Suami Pilihan Papa 2

Suami Pilihan Papa 2
Merasa Lebih Baik


__ADS_3

Keesokan hari nya.


Kinan sudah merasa lebih baik setelah beristirahat seharian,meski pun masih sedikit lemas dan beberapa bagian tubuh yang masih sakit,Tapi Kinan sudah bisa duduk dan tersenyum lebar berbicara dengan Yoga.


Pak Alex dan Bu Mery sudah ada di rumah sakit sejak pagi menemani putri nya mengobrol.


Di saat Yoga sedang menyuapi istrinya makan,tiba - tiba,Siska dan Daven serta Max datang untuk berkunjung.


"Selamat pagi semua." Sapa Siska saat masuk ke dalam ruang tempat Kinan di rawat.


"Pagi." Balas Semua yang ada di dalam ruangan.


"Bagaimana keadaan mu Kinan?." Tanya Siska.


"Sudah baikan mba." Balas Kinan tersenyum sembari memakan bubur yang di suap Yoga untuk nya.


Tidak berapa lama Jeslin dan Joana pun juga sampai di ruangan tempat Kinan dirawat bersama Polisi.


"Bagaimana keadaan mu Kinan?" Tanya Jeslin sembari berjalan mendekat ke tempat tidur Kinan.


"Sudah baikan kok,kamu kok bisa bareng pak Polisi?"Tanya Kinan.


"Yah kali janjian...,kita ketemu di depan tadi,hehe." Jawab Joana tersenyum.


"Selamat pagi Joana." Sapa Daven.


"Pagi Mas." Balas Joana dan membuat orang - orang yang ada di ruangan tersenyum mengeleng - geleng kan kepala melihat ke bucinan Joana dan Daven.


Polisi pun meminta semua untuk menunggu di luar kecuali Yoga yang menemani istri nya,karena akan meminta keterangan dari Kinan agar tidak ada keributan saat Polisi bertanya.


"Kenapa semua diluar,apa terjadi sesuatu pada Kinan?" Tanya Pak Bambang yang baru datang bersama istrinya.


"Tidak apa - apa,didalam sedang ada polisi yang bertanya tentang kejadian yang menimpa Kinan." Jawab Pak Alex.


"Oh syukur lah,semoga saja penjahat nya segera tertangkap." Balas Pak Bambang.


"Hai tante." Sapa Siska.


"Hai Siska,kamu juga di sini?" Tanya Bu Sara.


"Iya Tante." Saut Siska.


Sementara di pojokan Max berdiri bersama Daven dan kedua sahabat nya Kinan menatap Siska yang sedang berbicara dengan ibu nya Yoga.


Setelah Polisi selesai mengorek beberapa petunjuk dari Kinan,Polisi pun segera meninggal kan tempat itu dan semua pun masuk kembali ke dalam ruangan Kinan.


"Sayang,ruangan nya sangat ramai,sudah seperti ada acara saja." Kata Kinan tersenyum saat melihat keluarga dan sahabat nya berkumpul.

__ADS_1


"Iya,syukur ruangan nya besar." Balas Yoga sembari mengelus kepala Kinan.


•••


"Yoga,kamu pulang lah untuk mandi dan makan,Kinan biar mama dan papa yang akan menjaga." Kata Bu Sara.


"Iya Ma,sebentar lagi aku pulang." Balas Yoga yang masih memegang mangkuk bubur yang masih belum habis di makan Kinan.


"Iya Sayang,kamu pulang saja sekarang,aku tidak mau makan lagi." Kata Kinan yang sedang tidak nafsu makan.


"Habis kan dulu makanan mu,baru aku akan pulang." Jawab Yoga dan Kinan pun tersenyum merasa bahagia karena mempunyai suami yang sangat perduli pada nya.


Setelah selesai menyuapi Kinan,Yoga pun pamit pulang di ikuti Max dan Siska,sementara Daven yang sudah melihat Joana,sudah berat untuk di pisahkan,Daven pun tetap di kamar Kinan bersama Kedua Sahabat Kinan itu.


"Yoga? Menurut mu siapa yang melakukan nya?" Tanya Siska sembari berjalan kelift.


"Belum tahu,tapi polisi pasti akan segera menemukan nya." Jawab Yoga.


"menurut ku itu suruhan seseorang." Kata Max juga.


"Mungkin saja iya dan mungkin saja Tidak." Balas Yoga.


"Tapi menurut ku itu pasti perampok,mereka berfikir Kinan istri mu dan memiliki banyak uang di tas nya atau mungkin saja Kinan mempunyai musuh." kata Siska lagi.


"Iya aku juga berfikir seperti itu,tapi secepatkan Pasti akan menemukan pelaku nya." Jawab Yoga.


Sementara Yoga menuju kembali kerumah untuk mandi dan beristirahat sejenak sebelum kembali kerumah sakit.


•••


Sore hari nya.


Disaat Yoga sudah ada di rumah sakit, kedua orang tua Yoga dan Kinan sudah pulang untuk beristirahat setelah menemani Kinan sepanjang hari di rumah sakit.


"Jeslin,Joana!,Apa kalian tidak pulang?" Tanya Yoga Pada kedua sahabat Kinan yang duduk di sofa,sementara Kinan sudah tertidur beristirahat.


"Kami boleh disini ya Mas,kita mau nemani Kinan,tapi bentar lagi pulang kok." Kata Jeslin dan Yoga pun mengiyakan.


"Dan kau Daven?,seharian kau disini dan kau juga tidak ke kantor mu? " Tanya Yoga.


"Aku kan Bos nya,tidak perlu pusing memikir kan itu." jawab Daven sombong,Yoga hanya tersenyum mendengar jawaban Sahabat nya itu.


Tiba - tiba Max datang dan masuk kedalam.


"Hei gadis Jutex,kau masih disini?" Tanya Max saat melihat Jeslin.


"Bukan urusan mu." ketus Jeslin,sementara Max hanya tersenyum lagi - lagi ia merasa senang melihat Jeslin yang marah karena panggilan nya.

__ADS_1







Dering ponsel.


"Hallo." Yoga mengangkat telefon.


"Baiklah."


"Terimakasih." Dan menutup nya.


"Siapa Yoga?" Tanya Max.


"Polisi,aku harus pergi ke kantor polisi." Jawab yoga.


"Jeslin,Joana,aku titip Kinan sebentar." Kata Yoga lagi pada kedua sahabat nya.


"Iya Mas." Jawab Jeslin dan Joana bersamaan.


"Aku ikut." kata Max.


"Hei aku juga." Sela Daven.


"Kau disini saja,tolong jaga istri ku,tidak ada laki - laki disini,aku mengandalkan mu." Kata Yoga dan Daven pun mengiyakan untuk tetap disini.


Yoga lalu berjalan keluar rumah sakit bersama Max menuju ke kantor polisi.


"Apa polisi sudah mendapatkan petunjuk?" Tanya Max.


"Tidak tahu,tapi seperti nya begitu." Balas Yoga sembari masuk ke dalam mobil nya,lalu menjalan kan nya.






__ADS_1


Bersambung


__ADS_2