalan karena di bentak Max.


"Siapa juga yang mau menganggu nya,kalau bukan karena aku takut dia bunuh diri ,aku juga tidak sudi mendekati nya,tahu gitu biarkan saja,mau mati ya mati saja." Gerutu Jeslin sembari menjalan kan mobil nya meninggal kan Max.


Max pun membuang nafas dengan kesal,karena ia emosi ia memarahi Jeslin yang awal nya hanya berniat baik.


Ditempat lain.


Kinan yang melihat kedatangan suami nya pun lekas menghampiri Suami nya itu.


"Mas Yoga kenapa?,pulang - pulang wajah nya sudah seperti itu?,apa polisi salah menangkap orang?" Tanya Kinan.


"Bukan,Tapi aku merasa tidak puas dengan hasil introgasi polisi,para penjahat itu mengatakan motif mereka menganiaya mu bukan karema suruhan orang lain,tapi karena mereka hanya ingin main - main." Jelas Yoga.


Kinan pun juga tampak sedih saat mendengar penjelasan dari Yoga,hati nya juga tidak terima,tapi Kinan juga tidak ingin berlarut - larut dan melihat kesedihan di wajah suami nya.

__ADS_1


"Sudah lah Mas,jangan terlalu di pikirkan,yang terpenting mereka sudah tertangkap,dan polisi akan menghukum mereka sesuai dengan perbuatan mereka." Kata Kinan dengan lembut sembari memeluk tubuh suami nya itu.


Yoga menatap wajah istri nya,ia bisa melihat kekecewaan di mata Istri nya itu,Yoga lalu mendaratkan ciuman di kening Kinan.


"Sayang,sebaik nya kau segera mandi,tubuh mu sangat bau,aku tidak suka." Ucap Kinan yang hanya mencoba mengalihkan pembicaraan, sembari melepas pelukan suami nya.


"Aku hanya kekantor polisi,apa aku sebau itu?" Tanya Yoga,Kinan pun mengangguk sembari tersenyum lebar.


"Baik lah,aku mandi dulu." Jawab Yoga dan berlalu dari hadapan istri nya.


Kinan pun kedapur dan memasakan makan malam untuk suami itu,sembari menunggu suami nya mandi.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa baca juga ya Karya baru Author


Terimakasih.

__ADS_1



__ADS_2